Slider-1-Title-Here

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor. Aenean massa. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Donec quam felis, ultricies nec, pellentesque eu, pretium quis, sem. Nulla consequat massa quis enim.

Slider-2-Title-Here

In enim justo, rhoncus ut, imperdiet a, venenatis vitae, justo. Nullam dictum felis eu pede mollis pretium. Integer tincidunt. Cras dapibus. Vivamus elementum semper nisi. Aenean vulputate eleifend tellus. Aenean leo ligula, porttitor eu, consequat vitae, eleifend ac, enim. Aliquam lorem ante, dapibus in, viverra quis, feugiat a, tellus. Phasellus viverra nulla ut metus varius laoreet.

Slider-3-Title-Here

Aenean imperdiet. Etiam ultricies nisi vel augue. Curabitur ullamcorper ultricies nisi. Nam eget dui. Etiam rhoncus. Maecenas tempus, tellus eget condimentum rhoncus, sem quam semper libero, sit amet adipiscing sem neque sed ipsum. Nam quam nunc, blandit vel, luctus pulvinar, hendrerit id, lorem.

Slider-4-Title-Here

dui quis mi consectetuer lacinia. Nam pretium turpis et arcu. Duis arcu tortor, suscipit eget, imperdiet nec, imperdiet iaculis, ipsum. Sed aliquam ultrices mauris. Integer ante arcu, accumsan a, consectetuer eget, posuere ut, mauris. Praesent adipiscing. Phasellus ullamcorper ipsum rutrum nunc. Nunc nonummy metus. Vestibulum volutpat pretium libero. Cras id dui.

Slider-5-Title-Here

Aenean tellus metus, bibendum sed, posuere ac, mattis non, nunc. Vestibulum fringilla pede sit amet augue. In turpis. Pellentesque posuere. Praesent turpis. Aenean posuere, tortor sed cursus feugiat, nunc augue blandit nunc, eu sollicitudin urna dolor sagittis lacus.

Lokasi Gempa

Gambar ini menunjukkan lokasi gempa terakhir di Indonesia

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Compass

Penunjuk Arah

GPS Constellation

A visual example of the GPS constellation in motion with the Earth rotating. Notice how the number of satellites in view from a given point on the Earth's surface, in this example at 45°N, changes with time.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label MapSource. Show all posts
Showing posts with label MapSource. Show all posts

5.7.12

Garmin BaseCamp: Tool Untuk Merencanakan Perjalanan

Kawan-kawan Garminerz, ada kabar gembira buat kita, yaitu: Garmin kini melansir software pemetaan selain MapSource. Software ini sangat berguna bagi kawan-kawan pejalan, karena dengan software ini kita bisa membuat perencanaan jalur/track yang akan kita lalui, selain bisa sebagai pembuat Point Of Interests dan juga Route dan bisa mengunggah hasil kerja kita ke GPS Garmin kita. Software ini diberi nama BaseCamp.

Seperti MapSource, BaseCamp juga bisa diinstal dengan peta Indonesia dari navigasidotnet dan juga peta sejenis yang kompatibel dengan Garmin. BaseCamp bisa diambil disini.

Bagaimana hubungan dengan MapSource sang Kakak?, Si Adik ini tetap bisa membaca hasil kerja yang kita buat di MapSource. Yuk kita belajar bareng menggunakannya.

Share Me

Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih.

View My Profile on View ujang lasmana's profile on LinkedIn

GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

26.1.11

Kota Painan Sudah ada di Peta Navigasi.Net untuk GPS Garmin, Navitel dan Papago

Setelah menunggu lama, akhirnya peta kota Painan Pesisir Selatan sudah tampil di peta gps produksi anak bangsa navigasi.net.

Saya merasa senang karena saya pernah bekerja untuk daerah ini dan kesulitan disaat mau routing dari Padang dan juga disaat routing di kota Painan. Yah walaupun kotanya kecil kalau ada di gps kan enak tuh jadi lebih mudah saya menjelajahinya.

File peta itu bisa diunduh disini loh, silahkan. Gratis. Tapi sebaiknya sisihkanlah beberapa rupiah buat navigasi.net biar nantinya semakin lengkap peta Indonesianya dan semakin konek sama Garmin.

Bila mau tahu cara menggunakannya di gps Garmin anda silahkan buka link-link berikut ini:
1. perpustakaan maya
2. navigasi.net 1
3. navigasi.net 2


Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih.

GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

30.3.10

Peta Navigasi.Net di MapSource

Kenapa tampilan MapSource Kang Ujang kok berbeda dengan tampilan MapSource saya? Pertanyaan ini sering juga hinggap ditelinga saya saat saya membuka aplikasi MapSource yang sudah saya install dengan peta dari Navigasi.Net.

Kebingungan juga terjadi disaat kemarin kawan seruangan saya yang sedang mendapat tugas dari Pak Kadiv PB untuk membuat peta jalur untuk Regional Disaster Management Meeting yang di dukung oleh International Federation of the Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) dengan menggunakan MapSource yang belum diinstal dengan peta dari Navigasi.Net .

Apa sih bedanya? Mungkin itu juga menjadi pertanyaan beberapa kawan yang belum melihat perbedaannya.

Perbedaan yang paling mencolok adalah peta Indonesia untuk yang masih menggunakan peta MapSource bawaan dari gps garmin tampil dengan kosong atau bila ada beberapa jalan itupun sangat tidak akurat. Sedangkan bila sudah menggunakan peta dari navigasi.net maka jalan-jalan akan semakin lengkap (termasuk PoI-nya) dan keakuratan juga semakin tinggi.

Untuk jelasnya lihatlah gambar berikut

Ini MapSource versi 4










Ini MapSource versi 5










Nah ini MapSource dengan peta dari Navigasi.Net










Lihatlah posisi PMI Propinsi DIY, sangat berbeda bila kita merujuk jalan sebagai patokan. Terlihat semakin lengkap dan dijamin tidak nyasar, hehehe.



Bagaimana Menampilkan Peta Navigasi.Net di MapSource
1. Instal peta Navigasi.Net
2. Buka aplikasi MapSource yang telah di instal peta navigasi.net-nya
3. Pilih Produk
4. Pilih Navigasi.Net

5. Maka peta anda akan menjadi lebih lengkap.

Selamat bernavigasi


Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih.

GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

7.2.10

PMI Kab. Tegal: Pelatihan Pemetaan Risiko

Tim Satgana Caban, merupakan ujung tombak PMI dalam membantu masyarakat yang tertimpa bencana sehingga harus memiliki kapasitas baik pengetahuan dan keterampilannya. PMI Cab. Kab. Tegal selama 2 hari (21 -22 Nopember 2009), menyelenggarakan Pelatihan Satgana bagi sukarelawan di Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal. Kegiatan diikuti oleh KSR Unit Markas, Unit Stikes dan Unit Kecamatan Bumijawa dengan jumlah peserta sebanyak 60 orang. Selain itu juga PMI melibatkan potensi masyarakat setempat sebagai peserta pelatihan.

Mahmudin, Kepala Markas PMI Cabang Kab Tegal mengatakan, ”Masyarakat setempat yang kita latih diharapkan nanti mempunyai keahlian atau kapasitas terutama dalam penanganan bencana, sehingga akan mengurangi risiko akibat bencana.” Peran aktif masyarakat sangat diperlukan agar dapat meminimalisir dampak bencana apabila terjadi dilingkungannya dengan kemampuan yang dimilikinya, terangnya.

PMI bersama fasilitator dari Kesbangpol & Linmas dan Polres Tegal memberikan Manajemen Bencana, mountainerring, kesiapsiagaan bencana, pertolongan pertama dan evakuasi, pemetaan, VCA dan PRA.

Peserta melaksanakan simulasi kasus penanganan korban tanah longsor dengan berperan sebagai tim penolong untuk menangani korban tanah longsor desa sudikampir Kecamatan Bumi-jawa. Korban diberikan pertolongan pertama kemudian dievakuasi ke mobil ambulans dan selanjutnya dibawa ke RS Lapangan yang berjarak 150 Km.

Pemetaan
Selain itu, PMI Kab. Tegal menyelenggarakan pula pelatihan Pemetaan dan Asesmen bagi anggota KSR di Desa Sudikampir Kecamatan Bumijawa. Menurut Inayah, Ketua Panitia Pelaksana, ”Mengoperasikan GPS memang mudah dipahami, namun yang tidak kalah penting peserta harus bisa memahami materi dan dapat menerapkan dilapangan.” Dalam pelatihan ini digunakan GPS yang memanfaatkan satelit. Namun demikian yang penting adalah peserta dapat memahami maksud dari Pemetaan Risiko Bencana, terangnya.

Materi Pemetaan meliputi materi Pemetaan Risiko Partisipatif, SIG (Sistem Informasi Geografis), Penggunaan GPS, Pemetaan Daerah Risiko Bencana, Analisis data HVCR dan pengolahan data serta praktek Tracking dan Marking. Sedangkan materi asesmen meliputi memahami bahaya, risiko dan kerentanan, pengenalan materi VCA dan PRA.

Tulisan ini bersumber dari Warta PMI Jawa Tengah edisi Desember 2009 yang ditulis oleh Sdr. Sunarto - Humas_pmikabtegal, dengan beberapa penyuntingan yang dianggap perlu, dengan tidak mengurangi esensi tulisan asli.

Untuk komentar Klik Disini atau tulis dikotak dibawah ini.

6.2.10

PMI Kab. Magelang: Pemetaan Risiko

Pemetaan dilaksanakan oleh Sibat, perangkat desa program dengan menggunakan GPS dan Software MapSource dalam teknis melaksanakan pemetaan risiko untuk mendapatkan informasi aktual berkaiatan dengan keberadaan perumahan, sumber kehidupan dan daerah yang rentan serta jalur evakuasi bahkan sampai batas wilayah atau batas administrasi kecil yaitu tingkat dusun atau desa.

Desa Kaliurang

Pelaksanaan pemetaan di desa Kaliurang dilaksanakan selama 5 (lima) hari mulai tanggal 22 – 27 Juni 2009. Khoiruddin, Koordinator Lapangan Program Pertama mengatakan, ”disini keterlibatan masyarakat sangat besar, dimana dari pemetaan ini diketahui bahwa bahaya yang ada yaitu awan panas dan lahar dingin. Sementara daerah yang paling rawan/berisiko yaitu dusun Sumberejo dan Kaliurang Utara yang berada paling dekat dengan gunung merapi.”

Desa Kemiren
Pemetaan BKRK (Risiko) di desa Kemiren sebagai desa ke-2 pelaksana program Pertama, dilaksanakan pada 14 – 17 Juli 2009, diperoleh hasil bahwa bahaya yang ada yaitu awan panas dan lava pijar.

Sedangkan daerah yang berisiko tinggi yaitu dusun Jamburejo yang terdiri dari 110 KK yang merupakan dusun terdekat dengan G. Merapi di desa Kemiren dan berada disekitar jalur luncuran awan panas.

Dari peta yang dihasilkan dapat diketahui seberapa besar bahaya, kerentanan, risiko dan kapasitas yang ada sehingga dapat menjadi sumber informasi dalam penyusunan rencana aksi mitigasi (Risk Reduction Plan, RR Plan).

Tulisan ini bersumber dari Warta PMI Jawa Tengah edisi Desember 2009 yang ditulis oleh Sdr. Didin - Kab. Magelang, dengan beberapa penyuntingan yang dianggap perlu, dengan tidak mengurangi esensi tulisan asli.

Untuk komentar Klik Disini atau pada boks yang tersedia di bawah.

19.11.09

ToT Risk Mapping/PGIS for DM; Day 3

Kadiv PB, Arifin Muh. Hadi, pagi hari ini memberikan pencerahan mengenai pengarusutamaan jender dalam manajemen bencana.

Pengarusutamaan Jender
Pada sesi ini peserta mendiskusikan bagaimana PMI dapat mengarusutamakan perspektif jender dalam pelayanannya, termasuk dalam pemetaan. Di sesi ini juga diklarifikasi mengenai apa itu jender, karena masih banyak yang menganggap bahwa jender adalah perempuan. Akibatnya bila ada term jender maka otomatis fikiran akan tertuju pada perempuan, “ayo yang jender yang menjadi ketua kelompok” maksudnya adalah yang menjadi ketua kelompok perempuan saja, waduh!!!.

Dengan menggunakan metode diskusi dan media-media yang menarik perhatian (Pak Arifin menggunakan foto-foto sebagai sumber diskusi) para mappers dapat dengan enjoy menjalani proses dan mempermudah penggalian pendapat.

Mengelola Situasi Sulit
Nah, kita kan, pelatih, terkadang menghadapi adanya peserta yang mengantuk, suka interupsi, hobi mentest kemampuan pelatih/fasilitator dengan cara yang tidak wise, tiba-tiba otak terasa blank, dst-nya situasi sulit. Pak Arifin yang sudah sangat berpengalaman menghadapi situasi sulit membagi pengalamannya agar peserta nantinya mampu menghadapi situasi sulit dan meleluinya dengan selamat.

Cara penyampaian yang digunakan oleh Pak Arifin adalah melalui kuis, yaitu peserta diminta mengambil soal yang ada diamplop kemudian membahas bersama anggota kelompok lainnya dan menyampaikan kepada peserta lain mereka mendapat soal apa dan bagaimana tekhnik mereka menghadapi situasi sulit itu.
Ada yang hanya menjelaskan saja dan ada pula yang melalui bermain peran diantara anggota kelompok yang dipertontonkan kepada peserta lain.

Sebagaimana layaknya kuis maka mereka akan dinilai dan dijadikan nilai kelompok yang mendukung nilai kelulusan. Baik yang mempresentasikan/mendemonstrasikan maupun yang menyanggah akan mendapat nilai sesuai kemampuan mereka.

Media Pembelajaran
Setelah mendapatkan teori-teori menggunakan media pembelajaran, selanjutnya peserta ditugaskan membuat stander map (rak peta). Dengan penuh semangat peserta menyelesaikannya. Mendisain, mengukur, memotong, memaku, dan memvernis. Sampai malam mereka terus mengerjakannya.

Malam ini juga peserta ditugaskan membuat database untuk posko penanggulangan bencana di Markas PMI mereka.

Silahkan tulis komentar disini. ▲

18.11.09

ToT Risk Mapping/PGIS for DM; Day 2

Walaupun para Mappers yang mengikuti ToT adalah mereka yang sudah berpengalaman di PMI dan juga telah lama menjadi anggota PMI, tetap saja mereka membutuhkan penyegaran mengenai Prinsip-prinsip Dasar Gerakan Palang Merah, Konvensi Jenewa, Kode Perilaku, Lambang, Visi dan Misi PMI.

Untuk itu, materi tersebut disampaikan oleh Prof. Aji, dan dengan menggunakan pendekatan pengaplikasian di lapangan dan juga logika serta pemahaman dalam konteks saat ini. Sehingga menambah wawasan peserta bahwa Prinsip Dasar dkk bukanlah tekstual semata dan berbahasa dewa sehingga hanya bisa diaplikasikan oleh dewa.

Pemanfaatan MapSource dalam Manajemen Bencana
Untuk materi ini saya memfasilitasi dengan memulai menginstalasi MapSource versi terbaru dan juga menginstal MapSource peta Indonesia (bagaimana materinya klik disini). Tujuannya adalah agar lebih akurat dan juga mempermudah Mappers dalam memanfaatkan GPS.

Apalagi dengan peta Indonesia yang lengkap untuk GPS Garmin dan MapSource maka ini sedikit membantu Mappers dalam bekerja.

Pemanfaatan Google Earth dalam Manajemen Bencana

Danang dan Edward yang berpengalaman memanfaatkan Google Earth di lingkungan pekerjaannya membantu memfasilitasi mengeksplorasi fungsi-fungsi Google Earth untuk manajemen bencana.

Peserta berlatih pula membuat polygon di Google Earth yang nantinya akan berguna dalam pengoperasian Arcview.

Keterampilan Berkomunikasi bagi Mappers dalam bekerja dengan masyarakat, sukarelawan, staf dan pengurus Palang Merah
Difasilitasi oleh ahlinya, yaitu Mbak Wuri, para Mappers dibekali keterampilan berkomunikasi sehingga efisien dan efektif.

Masih ada yang belum tersampaikan? Ayo para peserta tulis komentarnya disini. ▲

17.11.09

ToT Risk Mapping/PGIS for DM Day 1

Pelatihan yang sudah lama ditunggu-tunggu ini akhirnya terlaksana juga. Dengan bantuan dari IFRC (International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies) Jakarta – Indonesia. Pelatihan ini merupakan pelatihan tingkat nasional pertama.

Pelatihan ini dibuka oleh Ketua PMI Daerah Jawa Tengah, kebetulan kami melaksanakan pelatihan ini di Pusdiklat PMI Daerah Jawa Tengah.

Materi dibuka dengan materi Visi, Misi dan Renstra PMI, disampaikan oleh Bapak H. Thobari, Pengurus PMI Daerah Jawa Tengah.

Kemudian dilanjutkan oleh Bevita.

Sorenya, dimulai pukul 15.00 sesi praktek lapangan dimulai. Praktek penggunaan GPS dalam materi Penggunaan GPS dalam Tanggap Darurat dan Pemulihan Dini Pasca Bencana ini difasilitasi oleh Mas Handoko.

Peserta yang tak lain adalah para Mappers veteran pemetaan di seluruh Indonesia, ternyata juga merayakan pelatihan ini sebagai ajang reuni. Bahkan keluar komentar, ini pelatihan apa reuni, reuni apa pelatihan?

Peserta oleh Mas Han diarahkan untuk menyusuri daerah Sambiroto, yaitu dengan cara Mas Han meminta masing-masing kelompok (peserta dibagi 5 kelompok) untuk memasukkan koordinat-koordinat titik-titik tertentu dan melihat foto acuan yang telah di ambil oleh Mas Han dan Mas Dan. Kemudian mereka harus mencari titik-titik tersebut yang diibaratkan sebagai lokasi bencana.

Nah, bagaimana hasilnya? Ayo para peserta tulis komentarnya disini, katanya ada rekomendasi yah?. ▲

20.10.09

Buku-buku Google Earth

Google earth merupakan aplikasi pemetaan interaktif yang dikeluarkan Google, dapat menampilkan peta bola dunia, foto satelit, keadaan topografi, terrain yang dapat dioverlay dengan jalan, bangunan, lokasi, ataupun informasi geografis lainnya. Dengan Google Earth kita dapat merencanakan perjalanan, mencari tempat wisata, bandara, rumah makan, hotel, rumah sakit, sekolah dan memberikan koordinat lintang dan bujur. Google Earth dapat menampilkan foto satelit resolusi rendah yang menggambarkan gunung, laut, hutan, sampai foto satelit resolusi tinggi yang dapat menggambarkan objek-objek seperti jalan, rumah, perkantoran.

Judul Buku: Google Earth
Penulis: Yeyep Yousman
Penyunting: Fl. Sigit Suryantoro
Penerbit: CV.Andi, Yogyakarta
Cetakan:
XII + 148 hlm,; 14X21 cm
ISBN 978-979-29-0371-3


Anda ingin menjelajah dunia? Pasti

Tapi, bagimana dengan keuangan dan waktu yang terbatas? Jangan Khawatir!

Google Inc. telah meluncurkan 2 aplikasi GIS, yakni Google Earth dan Google Maps yang memungkinkan Anda mengunjungi berbagai tempat di dunia tanpa harus beranjak dari depan komputer Anda.

Kedua aplikasi tersebut menawarkan banyak fitur menarik yang mengasyikkan untuk ditelusuri lebih jauh.

Nah buku ini siap memandu Anda mengeksplorasi berbagai tempat di dunia dengan kedua aplikasi tersebut, baik untuk sekedar menghibur diri maupun untuk tujuan lain yang lebih serius. Selamat mencoba!

Judul Buku: Menjelajah Dunia dengan Google Earth & Maps
Penulis: Efisitek.com
Penyunting: Ngadiyo
Penerbit: CV. Yrama Widya
Cetakan: pertama, Desember 2006
184 hlm,; 12,5X19,5 cm
ISBN 979-543-493-4


Saat masih sekolah, kita dikenalkan dengan Globe (bola dunia). Melalui globe tersebut, kita bisa melihat peta bumi dalam ukuran kecil. Namun, kita tidak bisa melihat kondisi sebenarnya di muka bumi. Dengan kemajuan teknologi, terutama komputer, sekarang kita bisa melihat kondisi bumi, seperti jalan raya, pegunungan, bangunan, tempat rekreasi, dan tempat bersejarah.

Semuanya bisa kita nikmati di Google Earth, sebuah software yang memetakan permukaan bumi dari berbagai posisi yang dikumpulkan dari pemetaan satelit dan foto udara dalam bentuk tiga dimensi. Melalui salah satu fiturnya,kita bisa mengelilingi bumi seolah-olah menerbangkan pesawat terbang. Bahkan, dengan software ini juga kita bisa menjelajahi ruang angkasa secara maya.

Buku ini mejelaskan berbagai fitur yang dimiliki Google Earth secara sederhana, sehingga bisa dijadikan panduan bagi Anda yang baru menggunakannya

Judul Buku: Mengoptimalkan Peta Dunia Interaktif di Internet
Penulis: Andy Krisianto
Penyunting: Sudarma S.
Penerbit: mediakita
Cetakan: pertama, 2008
VIII + 128 hlm,; 15X23 cm
ISBN 979-794-140-X▲

Komentar? Klik Disini

15.10.09

Solferino: Palang/Bulan Sabit Merah

Bila tidak terjadi pertempuran di Solferino, akankah organisasi Palang/Bulan Sabit Merah tidak ada di bumi kita? Wah belum tentulah, pasti kapanpun, perang dimanapun akan melahirkan organisasi penolong Sukarela. Kebetulan saja ada perang Solferino, dan ada orang berhati mulya dan terpandang (dialah Tuan Jean Henry Dunant), dan ada pembantaian terhadap manusia (juga terhadap personil medis), serta ada komitmen bersama dari berbagai negara untuk mengurangi dampak peperangan.

Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang terdiri dari tiga (3) Komponen:
1. Komite Internasional Palang Merah/International Committe of the Red Cross (ICRC)
2. Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah/International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC)
3. Perhimpunan Nasional: Palang Merah, Bulan Sabit Merah, dan Kristal Merah

Dimanakah Desa Kecil yang bersejarah itu? Berdasarkan Wikipedia kota itu terletak di 45° 22′ 2″ N, 10° 33′ 59″ E atau 45.367222, 10.566389 untuk format WGS 84, dan untuk UTM 32T 622664 5024939. Silahkan Copy dan Paste Koordinat ini untuk dilihat di Google Earth atau masukkan dalam GPS anda, siapa tahu anda punya kesempatan bersafari ke Italia dan mampir ke desa kecil di Italia Utara (saya harap saya punya kesempatan berkunjung ke tempat ini)

Untuk Lokasi Monumen Palang Merah di Solferino terletak di 45°21'58.09"N 10°33'58.58"E (Sumber: Panoramio).

Silahkan meselancari koordinat-koordinat itu.
Komentar? Silahkan klik Disini

14.10.09

Asesmen, GPS & Kopasus di Diklat Satgana

PMI Daerah Banten mengadakan pelatihan Manajemen Tanggap Darurat sejak tanggal 6 s/d 13 Oktober. Pelatihan dilakukan di Taman Kopassus, Grup 1 Kopassus Serang.

Menurut Pak Agus S, ketua Panitia, pemilihan pelatihan di tanah Kopasus adalah untuk meningkatkan kedisiplinan, kebanggan terhadap Korps (PMI), dan jiwa korsa sebagai sukarelawan PMI. Terlebih Kopasus terkenal atas kedisiplinan, ketangguhan dan memikirkan keamanan dalam bertindak, jadi bukan berani tanpa pertimbangan.

Baru saja masuk barak, peserta sudah dihadapkan pada kedisiplinan dan kebersamaan. Pembotakan rambut 2 cm, larangan merokok selama diklat, aturan mandi, sopan santun dalam kelas dan juga diluar kelas, dll.

Namun jangan dikira mereka masuk ladang pembantaian, karena Kopassus profesional, mereka menerapkan kedisiplinan dan pembinaan sesuai dengan latar belakang peserta, kan Sukarelawan PMI dari Kaum Sipil, dan juga bukan keinginan PMI memberikan latihan yang keras tanpa nurani kepada Sukarelawannya.

Pelatihan Asesmen
Pelatihan asesmen kali ini sudah mulai memasukkan tools atau alat GPS sebagai salah satu alat dalam asesmen, sesuai standar kurikulum yang terbaru. Diharapkan kurikulum ini akan segera diikuti oleh seluruh jenjang PMI.

GPS digunakan sebagi alat asesmen untuk memudahkan tim pelayanan dalam menjalankan fungsinya. Karena dengan GPS titik-titik pelayanan dapat ditandai, misalnya lokasi pengungsian/atau lokasi yang disiapkan sebagai tempat pengungsian, pos kesehatan, sumber air, area kerusakan, pemukiman, dll. Karena informasi yang lengkap maka GPS sangat membantu dalam pelayanan PMI.

Dengan adanya titik-titik ini maka pertukaran informasi antar jenjang PMI dapat berjalan, terutama terkait dengan data spasial (termasuk juga ketinggian). Data ketinggian memberikan informasi keamanan untuk titik-titik pelayanan sehingga aman bagi sukarelawan PMI dan juga masyarakat.

Dengan Sistem Informasi Geografis, data dapat diolah untuk dijadikan sumber pengambilan keputusan dan dapat dibagikan kepada yang lain dengan mudah. Juga dapat memudahkan PMI Pusat mengetahui lokasi-lokasi pelayanan yang nantinya berguna untuk sumber informasi kepada khalayak dan juga berbagai divisi di MP PMI, terutama dapat digunakan oleh Divisi Pengembangan Sumber Daya untuk pengglangan dana melalui presentasi.

Dengan pengiriman data dalam format sederhana GPS atau Google Earth saja, maka PMI dapat mengontrol pelayanannya dan juga pihak lain dapat mengetahuinya.

Sehingga kedepan, PMI tidak harus tergantung pada organisasi lain dan justru menjadi sumber informasi.

Namun sayang skenario itu masih belum terwujud, karena berbagai hal (kecuali data dalam format GPS dan Google Earth).

Komentar? Bebagi informasi? silahkan Klik Disini

18.7.09

Participatory Risk (Photo) Mapping in Bengkulu (PMI CBDP Training)

PMI Daerah Bengkulu mengadakan pelatihan KBBM, ditambah praktek dua hari untuk Pemetaan Risiko Partisipatif. Saya juga memperkenalkan pendekatan yang bukan hanya mengambil data spasial namun juga mengambil foto-foto yang terkait dengan risiko (hazard, kerentanan dan kapasitas).

Dimulai pada pagi hari (tanggal 16 Juli 2009), peserta dibagi beberapa kelompok (kelompok dibagi berdasarkan asal PMI Cabang). Selanjutnya ditentukan komandan kegiatan, Faizal dari PMI Kota Bengkulu ditunjuk menjadi komandan.

Setelah diberikan pengarahan kepada Faizal, kemudian Faizal bersama dengan masyarakat setempat (Kelurahan Teluk Sepang, Kec. Kampung Melayu Kota Bengkulu) membagi tugas. Pembagian tugas ini diantaranya adalah masyarakat mana yang akan mendampingi kelompok tertentu untuk melakukan pemetaan. Pembagian masyarakat berdasarkan pada dari mana dia berasal dan daerah mana yang lebih dikuasai.

Mereka diberi tugas:
1. Memetakan peta dasar (jalan, sungai, jalur listrik, dll.)
2. Perumahan
3. Sumber penghidupan (kebun, tambak, took, bengkel dll.)
4. Risiko (hazard, kerentanan, kapasitas, batas bencana, batas hazard)
5. Jalur evakuasi

Dalam kelompok dibagi tugas:
1. Siapa yang memimpin tim, sekaligus pembawa GPS (peserta).
2. Pencatat informasi (peserta) koordinat dan lokasi.
3. Penunjuk jalan (masyarakat).
4. Pengambil gambar (foto).

Foto yang diambil tidaklah sekedar mengabadikan suatu obyek, namun mereka harus juga mencatat koordinatnya (selanjutnya foto tersebut direname dengan koordinat lokasi, misalnya 02 34 24.05S 106 24 47.5E tempat penimbunan sampah liar).

Selama sekitar 6 jam mereka berburu informasi bersama masyarakat. Kelelahan, kepanasan akibat memetakan disekitar “pegunungan” penimbunan batu bara, kelucuan akibat tindakan seorang ibu setempat yang dengan gagahnya naik ke pohon petai dan memetik petainya, basah akibat menceburkan diri di genangan air saat memetakan batas kelurahan dan RT menjadi cerita yang tidak ada habisnya, terutama saat menceritkan apa yang dialami kawan setimnya. Ditambah lagi ada satu tim yang anggotanya banyak yang latah.

Dihari kedua mereka mengolah data dan dilanjutkan dengan pembuatan peta tumpang susun dan peta display. Dimulai dengan pembagian tugas diantara anggota kelompok, mereka bekerja dengan semangat yang “masih” menyala ditambah dibawah pendampingan Muzairi yang mantan Korlap Program KBBM dari PMI Cab. Lampung Barat. Bantuan Muzairi sangat membantu saya dalam melaksanakan tugas kali ini.

Pada peta display mereka menempelkan foto-foto yang mereka ambil kemarin sesuai dengan posisinya. Sehingga lengkaplah peta terpampang, gambar kelurahan pun terpajang.

Kegiatan dilanjutkan dengan presentasi hasil kerja masing-masing tim. Diskusi berjalan meriah karena banyak informasi baru tergali, dan ini berkat adanya pendekatan penggunaan foto dalam pemetaan.

Terima kasih kawan-kawan PMI se-Daerah Bengkulu, sampai jumpa di penugasan berikutnya.

7.7.09

Step By Step Instal Peta dari Navigasi.Net

Peta yang bersumber dari Navigasi.Net ternyata cukup lengkap dan banyak membantu saya saat Tour of Duty di daerah dan juga disaat saya mencari lokasi-lokasi semisal rumah sakit, dan PoI (Points of Interest) lainnya. Tinggal klik menu find, tentukan PoI-nya dan silahkan meluncur.

Berikut ini saya akan berbagi langkah-langkah untuk menginstal peta dari Navigasi.Net untuk GPS Garmin dan Mapsource.

Saya asumsikan anda sudah mendownload petanya, dan anda mendownload lengkap untuk versi penuh.

1. Klik dua ikon Navigasi.Net yang berwarna oranye dengan segitiga menunjuk ke bawah.


2. Tampil jendela konfirmasi untuk mendownload peta. (Saat tulisan ini dibuat, versi 1.59).


3. Klik Next

4. Tampil jendela License Agreement, klik I accept the agreement

5. Dilanjutkan dengan tampilnya kotak Maps Instalation. Pilih Install maps for MapSource application, untuk menginstalasi peta untuk aplikasi MapSource. Bila anda memilih ini maka MapSource anda akan memuat peta Indonesia lengkap.

Pilih Create Garmin map (GMAPSUPP.IMG), untuk membuat peta GPS Garmin anda.

Atau pilih keduanya, untuk mendapatkan peta MapSource dan peta Garmin. Saya memilih keduanya.

Kemudian Klik Next



6. Tampil jendela Select Destination Location, pilihlah tempat anda akan menyimpan instalasi peta.

Pilih MapSource Custumization yang sesuai, saya memilih Full custumize.

Klik Next.

7. Jendela Select Garmin Map Data Directory

Jendela ini untuk memilih mana yang akan anda install:
• Bila anda memilih Full custumize: Support : Rino, Nuvi series, Garmin Mobile XT, 60CSX, 76CSX, eTrex Vista
Original Road: direkomendasikan hanya untuk Garmin mobile PC
Basic: direkomendasikan untuk: Garmin model lama (tidak support untuk: 3D/Bird view map display)

8. Klik next, selanjutnya anda siap untuk menginstalasi.
9. Selamat mencoba.

Untuk menampilkan peta pada GPS
Lihat hasil instalasi pada directory yang anda pilih, cari file dengan ekstensi GMAPSUPP.IMG kemudian kopikan pada kartu memori GPS anda.

Untuk lebih lengkap Klik disini

22.6.09

Pemetaan Risiko di Sekolah, bagian 2 (risk mapping in school)

Melanjutkan tulisan terdahulu (Pemetaan Risiko di Sekolah, belum baca? Klik disini), maka yang perlu diperhatikan adalah bahwa anak SD-pun bisa membuat peta. Hal yang sering saya jumpai adalah anggapan yang meremehkan anak-anak SD, anggapan bahwa mereka tidak tahu peta dan tidak mampu membuat peta daerahnya sendiri. Bahkan pandangan saya yang menyatakan bahwa anak SD mampu membuat peta dan tahu peta, pernah dibantah habis-habisan oleh mitra saya saat suatu kegiatan.

Langkah demi langkah pemetaan risiko
I. Meningkatkan pemahaman tentang peta, pemetaan dan risiko mengenai bencana dan masalah kesehatan

Untuk meningkatkan pemahaman mereka, maka perlu dilakukan briefing terlebih dahulu. Briefing tersebut berisikan:
1. Apa itu peta dan manfaat peta dalam kesiapsiagaan bencana, serta apa saja yang harus dipetakan.
2. Apa itu bencana, risiko (ancaman, kerentanan – terkadang oleh teman-teman fasilitator disederhanakan menjadi kerawanan –, dan kapasitas) dan masalah kesehatan apa saja yang mungkin terjadi di sekolah.

II. Membuat Peta
1. Mintalah peserta secara individu menggambarkan peta jalur dari rumah mereka kesekolah dan apa saja yang ada di daerah tersebut. Ini merupakan peta mental individu. Kemudian minta perwakilan dari mereka mempresentasikan hasil peta yang telah dibuat.
2. Mintalah peserta secara berkelompok membuat peta sekolah (pekerjaan sesi ini masih di dalam ruang). Apa yang harus dipetakan:
a. Ruang-ruang kelas (termasuk ruang kantor, kepsek, guru dll), untuk sekolah yang bertingkat, sudah pasti dipetakan perlantai, bisa dibagi kelompok berdasarkan lantai.
b. Daerah yang rawan terjadinya bahaya (misalnya, seringnya siswa yang terjatuh atau risiko terjatuh (tangga), lokasi-lokasi yang rawan kebakaran, dll).
c. Tempat-tempat kapasitas sekolah. Misalnya ruang UKS, PMR Pramuka, klinik sekolah dll.
d. Jalur evakuasi yang menurut mereka aman.


Kemudian masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerja mereka, diskusikan, catat masukan untuk pembuatan peta dengan metode turun kelapangan.

3. Dilanjutkan dengan membuat peta sekitar sekolah (masih di dalam ruang), dengan komponen:
a. Lokasi sekolah berada
b. Peta dasar yang sudah ditentukan luasannya, misalnya satu kelurahan atau hanya sampai lokasi yang aman dan dapat dijadikan tempat pengungsian (misalnya, kelurahan, kecamatan, dll.)
c. Ancaman, bahaya yang mungkin ada di lokasi tersebut juga kapasitas yang ada dilokasi tersebut (praktek dokter, mantri kesehatan, puskesmas, kantor polisi)
d. Jalur evakuasi yang menurut mereka aman.

Kemudian masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerja mereka, diskusikan, catat masukan untuk pembuatan peta dengan metode turun kelapangan.

Langkah nomor 1 s/d 3 dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman peta dan kepekaan peserta terhadap lingkungan yang selama ini menjadi tempat aktivitasnya dan juga tempat yang mungkin selama ini baru didengar saja atau bahkan tidak diketahui sebelumnya melalui peta mental.


4. Setelah itu dilanjutkan dengan turun ke lapangan. Dengan kelompok yang sama dan hasil diskusi yang nantinya akan didokumentasikan/digambarkan dalam peta (bisa dibuat menjadi dua kelompok: 1) kelompok memetakan sekolah, dan 2) kelompok yang memetakan lingkungan sekitar sekolah. Apa yang dipetakan? Komponennya masih sama dengan langkah sebelumnya. Masing-masing kelompok harus didampingi fasilitator pemetaan risiko.

5. Selanjutnya presentasi kelompok (1 dan 2) dan diskusi yang memungkinkan peta tersebut lengkap dan diterima oleh kedua kelompok, untuk selanjutnya di presentasikan ke pihak sekolah, untuk dijadikan program dalam Sekolah Siaga Bencana.


Menggunakan teknologi tinggi
Untuk langkah nomor 4 dan 5 bisa saja kita menggunakan teknologi tinggi, misalnya pemanfaatan GPS dan/atau Google Earth (GE). Hal ini pernah terjadi saat saya bekerja dengan siswa SMP dan SMA yang kebetulan sekolahnya ada jaringan internet.

Untuk pemanfaatan Google Earth: sebelum mereka kelapangan, fasilitator membuka aplikasi GE terlebih dahulu, menampilkan tampilan sekolah dan sekitarnya (untuk mengetahui lebih lanjut tentang GE, klik disini). Kemudian:
1. Mendiskusikan daerah mana yang sering terkena bencana dan mana tempat evakuasi yang menurut mereka aman dan biasa digunakan masyarakat.
2. Menentukan area yang akan dipetakan.
3. Petakan komponen seperti pada sesi langkah nomor 2 dan 4 (II. Membuat peta).
4. Diskusi antar anggota kelompok untuk menempatkan hasil pemetaan ke dalam GE.
5. Presentasi pleno – seperti pada nomor 5 (II. Membuat peta). Untuk mendiskusikan apakah peta tersebut sudah mencukupi atau belum.

Pemanfaatan GPS:
1. Orientasi penggunaan GPS dan pengolahannya di MapSource sesederhana mungkin.
2. Diskusikan daerah mana yang sering terkena bencana dan mana tempat evakuasi yang menurut mereka aman dan biasa digunakan masyarakat.
3. Menentukan area yang akan dipetakan.
4. Petakan komponen seperti pada sesi langkah nomor 2 dan 4 (II. Membuat peta), dengan memanfaatkan GPS, apakah itu fungsi track atau mark. (untuk mengetahui lebih lanjut fungsi ini, klik disini lebih lengkap, atau klik disini)
5. Diskusi antar anggota kelompok untuk mengolah data di dalam MapSource (bila kita menggunakan GPS Garmin).
6. Presentasi pleno – seperti pada nomor 5 (II. Membuat peta). Untuk mendiskusikan apakah peta tersebut sudah mencukupi atau belum.

Pada saat diskusi pleno:
Manfaatkanlah LCD proyektor. Hal ini digunakan untuk “menyorot” hasil kerja di GE atau MapSource agar setiap kelompok dapat melihat hasilnya dan dapat mediskusikannya dengan baik.

Bila sudah mencukupi peta yang dibuat (istilah mencukupi saya gunakan, karena kedepan pasti peta ini akan dimutakhirkan oleh siswa/i) selanjutnya dapat di save Image-nya (selanjutnya bisa dicetak) atau gunakan citra dari LCD proyektor untuk menjiplak peta yang sudah dibuat untk dibuat peta versi besarnya.

Selamat memetakan.

27.1.09

Risk mapping Training in CBDRM - Nahdlatul Ulama


Tenyata NU tidak hanya berkutat dibidang pembinaan keimanan Umat melalui tahlil dan pengajian-pengajian loh, tapi juga melaksanakan program Upaya Pengurangan Risiko Bencana. Ini buktinya.



Pada tanggal 25-29 Januari 2009 CBDRM (Community Based Disaster Risk Management) Nahdlatul ‘Ulama (NU) mengadakan pelatihan PDRA (Partcipatory Disaster Risk Assessment) untuk wilayah Jakarta Barat (Disusul untuk wilayah Jember dan Magelang – dimulai 29 Januari 2009). Pelatihan PDRA ini merupakan rangkaian pelatihan yang sudah dan akan dilaksanakan.





Pada pelatihan ini dimasukkan materi PGIS – SIGaP. Saya didaulat untuk menjadi fasilitator pada pelatihan ini, dan sebagai narasumber untuk PGIS adalah Kawan saya Muhammad Taufik dari PMI Jakarta Barat (Untuk Magelang: Mas Danang AP(PMI Jawa Tengah) ; dan Jember: I Wayan “Batoe” Winata (PMI Bali).



Pelatihan PDRA dan nanti saat pelaksanaannya menggunakan tools-tools PRA (Participatory Rural Appraisal). Hanya saja sesuai judulnya maka informasi yang di cari dititikberatkan pada informasi dalam ranah kebencanaan, misalnya Hazards, Kerentanan, Kapasitas dan komponen-komponen risiko.



Pelatihan di Jakarta Barat dilaksanakan di Kantor PC NU Jakarta Barat, di Cengkareng Barat tepatnya. Diikuti 26 peserta dari 5 DCS (Disaster Care Santri – Santri Peduli Bencana): DCS Kedoya Utara (Pondok Pesantren Asy Syidiqiyah), DCS Kedoya Selatan, DCS Rawa Buaya, DCS Grogol Petamburan, dan DCS Kali Deres.



Proses pelatihan/praktek lapangan selalu diwarnai hujan, maklumlah musim hujan dan katanya karena tahun baru china (emang bener yah, ada hubungannya antara hujan dengan tahun baru China?), malah pada saat mau praktek ke lapangan hari kedua pemetaan, fasilitator dan narasumber terjebak banjir, peserta dan panitia harus gulung celana karena lokasi pelatihan di kepung banjir. Pelatihan yang ”menyenangkan” karena bisa langsung melihat dan memetakan daerah yang selalu terkena banjir. Juga membuka wawasan peserta bahwa tidak hanya daerahnya saja yang parah diserang banjir.



Selamat berlatih dan mengaplikasikannya didaerah masing-masing.

23.9.08

Mengubah dan Menghapus Waypoints di MapSource


Mengubah nama dan lambang waypoints



Untuk mengubah nama dan lambang waypoints pada MapSource ikutilah langkah-langkah berikut:



  1. Buka file yang lambang waypoints-nya akan diubah.
  2. Klik kanan nomor waypoints yang akan diubah. Waypoints yang akan diubah akan berwarna kuning pada layar MapSource.
  3. Klik waypoints properties.
  4. Keluar kotak dialog waypoints properties. Bila ingin mengubah nama, blok pada kotak name kemudian ganti dengan nama seperti yang anda inginkan. Untuk mengubah simbol, klik tanda panah pada symbol dan pilih yang sesuai dengan nama yang anda buat.
  5. Klik OK, waypoints telah berubah sesuai dengan keinginan anda.

Menghapus waypoints



Untuk menghapus waypoints yang tidak diinginkan, langkah-langkahnya adalah:

1. Aktifkan file MapSource yang akan anda hapus way-points-nya.

2. Klik kanan waypoints yang akan anda ubah.

3. Muncul kotak dialog klik delete waypoints.




Waypoints telah terhapus.

22.9.08

Mengunggah Data dari MapSource ke GPS eTrex Vista, Vista CX dan HCX

Mengunggah data



Data yang ada di MapSource dapat diunggah ke alat penerima GPS, biasanya data tersebut diunggah untuk kepentingan:

1. Memutakhirkan peta.

2. Mencari waypoint atau track yang ada di MapSource, misalnya untuk verifikasi.

3. Data yang ada di MapSource ingin dieksport ke data dengan format “.SHP”, “.SHX”, dan ”.DBF” melalui DNR Garmin.

4. Menyimpan data yang sudah diolah di MapSource.


Untuk mengunggah data, ikuti langkah-langkah berikut:

1. Aktifkan program MapSource.

2. Buka file yang akan diunggah ke GPS.

3. Klik icon yang bergambar GPS dengan panah ke bawah.

4. Tampil kotak dialog, klik data yang akan diunggah apakah itu maps, waypoints, routes, dan track kemudian klik OK.

5. Selanjutnya akan tampil, proses transfer data.

6. Setelah kotak dialog yang menyatakan proses unggah telah selesai, klik OK

Proses mengunggah data selesai.


21.8.08

Melihat peta GE daerah rawan bencana (Disaster Prone Area in Google earth)

Bagaimana membuka GE untuk melihat peta?. Berikut ini adalah contoh bagi teman-teman yang ingin membuka peta di GE pada kegiatan Pengurangan Risiko Bencana yang datanya sudah teman-teman dapatkan.

Buka aplikasi GE dengan mengklik shortcut GE. Kemudian tampil halaman GE:



Tunggu sampai halaman GE lengkap, seperti tampilan berikut, ini membutuhkan waktu beberapa menit tergantung kecepatan saluran internet.



Kemudian ikuti langkah-langkah berikut:

1. Ketikan koordinat area yang akan kita cari pada tab Fly To,


mis:
a. Selayang Pandang. Ketikan salah satu waypoint yang telah dipetakan di Desa Selayang Pandang: 1 18’ 15.4’’ S, 100 31’ 17.5’’ E.

b. Sanggi. Ketikan salah satu waypoint yang telah dipetakan di Desa Sanggi 5 36’19.2’’ S, 105 09’ 56.8’’ E.



2. Klik lambang suryakanta disisi kanan kotak koordinat.


3. Maka bola dunia akan berputar dan jendela akan menuju area yang kita tuju (misalnya Selayang Pandang), dalam hal ini Desa Salido Saribulan. Peta akan terlihat jelas bila streaming telah mencapai 100%.



Untuk mengetahui sudah seberapa besar streming peta yang kita cari dapat dilihat pada bagian bawah peta.


Setelah streaming 100% dan peta telah terlihat dengan jelas, kecuali beberapa daerah yang tetap buram (ini dikarenakan belum terpetakan oleh GE), sebaiknya tampilan tersebut di simpan (save).


Untuk melihat peta dengan tampilan penuh dalam satu layar komputer, klik Hide/show hidebar.




Mencari Area dengan Menggunakan Mouse

Selain dengan memasukan koordinat pada panel pencari, kita juga bisa mencari are dengan menggunakan mouse. Ada dua cara mencari dengan menggunakan mouse, yaitu:


1. Menggerakan mouse, dan


2. Mengklik bidang gambar peta dengan melakukan double klik.





Untuk mencari area dengan menggerakan mouse, langkah-langkah berikut dapat dilakukan:


1. Klik kiri bidang peta (kursor mouse bergambar punggung tangan)


2. Tahan, ditandai dengan punggung tangan yang mengepal


3. Gerakan mouse sampai tampil bidang peta yang diinginkan. Anda bisa menggerakan sesuai arah mata angin atau berputar.





Mencari Area Melalui Data File yang Telah Tersimpan


Cara lain mencari area pada GE adalah dengan membuka data file melalui explorer, yaitu dengan langkah:


1. Buka jendela explorer, yaitu pada file yang menyimpan data GE.


2. Klik (buka) data yang akan dilihat, file GE dalam ekstensi .kmz.



Bila menggunakan cara ini, anda tidak perlu membuka aplikasi GE terlebih dahulu. Karena akan membuka otomatis begitu telah dibuka.



3. Jendela GE akan terbuka dan langsung menunjukkan peta yang dituju. Dalam contoh ini Citeureup1.



Cara kedua adalah dengan mengklik (dua kali) area yang telah tersimpan pada kolom Places:


1. Buka aplikasi GE.


2. Arahkan kursor ke area yang akan dilihat.



3. Klik dua kali.


4. Area yang dicari tampil.




Membuka data MapSource pada jendela GE


Bila anda telah meng-upgrade MapSouce, maka anda akan dapat membuka data MapSource pada jendela GE dengan cara:


1. Buka MapSource


2. Buka file yang anda akan lihat di GE, misalnya Kelurahan Laelo


3. Terbuka jendela MapSource dengan area Laelo



4. Klik View, pilih View in Google Earth, klik


5. Jendela GE akan otomatis terbuka dan menunjukan Kelurahan Laelo




AKHIR DARI TULISAN INI

8.8.08

Transfer Data dari Garmin ke MapSource


Setelah kita mendapat data dari lapangan melalui GPS, baik itu Garmin tipe Etrex Vista ataupun Etrex Vista Cx, maka selanjutnya adalah mengunggah data tersebut ke MapSource. Untuk kemudian kita olah.

Bagaimana caranya?

Langkah sederhana berikut bisa kita lakukan.

Anggap komputer kita sudah diinstalasi dengan program MapSource. (Bagaimana menginstalasi Insya Allah nanti akan disampaikan, tapi sabar yah

Untuk pertama kali mengunggah data dari GPS ke MapSource:

1. Aktifkan program MapSource.

2. Siapkan kabel transfer data dari GPS ke komputer.

a. Untuk GPS eTrex vista siapkan kabel transfer yang didapat bersama GPS dan kabel serial ke usb. Jangan lupa install terlebih dahulu kabel transfer tersebut melalui CD yang menyertai kabel serial ke usb.

Yang perlu diingat selanjutnya adalah, jangan lupa tempat dimana usb port yang anda gunakan (ini tentunya kalau komputer anda memiliki lebih dari satu usb port) adalah lubang dimana anda pertama kali menggunakan kabel dan menginstallnya. Karena bila anda kemudian mentransfer data melalui lubang usb yang berbeda maka anda tidak bisa menunduh data GPS. Kesalahan ini dilapangan sering terjadi. Bayangkan, bila ini terjadi pada operator yang mudah panik. Sudah pasti ia akan telpon sana-sini terutama menelpon koordinator KBBM di Jakarta.

Gambar kabel transfer GPS Garmintipe Etrex Vista

Gambar kabel serial ke USB


b. Untuk GPS eTrex Vista Cx siapkan kabel transfer yang didapat bersama GPS. Berbeda dengan tipe eTrex Vista, kabel transfer tipe Cx sudah berbentuk USB, jadi bisa langsung digunakan tanpa kabel tambahan dan tanpa install kabel terlebih dahulu.


3. Sambungkan kabel antara GPS dengan komputer


4. Aktifkan GPS

5. Klik icon yang bergambar GPS dengan arah panah ke atas



6. Tampil kotak dialog, klik waypoints dan track kemudian klik OK.


7. Selanjutnya akan tampil, proses transfer data.


8. Setelah kotak dialog berikut tampil, klik OK



9. Proses transfer data selesai.



10. Sebagai tanda bahwa data telah berhasil ditransfer maka terlihat pada sisi kiri adalah data yang telah berhasil ditransfer.

11. Untuk transfer data berikutnya tidak perlu menginstall kabel data lagi. Kecuali:

a. Titik usb yang anda gunakan adalah titik baru

b. Menggunakan kabel data yang berbeda


Selamat mencoba.

_____________________________________________________________________________________

Akhir dari tulisan ini

_____________________________________________________________________________________

Another Articles

Ready to Download

Silahkan Unduh Manual dibawah ini, bila dijadikan referensi mohon dicantumkan sumbernya.

Manual Mahir Memanfaatkan Peta Navigasi.net untuk Garmin Map 76 CSx, ETrex Vista HCx dan Nuvi Series dalam 30 Menit

Manual singkat yang berisikan langkah-langkah Instalasi dan memanfaatkan peta navigasi.net untuk GPS Garmin Map 76 CSx, ETrex Vista HCx dan Nuvi Series


Manual Mahir Garmin Map 76 CSx dalam 30 Menit

Manual singkat yang berisikan langkah-langkah penggunaan GPS Garmin Map 76 CSx


Manual Garmin HCx untuk Pemetaan Risiko Bencana

Manual yang berisikan langkah-langkah penggunaan GPS Garmin HCx untuk memetakan risiko bencana, dan juga berisi bagaimana mengolah data di MapSource setelah mendapatkan data GPS


Daftar Legenda dalam Pemetaan Risiko Bencana

Berisikan legenda-legenda yang ada dalam manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko digunakan dalam memetakan risiko bencana


Daftar Kebutuhan Pemetaan Risiko Bencana

Daftar yang berisikan keperluan-keperluan pemetaan risiko bencana yang biasa digunakan oleh PMI


Daftar Istilah dalam Pemetaan Risiko Bencana

Berisikan istilah-istilah yang ada dalam manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko digunakan dalam memetakan risiko bencana


Kamus SIGaP/ Dictionary of PGIS

Berisikan istilah-istilah yang digunakan dalam Sistem Informasi Geografis Partisipatif, keluaran PPGIS/IAPAD


Diagram Alur Pemetaan Risiko Bencana

Diagram alur pemetaan risiko bencana yang biasa digunakan oleh PMI


Formulir Hazard

Formulir Hazard/Ancaman yang biasa digunakan oleh PMI


Formulir Isian

Formulir Isian dalam pemetaan risiko yang biasa digunakan oleh PMI




Daftar di bawah ini merupakan Bab-bab yang ada dalam Buku Manual Sistem Informasi Geografis Partisipatif (SIGaP): Pemetaan Risiko yang dilakukan secara Partisipatif

Bab 2: GPS

Bab 2 dari buku Manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko, yang merupakan buku pertama dalam rangkaian buku Pemetaan Risiko. Berisikan dasar-dasar GPS dan hubungannya dengan Risiko Bencana


Bab 4: Analisa Data

Bab 4 dari buku Manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko, yang merupakan buku pertama dalam rangkaian buku Pemetaan Risiko. Berisikan bagaimana menganalisa data yang sudah didapat dalam pemetaan di lapangan oleh Sukarelawan PMI


Bab 5: Membuat Peta Tumpang Susun/Overlay, Peta Dinding, dan 3 Dimensi

Bab 5 dari buku Manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko, yang merupakan buku pertama dalam rangkaian buku Pemetaan Risiko. Berisikan bagaimana membuat peta tumpang susun, peta dinding, dan peta 3 Dimensi. Langkah ini merupakan langkah berikutnya setelah pengolahan data dengan MapSource


Bab 6: Google Earth

Bab 6 dari buku Manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko, yang merupakan buku pertama dalam rangkaian buku Pemetaan Risiko. Berisikan dasar-dasar pemanfaatan Google Earth dalam pemetaan Risiko

Ready Downloaded List: Mapping Software

Download Google Earth
Google Earth Versi 6.2

Unggah Google Earth versi terbaru



Download MapSource Mutakhir MapSource software version 6.16.3

Tingkatkan MapSource anda dengan piranti lunak MapSource terbaru dari sumber aslinya



Up Date software unit Garmin Anda Up Date Software Garmin Anda

Tingkatkan Performa GPS Receiver Garmin anda dengan piranti lunak dari sumber aslinya

Reader