Slider-1-Title-Here

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor. Aenean massa. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Donec quam felis, ultricies nec, pellentesque eu, pretium quis, sem. Nulla consequat massa quis enim.

Slider-2-Title-Here

In enim justo, rhoncus ut, imperdiet a, venenatis vitae, justo. Nullam dictum felis eu pede mollis pretium. Integer tincidunt. Cras dapibus. Vivamus elementum semper nisi. Aenean vulputate eleifend tellus. Aenean leo ligula, porttitor eu, consequat vitae, eleifend ac, enim. Aliquam lorem ante, dapibus in, viverra quis, feugiat a, tellus. Phasellus viverra nulla ut metus varius laoreet.

Slider-3-Title-Here

Aenean imperdiet. Etiam ultricies nisi vel augue. Curabitur ullamcorper ultricies nisi. Nam eget dui. Etiam rhoncus. Maecenas tempus, tellus eget condimentum rhoncus, sem quam semper libero, sit amet adipiscing sem neque sed ipsum. Nam quam nunc, blandit vel, luctus pulvinar, hendrerit id, lorem.

Slider-4-Title-Here

dui quis mi consectetuer lacinia. Nam pretium turpis et arcu. Duis arcu tortor, suscipit eget, imperdiet nec, imperdiet iaculis, ipsum. Sed aliquam ultrices mauris. Integer ante arcu, accumsan a, consectetuer eget, posuere ut, mauris. Praesent adipiscing. Phasellus ullamcorper ipsum rutrum nunc. Nunc nonummy metus. Vestibulum volutpat pretium libero. Cras id dui.

Slider-5-Title-Here

Aenean tellus metus, bibendum sed, posuere ac, mattis non, nunc. Vestibulum fringilla pede sit amet augue. In turpis. Pellentesque posuere. Praesent turpis. Aenean posuere, tortor sed cursus feugiat, nunc augue blandit nunc, eu sollicitudin urna dolor sagittis lacus.

Lokasi Gempa

Gambar ini menunjukkan lokasi gempa terakhir di Indonesia

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Compass

Penunjuk Arah

GPS Constellation

A visual example of the GPS constellation in motion with the Earth rotating. Notice how the number of satellites in view from a given point on the Earth's surface, in this example at 45°N, changes with time.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Training. Show all posts
Showing posts with label Training. Show all posts

17.6.12

1st AID IN DISASTER & MASS CASUALTIES TRAINING FOR HUMANITARIAN WORKERS



Many humanitarian workers deployed in disaster prone areas and remote areas, where access to emergency care is very limited. Injuries or medical problems may happen to relief workers, anywhere and anytime. A simple effort in first aid, humanitarian workers who do can save lives and prevent disability, either partners, beneficiaries and the aid workers themselves.

Therefore  that humanitarian workers need to have a First Aid skills and certified.

To meet these needs, the Indonesian Red Cross (PMI) and MPBI organizing First Aid In Disaster & Mass Casualties Training Course For Humanitarian Workers.
 
Cooperation of these two organizations complement each other to make the training quality. PMI has an international protocol on first aid and MPBI experienced in disaster management.

Another added value is, the trainee is limited to a maximum of 24 participants, each 6 participants will be guided by an instructor.
This training not only improves first-aid skills, but also disaster management and the Incident Command System including Triage.

This training will use the Indonesian language (Bahasa Indonesia) in the training sessions, and modules.

For more details, please read the information below and I'll see you in the First Aid in Disaster & Mass Casualties Training for Humanitarian Workers. 


Curriculum's
All courses are based on the international protocols of the Red Cross, Medical First Responder, and American Heart Association (AHA) for CPR, and contain a high level of practical skills training.

Subjects:
1.First Aid in disaster & mass casualties perspectives & legal aspects
2.Safety and future hazards
3.Anatomy and Physiology
4.CAB – PF (Circulation, Airway, Breathing/CPR – Bleeding, Wound and Fractures)
5.Medical cases
6.Triage
7.Incident Command System
8.Develop first aid SOP
9.Resources Mobilization
10.Table Top Exercise
11.Practical Scenario
Date & Venue
Thursday Friday ; 12 – 13 July 2012
@ Tanah Tingal Adventure Camp. Ciputat Tangerang Selatan (South of Jakarta).


Instructors
Instructors of the training are first aid & rescue workers who have certified for Instructor. They are coming from Red Cross, Fire and Rescue Agency, medical doctor and disaster management expert.

Facilities:
1.Manual book(s)
2.Certificate & FA Skill Card Identification
3.First Aid Kit + Material
4.First Aid Badge/T-shirt
5.Accommodation for 2 nights & Meals
Organizer
This training organized by MPBI and PMI (Indonesian Red Cross) Kota Tangerang Selatan
 

Registration:
Contribution fee for the training: Rp. 2.000.000,- (Two million rupiahs)

Contact Persons:
Ujang (MPBI): 085 777 566 372 Email Here
Rullyan (PMI TangSel): 0815 8478 5554 Email Here 
MPBI: Jl. Cempaka Putih Tengah No.13 Jakarta Pusat 10150 ; ph. 021-44588079
PMI Tangerang Selatan: Jl. Pajajaran No. 20D Kota Tangerang Selatan 15417 ; Ph. 021-74701648
  

 Share Me
Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih.
View My Profile on View ujang lasmana's profile on LinkedIn
GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

16.6.12

Pelatihan Pertolongan Pertama Disaat Bencana & Korban Massal bagi Pekerja Kemanusiaan


Pekerja kemanusiaan banyak ditugaskan di daerah rawan bencana dan daerah terpencil, dimana akses terhadap pertolongan darurat sangat terbatas. Cidera atau masalah medis dapat menimpa pekerja kemanusiaan, dimana saja dan kapan saja. Upaya sederhana dalam pertolongan pertama yang dilakukan pekerja kemanusiaan dapat menyelamatkan jiwa dan mencegah kecacatan, baik itu untuk mitra kerja, penerima manfaat dan si pekerja kemanusiaan itu sendiri.

Sehingga perlulah pekerja kemanusiaan memiliki keterampilan Pertolongan Pertama (PP) dan tersertifikasi.

PMI merupakan lembaga yang memiliki kekuatan hukum dalam melaksanakan dan mengadakan pelatihan Pertolongan Pertama (Peraturan Menteri Kesehatan RI No.023/Birhub/1972, di tambah pengalamannya sejak perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia hingga penanganan bencana disaat ini.  PMI sebagai bagian dari Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Se-dunia juga memegang teguh standar Pertolongan Pertama yang universal dan mengikuti protokol internasional.

Berangkat dari itu, PMI Kota Tangerang Selatan mengadakan pelatihan Pertolongan Pertama Disaat Bencana dan Korban Massal bagi Pekerja Kemanusiaan. Setelah sebelumnya berhasil mengadakan pelatihan Pertolongan Pertama Kasus Trauma dan Medis, dan Teknik Pemasangan KED (Kendrick Extrication Device) bagi Sukarelawan PMI di awal bulan Juni ini. Untuk pelatihan kali ini, mitra latih dibatasi maksimal 24 peserta. Pelatihan akan tetap dijalankan berapapun mitra latihnya.

Pelatihan ini tidak semata meningkatkan keterampilan tekhnis pertolongan pertama namun juga manajemen bencana dan Incident Command System termasuk Triage.

Untuk lebih jelasnya silahkan mempelajari informasi berikut ini dan sampai jumpa di pelatihan Pertolongan Pertama Disaat Bencana dan Korban Massal bagi Pekerja Kemanusiaan.


Kurikulum
Kurikulum berdasarkan pada protokol internasional Palang Merah, Medical First Responder, dan American Heart Association (AHA) untuk CPR. Dengan mengedepankan peningkatan Ilmu, Pengetahuan dan Keterampilanlebih banyak praktek ketimbang teori.

Materi:
1.Perspektif Pertolongan Pertama di saat bencana/korban massal & aspek hukum
2.Safety dan ancaman lanjutan
3.Anatomi dan Fisiologi
4.CAB – PF (Circulation, Airway, Breathing/CPR Pendarahan, Luka dan Fraktur)
5.Kasus Medis
6.Triage
7.Incident Command System
8.Penyusunan SOP
9.Mobilisasi Sumberdaya
10.Table Top Exercise
11.Simulasi
Pelaksanaan
Kamis – Jum’at ; 12 – 13 Juli 2012
di Tanah Tingal Adventure Camp. Ciputat Tangerang Selatan
 
 
Instruktur
Instruktur Pelatihan adalah pelaku PP & Rescue dengan sertifikat Instruktur PP & Medical First Responder dan merupakan praktisi PP dari PMI, Dinas Pemadam Kebakaran & Penyelamatan, dokter, serta ahli manajemen bencana.

Seorang instruktur akan melatih maksimal 6 (enam) mitra latih.

Fasilitas yang didapat:
1.Buku Paket Panduan Pelatihan
2.Sertifikat & Kartu Kecakapan PP
3.Alat tulis
4.Tas Pertolongan Pertama + Isi
5.Badge Pertolongan Pertama/Kaos
6. Akomodasi 2 malam & Konsumsi

Pelaksana
Pelatihan ini diselenggarakan oleh MPBI dan PMI Kota Tangerang Selatan
 
Pendaftaran:
Biaya kontribusi pelatihan adalah sebesar Rp. 2.000.000,- (Dua juta rupiah)

 
Kontak Person:
Ujang (MPBI): 085 777 566 372 Kirim email disini
Rullyan (PMI TangSel): 0815 8478 5554 Kirim email disini
MPBI: Jl. Cempaka Putih Tengah No.13 Jakarta Pusat 10150 ; 021-44588079
PMI Tangerang Selatan: Jl. Pajajaran No. 20D Kota Tangerang Selatan 15417 ; Ph. 021-74701648
 
  
 
Share Me
Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih.
 View My Profile on View ujang lasmana's profile on LinkedIn
GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com
 

13.4.12

Pelatihan “Kepemimpinan dan Managemen Kedaruratan (Leadership and Management in Emergencies)

Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) akan menyelenggarakan kegiatan “Pelatihan “Kepemimpinan dan Managemen Kedaruratan (Leadership and Management in Emergencies)” yang akan dilaksanakan pada 24 – 26 April 2012 di Jakarta.

Yang diharapkan terlibat dalam pelatihan ini adalah : Staf yang ada berada dalam posisi kepemimpinan atau manajemen tim inti dari semua program atau bidang. Peserta sebaiknya staf sudah agak lama atau senior, yang akan diutus untuk mengelola beberapa bidang suatu tanggap darurat skala kecil sampai menengah. Program ini menguji beberapa aspek kunci manajemen dan kepemimpinan dalam situasi kedaruratan.
Jumlah peserta dibatasi hanya 30 peserta

Fasilitator utama pelatihan ini adalah : Avianto Amri, anggota aktif MPBI dan bersertifikasi internasional sebagai pelatih dalam kepemimpinan dan manajemen kedaruratan. Dia memiliki pengalaman luas dalam menyampaikan pelatihan di tingkat internasional, khususnya di Negara-negara Asia Tenggara. Dia telah melakukan pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Tanggap Darurat lebih dari 100 jam pelatihan dan telah melatih lebih dari 180 direktur dan manager senior di Asia. Pelatihan ini diperkaya oleh pengalaman kerjanya di bencana besar, termasuk di Haiti (2010), Pakistan (2010), Cambodia (2011), Thailand (2011), Filipina (2012), dan di Indonesia (sejak 2006 sampai saat ini). Dia juga berpengalaman memfasilitasi beragam topik pelatihan dalam system koordinasi antar lembaga, Hak-hak Anak, Standar Minimum INEE dalam Pendidikan, dan Respons Tahap Pertama untuk Staf garis depan.

Melalui surat ini, kami mengundang lembaga Bapak/Ibu untuk ikut berpartisipasi dalam mengikuti/mengirimkan peserta untuk pelatihan ini.
Untuk informasi lebih rinci silakan menghubungi Sekretariat MPBI :
Sdr. Verdy , Telp/fax. 021-445 880 79, HP: 0811-8701980
e-mail: profesionalisasipbmpbi@yahoo.co.id


TOR
Leadership and Management in Emergencies
24-26 April 2012 – Jakarta, Indonesia


Rationale

In the period of 5 years, between 2002 – 2006, it was recorded more than 3,000 disasters happened in Indonesia and the number of affected people every year relatively continue to increase, where women and children are among the most vulnerable groups. In the other hand, the number of humanitarian agencies responding to crisis/ emergencies in Indonesia also continues to grow. A significant growth is observed for local Non Government Organizations (NGOs) and also in the private sectors where there are more and more private enterprises established their emergency/ crisis response teams with the support from their Corporate Social Responsibility (CSR) funding.

Looking at these facts, MPBI recognizes that there is an increase number of agencies working in the humanitarian sector and also with relatively new staffs with limited experiences. These agencies must increase its capacity, and review some of the existing mechanisms and systems in order to ensure that affected people realize their rights in emergencies. Decision makers within these agencies need to be equipped with a set of basic knowledge, skills and attitudes that will allow them to achieve results effectively for humanitarian emergency response. This course contributes to meet this need.

Purpose

To develop stronger humanitarian leadership of humanitarian agencies through capacity building on leadership and management skills for key team leader or managerial positions

Course learning objectives


At the end of the course participants will be able to:

· Describe what is expected in an operation during emergencies and explain the mechanisms that senior managers can use in order to ensure that it fulfils its commitments for emergency response.
· Be aware of, and be able to identify the main internationally agreed humanitarian frameworks (Humanitarian Charter, Red Cross / NGO Code of Conduct, Sphere Minimum Standards, and INEE Minimum Standards) and identify the implications of them for the management emergency response
· Identify the characteristics of effective leadership and management that are particularly important for emergency response
· Understand the existing mechanisms and procedures that managers should use to fulfil their institutional accountabilities (such as cluster coordination, rapid need assessment, program design, and donor mapping).
· Identify further learning needs that can be included in personal development plans

Who is this training for?


Existing staff in key team leader or management positions from all programme areas or discipline are targeted. Participants would be middle to senior staff, who are likely to be called upon to manage some aspect of a small-medium scale emergency response. This programme examines key aspects of management and leadership in emergency situations and is for existing


How the course will run

These learning materials assume that an "Experiential Learning" approach will be used during their implementation. Experiential Learning is a process quite different from the prevailing behavioral, rational idealist, and traditional educational theories. These materials were developed using participant’s experience, both past and present, as a central element in their learning process. If the sessions are followed as suggested participants’ new learning will be mostly "discovered" by participants, rather than explained or lectured by instructors. However there will be information that will need to be shared in forms of lecture and transmitted as instruction. Some information that will fall into this category may include organizational expectations, operating procedures, and other policy related issues.

The “face-to face” learning event is a three-day workshop (approx. 24 hours) and combines different learning techniques and group dynamics. The main added value of the workshop is to maximize collective/group learning and personal interaction resulting from a combination of participant’s previous experiences (what they bring in their “suitcase”) and new content/know-how from the facilitators and/or other colleagues.

An important part of the workshop is the simulation exercise in which participants test themselves, in a non-threatening but highly demanding environment, with regards to their skills, competences, know-how and attitudes vis-a-vis leadership and management for emergency response.

Pre-workshop reading will be given and some preparation time will be set aside during the course. The training will be conducted in Bahasa Indonesia.

Certificate

Please note that participants will be presented with a certificate by MPBI if they have completed all the pre-workshop reading assignment and attended all the days of the training

Workshop fee

The fee for the workshop is IDR 3,500,000.- (payable in full at least 10 days advance of the training). The fee includes the cost of tuition, training material, lunch, plus morning and afternoon tea/coffee breaks. All participants are responsible for any associated travel expenses to and from Jakarta, airport transfer, accommodation, evening meals, health/accident insurance and other personal expenses.

About the facilitator

The lead facilitator of this training is Avianto Amri, an active member of MPBI and a certified international facilitator on leadership and management in emergencies. He has an extensive experience in delivering training at the international level, particularly South East Asia countries. He has delivered more than 100 hours of training on Leadership and Management in Emergencies and has trained more than 180 directors and senior managers across Asia. The training will be enriched by his work experiences working in major emergencies, including in Haiti (2010), Pakistan (2010), Cambodia (2011), Thailand (2011), the Philippines (2012), and in Indonesia (since 2006 until present).

He also has the experiences delivering trainings in the topics of IASC’s cluster coordination system, Child Rights and Participation in Emergencies, INEE Minimum Standards, and First Phase Response for Frontline staff.


Please contact MPBI Secretariat, Mr. Verdy, tel/fax. 021-445 880 79, HP: 0811-8701980 e-mail: profesionalisasipbmpbi@yahoo.co.id for application.





Kepemimpinan dan Manajemen dalam Kedaruratan
Jakarta, 24-26 April 2012

Latarbelakang


Dalam jangka 5 tahun, antara tahun 2002-2006, terekam lebih 3000 kejadian bencana terjadi di Indonesia dan jumlah penduduk yang terkena dampak tiap tahunnya semakin meningkat, di mana perempuan dan anak merupakan kelompok yang paling terkena dampak bencana. Di samping itu jumlah lembaga kemanusiaan yang menanggapi krisis/kedaruratan di Indonesia juga terus meningkat. Pertambahan yang signifikan dapat diamati pada sektor organisasi non pemerintahan lokal dan juga di sektor bisnis yang membentuk tim kedaruratan atau tim reaksi cepat dengan dukungan dana tanggungjawab sosial perusahaannya.

Mengamati fakta ini, MPBI menyadari ada pertambahan jumlah lembaga baru yang bekerja dalam sektor kemanusiaan dengan staff-staff yang juga relatif baru dengan pengalaman yang terbatas. Lembaga-lembaga ini harus meningkatkan kemampuannya, dan mengetahui beberapa mekanisme dan prosedur yang sudah ada untuk memastikan agar penduduk terkena bencana terpenuhi hak-haknya dalam kedaruratan. Para pengambil keputusan dalam lembaga-lembaga ini perlu dilengkapi dengan seperangkat pengetahuan dasar, ketrampilan dan sikap yang akan membantu mereka mencapai hasil yang efektif untuk melakukan respons darurat kemanusiaan. Pelatihan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ini.


Tujuan

Untuk menguatkan kepemimpinan para pimpinan dan manajer lembaga-lembaga dalam menjalankan misi kemanusiaan melalui pengembangan kapasitas dalam kepemimpinan dan ketrampilan-ketrampilan manajemen untuk para pimpinan tim atau di pihak manajemen.


Sasaran pembelajaran pelatihan

Pada akhir kursus mitra latih sudah mampu:

· Menjelaskan apa yang diharapkan dari suatu kegiatan pada tanggap darurat dan menjelaskan mekanisme yang dapat digunakan oleh manager senior untuk memastikan pemenuhan komitmen lembaganya dalam respons tanggap darurat;
· Lebih sadar, dan lebih mampu mengidentifikasi kerangka kerja utama di bidang kemanusiaan (mengerti mengenai Piagam Kemanusiaan, Kode Etik Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah dan ORNOP Kemanusiaan, Standar-standar Minimum Sphere, dan Standar-standar minimum INEE) dan mengidentifikasi kaitannya dalam manajemen tanggap darurat;
· Mengidentifikasi karakteristik kepemimpinan dan manajemen efektif yang khususnya penting dalam tanggap darurat;
· Memahami mekanisme dan prosedur yang sudah ada yang perlu digunakan oleh para manager untuk memenuhi akuntabilitas kelembagaannya (misalnya koordinasi cluster, pengkajian cepat kebutuhan darurat, perencanaan program, dan pemetaan donor); dan
· Mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran lebih lanjut yang dapat dimasukkan dalam rencana pengembangan SDM.


Pelatihan ini buat siapa?

Pelatihan ini ditujukan untuk staf yang ada berada dalam posisi pimpinan atau tim manajemen inti dari semua program atau bidang. Peserta sebaiknya staf sudah senior, yang akan ditugaskan untuk mengelola program tanggap darurat skala kecil sampai menengah. Pelatihan ini akan menguji beberapa aspek kunci manajemen dan kepemimpinan dalam situasi kedaruratan.


Bagaimana pelatihan ini akan dilaksanakan?

Bahan pembelajarannya menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman. Pembelajaran berbasis pengalaman adalah suatu proses belajar yang berbeda dengan teori-teori pendidikan tradisional yang menggunakan metoda perilaku atau idealis rasional. Bahan-bahan ini dikembangkan dengan menggunakan pengalaman para mitra latih, baik pengalaman masa lalu mapun masa kini, sebagai suatu unsur utama dalam proses pembelajaran. Jika sesi-sesi ini diikuti seperti yang disarankan kepada para mitra latih, maka hampir dapat dipastikan pembelajaran baru akan ditemukan oleh para mitra latih, bukan sekadar yang dijelaskan atau diajarkan oleh para pelatih. Akan tetapi ada informasi yang perlu dibagikan dalam bentuk paparan dan instruksi. Beberapa informasi disampaikan dengan cara ini termasuk harapan organisasi, prosedur kegiatan, dan hal-hal berkaitan dengan kebijakan.

Kesempatan belajar “face-to face” (temu muka) selama lokakarya tiga hari (kira-kira 24 jam) dan menggabungkan beberapa teknik pembelajaran yang berbeda dan dinamika kelompok. Nilai tambah kursus ini adalah memaksimalkan pembelajaran bersama dan interaksi pribadi yang menghasilkan suatu kombinasi pengalaman mitra kursus (yang mereka bawa dalam ‘tas’ mereka) dan pengetahuan baru dari fasilitator dan atau mitra latih lainnya.

Bagian penting dalam pelatihan ini adalah satu hari latihan simulasi di mana mitra kursus menguji diri mereka sendiri, dalam kondisi yang aman namun sangat menantang, mengenai ketrampilan, kompetensi, pengetahuan dan sikap-sikap kepemimpinan dan manajemen untuk tanggap darurat.

Bacaan pra-lokakarya akan diberikan dan beberapa persiapan disyaratkan sebelum mengikuti kursus. Pelatihan ini akan dilakukan Bahasa Indonesia, namun pada saat simulasi, bahan ajar akan menggunakan bahasa Inggris.

Sertifikat

Agar dicatat bahwa mitra kursus akan diberikan sertifikat oleh MPBI bila mereka melengkapi seluruh tugas pra-kursus dan mengikuti seluruh sesi selama kursus.


Biaya kursus

Biaya latih Rp 3,500,000.- (dibayar selambatnya 10 hari sebelum pelatihan). Biaya pelatihan termasuk biaya bimbingan, bahan kursus, makan siang, kue dan teh/kopi pada rehat pagi dan siang. Mitra latih bertanggung jawab langsung pada seluruh biaya lainnya misalnya biaya perjalanan dari dan ke Jakarta, transporttasi dari dan ke bandara, penginapan, makan malam, asuransi kesehatan/kecelakaan dan biaya-biaya lainnya.


Fasilitator

Fasilitator utama pelatihan ini adalah Avianto Amri, anggota aktif MPBI dan bersertifikasi internasional sebagai pelatih dalam kepemimpinan dan manajemen kedaruratan. Dia memiliki pengalaman luas dalam menyampaikan pelatihan di tingkat internasional, khususnya di Negara-negara Asia Tenggara. Dia telah melakukan pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Tanggap Darurat lebih dari 100 jam pelatihan dan telah melatih lebih dari 180 direktur dan manager senior di Asia. Pelatihan ini diperkaya oleh pengalaman kerjanya di bencana besar, termasuk di Haiti (2010), Pakistan (2010), Cambodia (2011), Thailand (2011), Filipina (2012), dan di Indonesia (sejak 2006 sampai saat ini).

Dia juga berpengalaman memfasilitasi beragam topik pelatihan dalam system koordinasi antar lembaga, Hak-hak Anak, Standar Minimum INEE dalam Pendidikan, dan Respons Tahap Pertama untuk Staf garis depan.


Share Me

Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih.

View My Profile on View ujang lasmana's profile on LinkedIn

GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

11.4.12

Pelatihan Pertolongan Pertama Kecelakaan Di Jalan Raya

PMI Kota Tangerang Selatan akan mengadakan pelatihan Pertolongan Pertama (PP) kecelakaan di jalan raya, nama resmi kegiatan ini adalah “Workshop Kegawatdaruratan Medis dan Tekhnik Pemasangan KED (Kendrick Ectrication Device)”. Pelatihan ini cocok diikuti oleh mahasiswa, bikers, polisi lalu lintas, sukarelawan penanggulangan bencana (Satgana, Tagana, dan kelompok sukarelawan lainnya), dan pekerja kemanusiaan di lembaga nasional maupun internasional.

Materi pelatihan mencakup:
1. Dasar Ilmu Urai dan Faal manusia
2. Kedaruratan Medis
3. Cidera Alat Gerak
4. Luka, Pendarahan dan Shock
5. Bantuan Hidup dasar
6. Pemindahan Penderita

Kemudian diikuti dengan simulasi laka lantas (kecelakaan lalu lintas), dengan materi:
1. Tekhnik melepaskan helm
2. Tekhnik Pemasangan Neck Collar
3. Tekhnik Pemasangan KED
4. Balut & Bidai
5. RJP (Resusitasi Jantung Paru)
6. Tekhnik Evakuasi dan Transportasi
7. Pembuatan Laporan

Instruktur pelatihan ini adalah dr. Siswo P. Santoso, Sp.F, beliau adalah rescuer dan instruktur berpengalaman dan pernah atau sedang bekerja diberbagai organisasi, misalnya Basarnas, Global Rescue, Arung Jeram Indonesia dan PMI.

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada 26 – 27 May 2012 di Tanah Tingal Adventure Camp, Jl Merpati Raya No. 32B, Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi Sdr. Rully di 0815 847 855 54.


Share Me

Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih.

View My Profile on View ujang lasmana's profile on LinkedIn

GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

19.3.12

Pelatihan GIS untuk Kesehatan Masyarakat oleh CDU dan Amarilys

Minggu kemarin sejak senin sampai kamis (12-15 Maret 2012) saya mengikuti pelatihan yang di laksanakan oleh Amarilys (sebuah perkumpulan yang anggotanya para dokter yang berdedikasi tinggi dalam pelayanan kesehatan di Indonesia).

Pelatihan ini menggunakan opensource software. Pelatih utama pelatihan ini adalah Rohan Fisher dari Charles Darwin University (CDU) – Australia. Materi yang disampaikan sangat berguna apalagi Openjump (software GIS gratis) yang digunakan memiliki kelebihan dapat menampilkan chart pada peta hasil olah. Walaupun pelatihan ini temanya untuk kesehatan masyarakat, setelah selesai saya yakin ini bisa digunakan di ranah penanggulangan bencana yang sedang saya geluti.


Perkenalan dengan pemetaan kesehatan

Materi ini dibuka dengan pemutaran film pemaparan keberhasilan John Snow dalam pemecahan kasus kolera di London tahun 1754. Pemecahan itu melalui pemetaan, sehingga distribusi penyakit bisa diketahui dan juga apa penyebabnya. Penyebabnya adalah penggunaan air dari pompa yang tercemar.


Perkenalan dengan Sistem Informasi Geografis

GIS tidaklah mahal, GIS tidaklah sulit, GIS adalah menyenangkan. Itulah kesimpulan yang saya ambil dari materi kali ini. Kenapa? Karena:

1. Kita tidak perlu menggunakan sotware GIS yang mahal, gunakan saja yang gratisan misalnya OpenJump, openStreet, EpiMap dll. Biar gratis bukan hasil bajakan loh.
2. Dengan menggunakan Software ini, saya saja yang tidak memiliki background gis bisa menggunakannya.
3. Menyenangkan? Tentu ! karena dari input, proses sampai hasil sangat membuat kita mengembangkan diri dan santai.

Kita bisa menggunakan software SIG yang opensource jadi gratiskan, hasilnya? Tetap saja bagus bahkan karena bisa membuat chart maka bisa lebih berbicara dari selembar peta saja.

Bagaimana menggunakan OpenJump? Sabar yah nanti saya coba dulu di ranah kebencanaan dan bila sudah jadi maka saya share ...


Share Me



Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih.

View My Profile on View ujang lasmana's profile on LinkedIn

GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

28.4.11

Simulasi Kedaruratan di Graha STK/Mercy Corps Jakarta

Bencana tidak pernah menunggu anda siap menghadapinya, oleh karena itu lakukan kesiapsiagaan sejak dini.

Ini terbukti disaat Mercy Corps dan Manajemen Graha STK sedang menyiapkan Rencana Kontinjensi dan Skenario Simulasi Kedaruratan, Jakarta digoyang gempa yang terjadi di Cilacap pada tanggal 26 April 2011 dengan kekuatan 6,3 SR. Juga disaat BPBD Kota Padang baru saja menyelesaikan satu sesi penyusunan draft SOP terjadi gempa yang cukup kuat di tahun 2007.

Hazard tidak akan pernah menunggu anda siap, justru anda harus menyiapkan diri sedini mungkin.

Mercy Corps menginisiasi penyusunan Rencana Kontinjensi dan simulasi kedaruratan di kantor Mercy Corps yang berada di Graha STK Ragunan Pasar Minggu Jakarta Selatan. Dimulai dengan pembicaraan awal pihak Mercy Corps dengan manajemen Graha STK dilanjutkan dengan saya membuat draft Re-Kon Kedaruratan di Graha STK yang konsentrasi pada dua (2) hazard, yaitu Gempa Bumi dan Kebakaran.

Langkah awal yang saya lakukan adalah menyusun form pengkajian risiko gedung Graha STK, form ini saya disain agar bisa digunakan oleh siapapun. Yah tentunya tetap ada briefing bagaimana mendapatkan datanya dan juga bagaimana mengkajinya sehingga muncul beberapa rekomendasi baik untuk Mercy Corps atau Manajemen Graha STK.

Rekomendasi yang keluar diantaranya adalah perlu adanya Rencana Kontinjensi di kantor Mercy Corps/Graha STK, pelatihan Penggunaan APAR dan prinsip pemadaman kebakaran, bila rekon sudah ada maka perlu ditest dengan simulasi/drill.

Tanggal 27 April 2011, dipilih sebagai hari uji coba rekon yang sudah saya siapkan dan didistribusikan oleh Mas Dwi serta diteruskan ke seluruh staf Mercy Corps dan karyawan penyewa lainnya.

Simulasi dimulai pukul 09:15 WIB (surat edaran menyebutkan pukul 09:00 WIB, namuan untuk menjaga kesiapan maka sengaja diundur 15 menit untuk melihat apakah setelah lewat jam 9 maka mereka tetap siaga), dimulai dengan penyalaan sirine kebakaran dan kemudian diikuti dengan role play masing-masing petugas peran yang sudah ditentukan sehari sebelumnya.

Gerombolan-gerombolan karyawan yang melakukan evakuasi mulai terlihat dan semakin banyak yang turun. Berbagai wajah terlihat dalam proses ini, ada yang mencoba serius dan adapula yang tertawa da tersenyum simpul bahkan ada yang keluar sambil mengaduk kopi panasnya. Namun dari semua itu, mereka yang serius terlihat berperan dengan sungguh-sungguh misalnya Mas Fajar membawa tas P3K yang tersedia di kantor Mercy Corps dan juga petugas peran.

Setelah semua karyawan berada di titik kumpul, maka petugas peran setiap lantai melapor ke komandan simulasi. Laporan berisi jumlah karyawan yang sudah berada di titik kumpul dan semua sudah berada disana dan juga tidak ada karyawan yang tertinggal diruangan.

Setelah kondisi dinyatakan “aman”, maka masuk ke kegiatan selanjutnya yaitu sosialisasi rekon dan juga pesan-pesan keselamatan disaat terjadi gempa bumi dan kebakaran.

Materi yang dibawakan Ujang Dede Lasmana alias saya sendiri berisi apa yang harus dilakukan disaat terjadi kedaruratan baik gempa maupun kebakaran sesuai dengan draft rekon yang sudah dibuat. Juga masukan dan tanya jawab terkait dengan bahan yang saya sampaikan.

Dalam presentasi juga saya sampaikan 7 langkah menuju keselamatan yang bisa dilakukan dirumah.

Jam 10 tepat (sesuai dengan rencana), presentasi saya selesai dan dilanjutkan dengan pelatihan penggunaan APAR dan juga mengenal perilaku api. Materi di sampaikan olek Pak Ade dkk. dari suku dinas pemadam kebakaran Jakarta selatan yang bermarkas di Lebak Bulus.

Dalam materi ini di sampaikan sifat-sifat api dan bagaimana api terbentuk dan juga seluk beluk alat pemadam api ringan atau APAR (awam banyak menyebutnya Yamato, suatu penyebutan yang salah karena sebenarnya Yamato adalah salah satu nama merk APAR).

Materi tersebut bisa diunduh disini.

Pada praktek penggunaan APAR di perhatikan factor safety-nya diantaranya posisi saat kita membuka kunci dan mentest APAR sebelum kita menyemprot api dengan APAR. Karena bila kita salah posisi selain pemadaman tidak efektif juga pada kondisi tertentu dimana APAR mengalami kegagalan teknologi akan menyebabkan cidera pada penggunanya.

Berikut ini adalah gambar-gambar staff Mercy Corps & Pegawai di Graha STK yang sedang beraksi.
























Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih.

GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

12.8.10

BPBD Kota Padang Latihan GPS

Untuk meningkatkan kapasitas personilnya, Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kota padang dibawah kepemimpinan Bapak Dedi Hanidal mengadakan pelatihan pemanfaatan GPS dalam manajemen bencana. Kecepatan dan ketepatan pertolongan dan bantuan disyaratkan kepada BPBD dalam menjalankan aktivitasnya.

GPS yang merupakan tekhnologi yang dengan cepat dan akurasi tinggi dapat menunjukkan suatu atau beberapa lokasi dimuka bumi dimanapun kita berada, dapat dimanfaatkan dalam manajemen bencana – baik pada fase pra, tanggap darurat dan pasca bencana (rehabilitasi dan rekonstruksi).

Pada fase pra bencana, GPS dapat digunakan dalam upaya pengurangan risiko. Sebut saja pemetaan risiko (hazards, vulnerability dan capacity). Untuk kesiapsiagaan, GPS berguna untuk penentuan titik-titik pos-pos bantuan yang diproyeksikan akan diperlukan bila bencana atau “sesuatu” terjadi.

Saat tanggap darurat, GPS dapat digunakan untuk memberikan tanggapan atau bantuan terhadap suatu kejadian. Misalnya mencari titik atau lokasi terjadi keruntuhan (colapse) pada struktur bangunan. Atau menuju lokasi bencana secara umum. Juga untuk distribusi kelompok bantuan pada kejadian bencana yang masiv (misalnya G30S 2009 di Sumbar).

Untuk rehab-rekon juga bisa digunakan untuk penentuan titik atau lokasi rehab-rekon.

Bila pendekatan GPS digunakan pada keseluruhan manajemen bencana tersebut, maka sharing informasi, akuntabilitas dan ketepatan & kecepatan dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.

Memahami ini, Pak Ruswendi (Kepala Seksi) Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Padang meminta Mercy Corps untuk membantu memberikan pelatihan pemanfaatan GPS dalam manajamen bencana.
Sesuai dengan mandatnya dalam program pengurangan risiko – peningkatan kesadaran dan peningkatan kapasitas pemda, Mercy corps mengirimkan Ujang Dede Lasmana dan Wawan Budiyanto untuk membantu BPBD Kota Padang.

Dalam sesi pertama kali ini, Ujang dan Wawan memberikan materi dasar-dasar pemanfaatan GPS. Dasar-dasar itu diantaranya adalah:
1. Tombol-tombol GPS
2. Cara mengaktifkan
3. Cara mensetting GPS
4. Cara mengkalibrasi kompas
5. Fungsi Mark
6. Fungsi Track
7. Fungsi Find

Pada dasarnya staf BPBD Kota padang sudah bisa dan tahu fungsi GPS, karena pernah dilakukan pelatihan oleh UNDP, namun itu masih kurang menurut mereka.

Antusiasme peserta dalam menerima materi ini membuat pelaksanaan materi menjadi lebih detil dan masuk ke praktek lapangan yang awalnya hanya diskenariokan sekitar kantor BPBD menjadi lebih jauh dan seakan-akan mereka harus segera memberikan pertolongan kepada masyarakat di lokasi tertentu.

Peserta dibagi ke dalam dua tim, masing-masing tim diminta untuk segera meluncur ke lokasi yang ditentukan oleh instruktur. Instruktur hanya memberikan koordinatnya saja bukan nama gedungnya, koordinat itu adalah:
1. S0°56’592″ E100°22’039″
2. S0°57’265″ E100°21’551″

Segeralah kedua tim meluncur, tak ada mobil, sepeda motor mereka gunakan untuk mencapainya (duh semangatnya Bapak-bapak ini, Pak Ruswendi langsung mengendarai motornya dan asistennya dibonceng membawa GPS dan siap untuk menjadi navigator, disisi lain ada yang ternyata bannya kempes).

Mereka ditugaskan pula untuk menghubungi instruktur bila sudah mencapai target dan mendeskripsikan lokasi kejadian.

Dan. Berhasil! tim yang dipimpin Pak Ruswendi berhasil mencapai target, diikuti tim Pak Zas yang mencapai lokasi yaitu RS. M. Jamil.

Kembali ke ruang pelatihan di gedung BPRR Kota Padang dengan peluh membasahi wajah mereka namun karena memang mereka-mereka adalah orang lapangan dan memiliki semangat yang tinggi untuk menyelamatkan sesama, lelah tidak mereka rasakan dan malah menantang dengan mencari titik lainnya, walah Pak semangat sekali kalian. Tapi maaf yahPak, kami dibatasi waktu. Lanjutkan lain kali yah Pak.

Alhamdulillah, para peserta puas dengan pelatihan dan menginginkan pelatihan pemanfaatan GPS dilanjutkan untuk fungsi yang lain serta pelatihan mencari titik diadakan lagi. Sekarang tinggal menunggu jadwal yang pas untuk Mercy Corps dan BPBD untuk mengadakannya lagi dan diharap dengan peserta yang lebih banyak.

Memang fungsi find sangat banyak berguna bila peta kita sudah diinstal dengan peta dari navigasi.net. GPS akan menunjukkan jalan mana yang bisa dilalui sebagai referensi. Maklumlah peta navigasi.net terbilang cukup lengkap, untuk padang juga cukup lengkap, hanya painan yang harus ada sukarelawan yang mau memetakannya dan mengirimkannya ke navigasi.net untuk diupdate di peta.








Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih.GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

Another Articles

Ready to Download

Silahkan Unduh Manual dibawah ini, bila dijadikan referensi mohon dicantumkan sumbernya.

Manual Mahir Memanfaatkan Peta Navigasi.net untuk Garmin Map 76 CSx, ETrex Vista HCx dan Nuvi Series dalam 30 Menit

Manual singkat yang berisikan langkah-langkah Instalasi dan memanfaatkan peta navigasi.net untuk GPS Garmin Map 76 CSx, ETrex Vista HCx dan Nuvi Series


Manual Mahir Garmin Map 76 CSx dalam 30 Menit

Manual singkat yang berisikan langkah-langkah penggunaan GPS Garmin Map 76 CSx


Manual Garmin HCx untuk Pemetaan Risiko Bencana

Manual yang berisikan langkah-langkah penggunaan GPS Garmin HCx untuk memetakan risiko bencana, dan juga berisi bagaimana mengolah data di MapSource setelah mendapatkan data GPS


Daftar Legenda dalam Pemetaan Risiko Bencana

Berisikan legenda-legenda yang ada dalam manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko digunakan dalam memetakan risiko bencana


Daftar Kebutuhan Pemetaan Risiko Bencana

Daftar yang berisikan keperluan-keperluan pemetaan risiko bencana yang biasa digunakan oleh PMI


Daftar Istilah dalam Pemetaan Risiko Bencana

Berisikan istilah-istilah yang ada dalam manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko digunakan dalam memetakan risiko bencana


Kamus SIGaP/ Dictionary of PGIS

Berisikan istilah-istilah yang digunakan dalam Sistem Informasi Geografis Partisipatif, keluaran PPGIS/IAPAD


Diagram Alur Pemetaan Risiko Bencana

Diagram alur pemetaan risiko bencana yang biasa digunakan oleh PMI


Formulir Hazard

Formulir Hazard/Ancaman yang biasa digunakan oleh PMI


Formulir Isian

Formulir Isian dalam pemetaan risiko yang biasa digunakan oleh PMI




Daftar di bawah ini merupakan Bab-bab yang ada dalam Buku Manual Sistem Informasi Geografis Partisipatif (SIGaP): Pemetaan Risiko yang dilakukan secara Partisipatif

Bab 2: GPS

Bab 2 dari buku Manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko, yang merupakan buku pertama dalam rangkaian buku Pemetaan Risiko. Berisikan dasar-dasar GPS dan hubungannya dengan Risiko Bencana


Bab 4: Analisa Data

Bab 4 dari buku Manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko, yang merupakan buku pertama dalam rangkaian buku Pemetaan Risiko. Berisikan bagaimana menganalisa data yang sudah didapat dalam pemetaan di lapangan oleh Sukarelawan PMI


Bab 5: Membuat Peta Tumpang Susun/Overlay, Peta Dinding, dan 3 Dimensi

Bab 5 dari buku Manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko, yang merupakan buku pertama dalam rangkaian buku Pemetaan Risiko. Berisikan bagaimana membuat peta tumpang susun, peta dinding, dan peta 3 Dimensi. Langkah ini merupakan langkah berikutnya setelah pengolahan data dengan MapSource


Bab 6: Google Earth

Bab 6 dari buku Manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko, yang merupakan buku pertama dalam rangkaian buku Pemetaan Risiko. Berisikan dasar-dasar pemanfaatan Google Earth dalam pemetaan Risiko

Ready Downloaded List: Mapping Software

Download Google Earth
Google Earth Versi 6.2

Unggah Google Earth versi terbaru



Download MapSource Mutakhir MapSource software version 6.16.3

Tingkatkan MapSource anda dengan piranti lunak MapSource terbaru dari sumber aslinya



Up Date software unit Garmin Anda Up Date Software Garmin Anda

Tingkatkan Performa GPS Receiver Garmin anda dengan piranti lunak dari sumber aslinya

Reader