Slider-1-Title-Here

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor. Aenean massa. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Donec quam felis, ultricies nec, pellentesque eu, pretium quis, sem. Nulla consequat massa quis enim.

Slider-2-Title-Here

In enim justo, rhoncus ut, imperdiet a, venenatis vitae, justo. Nullam dictum felis eu pede mollis pretium. Integer tincidunt. Cras dapibus. Vivamus elementum semper nisi. Aenean vulputate eleifend tellus. Aenean leo ligula, porttitor eu, consequat vitae, eleifend ac, enim. Aliquam lorem ante, dapibus in, viverra quis, feugiat a, tellus. Phasellus viverra nulla ut metus varius laoreet.

Slider-3-Title-Here

Aenean imperdiet. Etiam ultricies nisi vel augue. Curabitur ullamcorper ultricies nisi. Nam eget dui. Etiam rhoncus. Maecenas tempus, tellus eget condimentum rhoncus, sem quam semper libero, sit amet adipiscing sem neque sed ipsum. Nam quam nunc, blandit vel, luctus pulvinar, hendrerit id, lorem.

Slider-4-Title-Here

dui quis mi consectetuer lacinia. Nam pretium turpis et arcu. Duis arcu tortor, suscipit eget, imperdiet nec, imperdiet iaculis, ipsum. Sed aliquam ultrices mauris. Integer ante arcu, accumsan a, consectetuer eget, posuere ut, mauris. Praesent adipiscing. Phasellus ullamcorper ipsum rutrum nunc. Nunc nonummy metus. Vestibulum volutpat pretium libero. Cras id dui.

Slider-5-Title-Here

Aenean tellus metus, bibendum sed, posuere ac, mattis non, nunc. Vestibulum fringilla pede sit amet augue. In turpis. Pellentesque posuere. Praesent turpis. Aenean posuere, tortor sed cursus feugiat, nunc augue blandit nunc, eu sollicitudin urna dolor sagittis lacus.

Lokasi Gempa

Gambar ini menunjukkan lokasi gempa terakhir di Indonesia

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Compass

Penunjuk Arah

GPS Constellation

A visual example of the GPS constellation in motion with the Earth rotating. Notice how the number of satellites in view from a given point on the Earth's surface, in this example at 45°N, changes with time.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Asesmen dan GPS. Show all posts
Showing posts with label Asesmen dan GPS. Show all posts

5.7.12

Garmin BaseCamp: Tool Untuk Merencanakan Perjalanan

Kawan-kawan Garminerz, ada kabar gembira buat kita, yaitu: Garmin kini melansir software pemetaan selain MapSource. Software ini sangat berguna bagi kawan-kawan pejalan, karena dengan software ini kita bisa membuat perencanaan jalur/track yang akan kita lalui, selain bisa sebagai pembuat Point Of Interests dan juga Route dan bisa mengunggah hasil kerja kita ke GPS Garmin kita. Software ini diberi nama BaseCamp.

Seperti MapSource, BaseCamp juga bisa diinstal dengan peta Indonesia dari navigasidotnet dan juga peta sejenis yang kompatibel dengan Garmin. BaseCamp bisa diambil disini.

Bagaimana hubungan dengan MapSource sang Kakak?, Si Adik ini tetap bisa membaca hasil kerja yang kita buat di MapSource. Yuk kita belajar bareng menggunakannya.

Share Me

Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih.

View My Profile on View ujang lasmana's profile on LinkedIn

GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

19.3.12

Pelatihan GIS untuk Kesehatan Masyarakat oleh CDU dan Amarilys

Minggu kemarin sejak senin sampai kamis (12-15 Maret 2012) saya mengikuti pelatihan yang di laksanakan oleh Amarilys (sebuah perkumpulan yang anggotanya para dokter yang berdedikasi tinggi dalam pelayanan kesehatan di Indonesia).

Pelatihan ini menggunakan opensource software. Pelatih utama pelatihan ini adalah Rohan Fisher dari Charles Darwin University (CDU) – Australia. Materi yang disampaikan sangat berguna apalagi Openjump (software GIS gratis) yang digunakan memiliki kelebihan dapat menampilkan chart pada peta hasil olah. Walaupun pelatihan ini temanya untuk kesehatan masyarakat, setelah selesai saya yakin ini bisa digunakan di ranah penanggulangan bencana yang sedang saya geluti.


Perkenalan dengan pemetaan kesehatan

Materi ini dibuka dengan pemutaran film pemaparan keberhasilan John Snow dalam pemecahan kasus kolera di London tahun 1754. Pemecahan itu melalui pemetaan, sehingga distribusi penyakit bisa diketahui dan juga apa penyebabnya. Penyebabnya adalah penggunaan air dari pompa yang tercemar.


Perkenalan dengan Sistem Informasi Geografis

GIS tidaklah mahal, GIS tidaklah sulit, GIS adalah menyenangkan. Itulah kesimpulan yang saya ambil dari materi kali ini. Kenapa? Karena:

1. Kita tidak perlu menggunakan sotware GIS yang mahal, gunakan saja yang gratisan misalnya OpenJump, openStreet, EpiMap dll. Biar gratis bukan hasil bajakan loh.
2. Dengan menggunakan Software ini, saya saja yang tidak memiliki background gis bisa menggunakannya.
3. Menyenangkan? Tentu ! karena dari input, proses sampai hasil sangat membuat kita mengembangkan diri dan santai.

Kita bisa menggunakan software SIG yang opensource jadi gratiskan, hasilnya? Tetap saja bagus bahkan karena bisa membuat chart maka bisa lebih berbicara dari selembar peta saja.

Bagaimana menggunakan OpenJump? Sabar yah nanti saya coba dulu di ranah kebencanaan dan bila sudah jadi maka saya share ...


Share Me



Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih.

View My Profile on View ujang lasmana's profile on LinkedIn

GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

23.10.11

Menset Radius Bahaya Letusan Gunung Api dengan GPS Garmin

Indonesia merupakan wilayah yang dikelilingi oleh rangkaian gunung berapi, rangkaian ini disebut dengan cincin api atau the ring of fire. Dalam sebulan bisa beberapa gunung berapi di Indonesia aktif dan mengancam masyarakat yang ada di sekitarnya. Sebut saja misalnya disaat tulisan ini dibuat, gunung Marapi di Sumatera Barat sedang menunjukkan ancamannya.

Disaat sebuah gunung berapi mengancam terjadinya bencana, ESDM melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) akan melansir jarak bahaya suatu daerah dengan pusatnya adalah kawah. Misalnya, 13 Km dari kawah adalah daerah berbahaya. Nah, para sukarelawan yang bertugas menyelamatkan jiwa para warga disekitar gunung itu harus tahu jarak ini, baik untuk keselamatan orang yang akan dibantunya, juga yang terpenting adalah keselamatan dirinya. Jangan sampai malah memasuki jarak bahaya sehingga keselamatan terancam. Bagaimana caranya? Kan sulit juga untuk mengukur jarak apakah dibawah 13 Km atau diatas 13 Km.

GPS dapat digunakan sebagai alat pemberi peringatan bila sukarelawan memasuki jarak kurang dari 13 Km ini. Saya contohkan adalah GPS Garmin keluarga Etrex dan Map.

Langkah-langkah tersebut adalah:
1. Ketahui koordinat kawah yang dilansir oleh PVMBG athttp://www.blogger.com/img/blank.gifau sumber lain yang bisa dipercaya. Menurut GeoHack Koordinat Kawah Marapi adalah: 0° 22′ 51.6″ S, 100° 28′ 22.8″ E. Dalam studi kasus berikut yang bersumber dari sini, daerah yang harus di jauhi adalah 3 Km dari kawah. Untuk daftar koordinat gunung berapi di Indonesia bisa dilihat disini sebagai acuan.

2. Masukkan koordinat gunung Marapi tersebut dengan cara:
a. Klik Mark
b. Ganti nomor di field atas dengan nama Marapi Kawah
c. Ganti Location dengan koordinat Kawah Marapi 0° 22′ 51.6″ S, 100° 28′ 22.8″ E
d. Klik OK
e. Data telah tersimpan

3. Buka halaman Main Meu > Klik Proximity, kemudian:
a. Pilih field yang masih titik-titik > klik > tampil halaman Find > klik Waypoints
b. Temukan Marapi Kawah > Klik
c. Klik Use yang terletak di kanan bawah
d. Tampil halaman Proximity Waypoints > pindahkan kursor ke field Radius pada baris Marapi Kawah > Klik
e. Ketikkan jarak bahaya yang pada studi kasus ini adalah 3 Km, bila sudah > klik OK (akan sangat arif bila anda tidak memasukkan jarak pas 3 Km, lebihkanlah, karena kondisi dilapangan bisa berubah dengan cepat)
f. Maka data sudah tersimpan
g. Hasilnya adalah bila anda mengaktifkan GPS dan anda mencapai radius yang tadi kita ketikkan maka alarm GPS akan berbunyi untuk memberitahukan anda. Mohon diingat, suara alarm ini kecil sehingga anda kami harap terus memantau GPS yang anda bawa demi keselamatan.

4. Untuk memilih bunyi alarm pada fungsi ini, klik Proximity Alarm Tones di bagian bawah halaman Proximity Waypoints. Jangan lupa beri tanda centang pada Proximity Alarms yang berada di bagian bawah halaman Proximity Alarm Tones.

5. Bila anda telah berhasil, maka pada halaman Map akan tampil garis putus-putus yang melingkari titik/waypoint(s) yang anda beri fungsi proximity.

Demikian share dari saya, semoga bermanfaat, dan jangan lupa: Utamakan Keselamatan.

http://www.blogger.com/img/blank.gif


Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih.

View My Profile on View ujang lasmana's profile on LinkedIn

GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

9.5.11

Product Review: Victorinox Flashlight, menemani Rescuer Dalam Bertugas

Lampu penerangan handheld (senter) merupakan salah satu peralatan yang diperlukan Rescuer dalam menjalankan tugasnya. Kualitas menjadi pilihan penting dalam memilih senter, dan untuk ini Victorinox menjawab kebutuhan tersebut.

Victorinox meluncurkan lampu senter/flashlight dengan lampu LED. Tiga tipe dihaturkan untuk bisa membantu anggota tim Rescue dalam menjalankan tugasnya, yaitu Victorinox AA-Cell LED Flashlight dengan baterai tipe AA, Victorinox AAA-Cell LED Flashlight dengan baterai tipe AAA, dan Victorinox C-Cell LED Flashlight dengan baterai tipe C.


Spesifikasi masing-masing senter ini adalah:


PRODUCT DETAILS Victorinox AA-Cell LED Flashlight (Sku: V2A-MR)
• 4.8 Watt
• 3.5+ burn hours
• 225' Effective Range
• 2-mile Signal Visibility
• Length 5.6", head Width 1"
• End Cap Width 0.08"
• Weight 4.45Oz.
• Energy-efficient LED for longer battery life
• Lanyard IncludedTwo AA Batteries Included

PRODUCT DETAILS Victorinox AAA-Cell LED Flashlight (Sku: V3A-MR)
• 2.0 Watt
• 3.5+ burn hours
• 125' Effective Range
• 1.5 Mile Signal Visibility
• Energy-effecient LED for longer battery life
• Length 4.7", Head Width 0.75"
• End Cap Width 0.60"
• Weight 2.14 Oz.
• Lanyard Included
• Two AAA Batteries included

PRODUCT DETAILS Victorinox C-Cell LED Flashlight (Sku: V2A-MR)
• 5.8 Watt
• 3.5+ burn hours
• 275' Effective Range
• 2.5-mile Signal Visibility
• Length 7", Head Width 1.5"
• Weight 12.35 Oz.
• Energy-efficient LED for longer battery life
• Lanyard included
• Two C Batteries included


Bagaimana menggunakannya?

Untuk menyalakannya kita cukup memutar kepala senter, demikian pula saat kita ingin mengganti baterai (hanya saja arah putaran berbeda).
Nah dengan pendekatan ini maka lampu tidak akan menyala bila tertekan atau hal lain disaat ditaruh didalam tas atau saku.

Video mengenai senter ini bisa dilihat:


Lampu ini tergolong kedap air. Dan ulir pegangan membuat pegangan kita menjadi mantap disaat menggunakannya. Bentuknya yang kompak, kuat dan ringan sangatlah cocok bagi para rescuer dan backpacker.

Karena menggunakan bohlam LED maka senter ini lebih efisien sampai 10 kali dibandingkan tipe bohlam biasa, sehingga hal ini memperpanjang usia baterai. Lampu LED menghasilkan kombinasi yang brilian baik hot spot maupun balok perifer untuk menerangi baik kisaran panjang dan pendek. Sirkuit elektronik memastikan lampu tidak redup selama masa pakai baterai

Karena brilian-nya sehingga pancarannya sangat terang, dan pasti sangat membantu rescuer maupun backpakers dalam menjalankan tugasnya.

Jangkauan lampu sangat jauh, misalnya tipe Victorinox AA-Cell LED Flashlight sejauh sampai dengan 2 mil.

Logo Victorinox pada kepala senter memberikan kesan kokoh terhadap kualitas dan pelayanan sehingga menaikkan image sang pengguna. Pada beberapa dealer resmi, kita bisa menambahkan logo atau nama kita pada senter ini dengan menggunakan tehnik engrave, sehingga juga memberikan kesan yang kokoh terhadap pengguna.


Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih.

GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

30.4.11

Review Produk: Rescue Tool Kawan Rescuer dan Penyelamat Jiwa

Disaat terjadi kedaruratan yang mengancam jiwa, maka diperlukan tindakan cepat untuk menyelamatkan jiwa orang (atau orang-orang) yang terancam jiwanya, juga peralatan atau tool yang tepat.

Misalnya terjadi kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan orang-orang yang ada dalam kendaraan tersebut harus segera dikeluarkan namun terjadi masalah, bisa terjepit, safety belt yang tidak bisa dibuka, atau pintu yang tidak bisa terbuka. Pada saat ini kita memerlukan peralatan rescue yang handal, kecil dan mudah digunakan karena kemungkinan kita tidak bisa menunggu pemadam kebakaran atau tim Basarnas yang memiliki alat rescue. Bayangkan bila bisa terjadi ledakan dengan segera atau ancaman lainnya. Atau orang yang terjebak reruntuhan, dll.

Nah Rescue Tool keluaran Victorinox bisa membantu anda kawan-kawan rescuer untuk bisa segera bertindak. Pisau ini cocok digunakan oleh tim Rescue dari Pamadam Kebakaran, Tim Medis, Tim Rescue, Satgana PMI, Polisi, Tentara dll.

Apa sih Rescue Tool itu?
Rescue Tool adalah sebuah alat rescue yang bisa digunakan dengan hanya satu tangan untuk membebaskan orang yang terjebak atau terjepit.

Kemampuannya?
Pada tahun 2007, IWA & Outdoor Classics trade show (a show for Hunting, Shooting, Optics, Clothing, Knives, Gifts, Security and Law Enforcement) memberikan anugerah “2007 Knife of the Year” karena kemampuannya itu.


Apa bedanya dengan pisau-pisau lain baik keluaran Victorinox atau lainnya?
Rescue Tool bisa dioperasionalkan dengan satu tangan, anda bisa membuka pisau dengan satu tangan saja, jadi tangan anda yang lain bisa melakukan pertolongan lainnya. Setelah pisau terhunus maka pisau itu akan terkunci secara otomatis sehingga tidak mencelakakan pengguna.

Kata kunci dari produk ini adalah tool bisa dibuka seketika dan siap digunakan sesegera mungkin. Serta semua alat bisa dibuka walaupun si pengguna bersarung tangan dan juga bisa digunakan oleh mereka yang bertangan kidal selain yang bertangan kanan.

Pisau ini memiliki mata untuk memecahkan kaca (termasuk kaca mobil). Karena mata pisaunya yang bergerigi maka membuat pisau ini semakin tajam dan dengan mudah bisa memotong safety belt misalnya. Juga mempunyai mata pisau yang bisa digunakan untuk memotong kaca mobil.

Pisau ini saat didisain oleh Victorinox, Victorinox melakukan kolaborasi dengan organisasi-organisasi pelayanan Rescue dan Keselamatan, sehingga menghasilkan pisau dengan kualitas tinggi dan sesuai dengan kebutuhan rescue/penyelamatan dan aspek keselamatan.
Di kegelapan atau malam hari, gagang pisau ini berpendar. Terdapat juga tulisan Rescue Tool pada gagangnya.

Silahkan lihat gambarnya disini, juga bisa lihat videonya dibawah ini.



Berikut ini adalah spesifikasi Rescue Tool:

Warna: Kuning
Panjang: 122 mm
Lebar: 34.5 mm
Tinggi: 21 mm
Berat Bersih: 170 g

Komponen:
• Large Locking Blade (liner lock)
• Phillips Screwdriver
• Window Breaker (removable)
• Strong Screwdriver/Crate Opener with:
• Bottle Opener
• Wire Stripper
• Reamer, Punch
• Seat-belt Cutter
• Key Ring
• Tweezers
• Toothpick
• Disc Saw for Shatterproof Glass (removable)
• Luminescent Handles
• Nylon Cord
• Nylon Pouch

Selamat menggunakan untuk penyelamatan.


Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih.

GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

12.8.10

BPBD Kota Padang Latihan GPS

Untuk meningkatkan kapasitas personilnya, Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kota padang dibawah kepemimpinan Bapak Dedi Hanidal mengadakan pelatihan pemanfaatan GPS dalam manajemen bencana. Kecepatan dan ketepatan pertolongan dan bantuan disyaratkan kepada BPBD dalam menjalankan aktivitasnya.

GPS yang merupakan tekhnologi yang dengan cepat dan akurasi tinggi dapat menunjukkan suatu atau beberapa lokasi dimuka bumi dimanapun kita berada, dapat dimanfaatkan dalam manajemen bencana – baik pada fase pra, tanggap darurat dan pasca bencana (rehabilitasi dan rekonstruksi).

Pada fase pra bencana, GPS dapat digunakan dalam upaya pengurangan risiko. Sebut saja pemetaan risiko (hazards, vulnerability dan capacity). Untuk kesiapsiagaan, GPS berguna untuk penentuan titik-titik pos-pos bantuan yang diproyeksikan akan diperlukan bila bencana atau “sesuatu” terjadi.

Saat tanggap darurat, GPS dapat digunakan untuk memberikan tanggapan atau bantuan terhadap suatu kejadian. Misalnya mencari titik atau lokasi terjadi keruntuhan (colapse) pada struktur bangunan. Atau menuju lokasi bencana secara umum. Juga untuk distribusi kelompok bantuan pada kejadian bencana yang masiv (misalnya G30S 2009 di Sumbar).

Untuk rehab-rekon juga bisa digunakan untuk penentuan titik atau lokasi rehab-rekon.

Bila pendekatan GPS digunakan pada keseluruhan manajemen bencana tersebut, maka sharing informasi, akuntabilitas dan ketepatan & kecepatan dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.

Memahami ini, Pak Ruswendi (Kepala Seksi) Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Padang meminta Mercy Corps untuk membantu memberikan pelatihan pemanfaatan GPS dalam manajamen bencana.
Sesuai dengan mandatnya dalam program pengurangan risiko – peningkatan kesadaran dan peningkatan kapasitas pemda, Mercy corps mengirimkan Ujang Dede Lasmana dan Wawan Budiyanto untuk membantu BPBD Kota Padang.

Dalam sesi pertama kali ini, Ujang dan Wawan memberikan materi dasar-dasar pemanfaatan GPS. Dasar-dasar itu diantaranya adalah:
1. Tombol-tombol GPS
2. Cara mengaktifkan
3. Cara mensetting GPS
4. Cara mengkalibrasi kompas
5. Fungsi Mark
6. Fungsi Track
7. Fungsi Find

Pada dasarnya staf BPBD Kota padang sudah bisa dan tahu fungsi GPS, karena pernah dilakukan pelatihan oleh UNDP, namun itu masih kurang menurut mereka.

Antusiasme peserta dalam menerima materi ini membuat pelaksanaan materi menjadi lebih detil dan masuk ke praktek lapangan yang awalnya hanya diskenariokan sekitar kantor BPBD menjadi lebih jauh dan seakan-akan mereka harus segera memberikan pertolongan kepada masyarakat di lokasi tertentu.

Peserta dibagi ke dalam dua tim, masing-masing tim diminta untuk segera meluncur ke lokasi yang ditentukan oleh instruktur. Instruktur hanya memberikan koordinatnya saja bukan nama gedungnya, koordinat itu adalah:
1. S0°56’592″ E100°22’039″
2. S0°57’265″ E100°21’551″

Segeralah kedua tim meluncur, tak ada mobil, sepeda motor mereka gunakan untuk mencapainya (duh semangatnya Bapak-bapak ini, Pak Ruswendi langsung mengendarai motornya dan asistennya dibonceng membawa GPS dan siap untuk menjadi navigator, disisi lain ada yang ternyata bannya kempes).

Mereka ditugaskan pula untuk menghubungi instruktur bila sudah mencapai target dan mendeskripsikan lokasi kejadian.

Dan. Berhasil! tim yang dipimpin Pak Ruswendi berhasil mencapai target, diikuti tim Pak Zas yang mencapai lokasi yaitu RS. M. Jamil.

Kembali ke ruang pelatihan di gedung BPRR Kota Padang dengan peluh membasahi wajah mereka namun karena memang mereka-mereka adalah orang lapangan dan memiliki semangat yang tinggi untuk menyelamatkan sesama, lelah tidak mereka rasakan dan malah menantang dengan mencari titik lainnya, walah Pak semangat sekali kalian. Tapi maaf yahPak, kami dibatasi waktu. Lanjutkan lain kali yah Pak.

Alhamdulillah, para peserta puas dengan pelatihan dan menginginkan pelatihan pemanfaatan GPS dilanjutkan untuk fungsi yang lain serta pelatihan mencari titik diadakan lagi. Sekarang tinggal menunggu jadwal yang pas untuk Mercy Corps dan BPBD untuk mengadakannya lagi dan diharap dengan peserta yang lebih banyak.

Memang fungsi find sangat banyak berguna bila peta kita sudah diinstal dengan peta dari navigasi.net. GPS akan menunjukkan jalan mana yang bisa dilalui sebagai referensi. Maklumlah peta navigasi.net terbilang cukup lengkap, untuk padang juga cukup lengkap, hanya painan yang harus ada sukarelawan yang mau memetakannya dan mengirimkannya ke navigasi.net untuk diupdate di peta.








Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih.GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

20.7.10

Pelatihan GPS di Mercy Corps

Pemanfaatan GPS di ranah LSM yang berkhidmat dalam pengurangan risiko dan pemberdayaan masyarakat dan juga dalam bidang penyelamatan sudah ramai digunakan. Hal ini karena manfaatnya yang besar, kemudahan dalam penggunaannya dan harga yang sesuai dengan manfaatnya.

Berangkat dari keinginan memberikan pelayanan yang efektif dan efisien sesuai dengan visi dan misinya, Mercy Corps Padang mengadakan pelatihan GPS dan meminta saya untuk membantu dalam memberikan materi di pelatihan itu. Hari yang saya pilih adalah hari Jum’at tanggal 9 Juli 2010.

Tantangan dari pelatihan ini adalah bervariasinya GPS yang tersedia di Kantor Mercy Corps Padang, untungnya merk GPS yang ada adalah Garmin. Tipe GPS Garmin yang kami gunakan dalam pelatihan ini adalah GPSMap76CSx, GPS Map60CSx, eTrex Vista HCx dan eTrex Vista Venture.

Memang pada dasarnya, staf Mercy Corps Padang sudah sering dan tahu memanfaatkan GPS, terutama fungsi Mark dan Track, sehingga dalam pelatihan ini selain merefresh pengetahuan juga memperkenalkan peta keluaran Navigasi.Net dan juga GeoSetter. Pemanfaatan peta Indonesia yang lengkap dari navigasi.Net memang sudah menjadi andalan saya sejak dahulu, sehingga dalam pelatihan ini-pun peta tersebut yang saya manfaatkan.

Pemanfaatan GeoSetter akan bermanfaat untuk pemasaran organisasi dan juga untuk monitoring dan evaluasi program/proyek. Untuk bagaimana memanfaatkan GeoSetter silahkan klik Disini.

Untuk melihat bagaimana mereka berlatih, silahkan lihat foto-foto berikut:


Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih.GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

18.7.10

Masyarakat Batang Arau dan PRB

SELESAI VCA DENGAN menggunakan tools PRA dilakukan di Kelurahan Batang Arau, maka malam hari tanggal 24 Juni 2010 dilakukan pertemuan antara masyarakat dan perwakilan pemerintahan kelurahan (difasilitasi oleh Jemari Sakato) untuk membahas hasil temuan dalam VCA di kantor kelurahan Batang Arau (S00°57’57.1” E100°21’33.5”). Kelurahan ini terletak disekitar bawah jembatan Siti Nurbaya. Sekitar 30 orang terlihat menjadi peserta, terdiri dari perwakilan pemerintahan Kelurahan, LPM, RW dan masyarakat.

Staf Mercy Corps yang hadir adalah: saya, Janice Yaden, Wawan, Olla dan Anto. Pak Tasyrif tidak jadi bergabung karena harus merawat anaknya yang sedang sakit (semoga lekas sembuh), demikian pula Iwan dan Henky tidak jadi bergabung karena sesuatu dan lain hal. Umaryanto memang tidak dilibatkan dalam kegiatan sejenis.

Kelurahan ini memiliki topografi perbukitan dan dialiri sungai besar dan juga muara. Gunung Padang merupakan dataran tinggi yang bagi masyarakat merupakan benteng pertahanan bila tsunami menghantam, berdasarkan penuturan masyarakat tsunami pernah menghantam padang (1797, 1833, 2000, 2002, 2005) dan daerah itu aman dari hantaman tsunami berkat Gunung Padang menghalangi hantamannya.

Hazard lain, adalah tanah longsor yang menghantui masyarakat bila hujan tiba atau gempa terjadi dan juga banjir bagi masyarakat yang berada di bawah perbukitan. Disisi lain, menurut warga berdasarkan pengalaman, walaupun gempa pernah menghantam padang dengan kuat namun gunung tetap bertahan dan tidak longsor. Tetap saja masyarakat khawatir dengan gempa yang akan datang dan mengakibatkan longsor, ditambah penggundulan di daerah Bukit Gado-gado.

Situasi lain yang menghantui masyarakat adalah isu penggusuran oleh pemda, karena ada isu rencana daerah tersebut akan dijadikan tempat wisata. Apalagi ada cerita tentang Siti Nurbaya dan Datuk Maringgi ditambah jembatannyapun dinamakan Jembatan Siti Nurbaya (belum lagi mitos untuk mendapatkan jodoh diatas jembatan ini), akan menambah nilai jual daerah ini.

Isu sampah juga mengemuka disaat pertemuan ini, sehingga mereka juga mengusulkan/meminta Mercy Corps untuk memberikan mobil sampah atau motor sampah. Juga membangun tanggul agar terhindar dari banjir.

KELOMPOK SIAGA BENCANA bentukkan Kelurahan Batang Arau sudah berdiri dan siap untuk “dipoles lebih lanjut” agar makin meningkat keterampilannya. Direncanakan pada bulan Juli 2010 Mercy Corps bekerjasama dengan PMI Sumbar dan PMI Kota Padang akan mengadakan pelatihan untuk tim ini.

Keharmonisan antar etnik dan agama menjadikan daerah ini terasa “sejuk”, ikatan antar masyarakat sangat kuat dalam beberapa hal.

JEMARI SAKATO MERENCANAKAN akan melanjutkan hasil pertemuan ini untuk tingkat Pemda (28 Juni 2010), diharapkan pada saat presentasi nanti masyarakat akan menjadi presenter bukan hanya fasilitator dari Jemari Sakato. Karena berdasarkan pengalaman saya, ini akan memberikan nilai lebih dalam advokasi.

Pendekatan ini berhasil di Kab. Polewali di Sulawesi Barat, Kabupaten Banjar Martapura di Kalimantan Selatan, Kabupaten Wajo di Sulawesi Selatan, Kabupaten Bogor dan Cianjur di Jawa Barat (difasilitasi oleh PMI). Δ

Keterangan:
1. Koordinat Kantor Mercy Corps Padang – S0°55’12.0” E100°22’12.4”
2. Koordinat Markas PMI Provinsi Sumatera Barat – S0°56’51.4” E100°22’31.5”
3. Koordinat Markas PMI Kota Padang S0°56’54.8” E100°21’56.3”.

Tulisan ini pernah dimuat Disini


Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih.GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

18.6.10

Sup Kaki & Peta Evakuasi

Seusai saya, Olla, & Ellen berdiskusi dengan Pak Dedy Kepala BPBD Kota Padang dan Willy Wicaksono (biasa dipanggil Wicak) untuk membahas kelanjutan pembuatan peta lipat jalur evakuasi di Kota Padang, kami tiba dikantor dan ditanya oleh Bu Endang apakah kami mau makan siang dengan Sup Kaki Khas Padang? Keruan saja saya jawab mau – maklumlah lapar dari pagi belum makan (?). Ini juga dengan pertimbangan sup kaki itu pasti biasa saja tidak ada yang lebih istimewa dibanding saya makan sup kaki sapi selama ini.

Di kantor yang menunggu sup itu adalah Panji, Sherly “Ai”, Bu Endang sendiri, Indra, Wahyu, Yeni dan Ellen, sedangkan Olla tidak mau makan lagi sudah kenyang katanya. Sedangkan Ellen memesan sup daging


Peta Lipat jalur Evakuasi Kota Padang
Sambil menunggu sup datang, akan saya ceritakan perkembangan kami membuat peta lipat.

Terinspirasi dengan perjalanan saya (beberapa) kali ke Bangkok, saat penumpang tiba di bandara bangkok maka ia akan disuguhkan berbagai jenis peta, baik itu peta wisata, belanja dan informasi lainnya. Sehingga mereka yang baru datang ke Bangkok akan dengan mudah menjelajahi Bangkok.

Juga terinspirasi dengan perjalanan ke Phuket (bukan karena semboyan good guy goes to heaven, bad guy goes to Phuket loh), sebuah kota yang sempat luluh lantak akibat tsunami 2004 yang juga melanda Aceh dan Sumatera Utara. Dan saat saya berkunjung di 2009 kehidupan pariwisata sudah pulih, apakah wisatawan sudah lupa dengan peristiwa itu? Dimana ratusan wisatawan meregang nyawa dihantam tsunami yang dahsyat. Ternyata wisatawan merasa aman berwisata disana, kenapa? Karena peta evakuasi mudah didapat, dalam bentuk lipatan sehingga bisa masuk ke dalam saku dan juga tanda-tanda jalur evakuasi, daerah berbahaya, daerah aman dan titik berkumpul mudah sekali kami ketemui, termasuk didaerah yang boleh dikatakan daerah merah (XXX) wisata.

Sempat saya bertanya ke beberapa wisatawan, dan jawabannya tidak jauh berbeda, mereka merasa aman karena tahu kemana mereka bisa menyelamatkan diri dimanapun mereka berada dan juga aparat keselamatan (polisi dan penyelamat) serta pihak swasta penyelenggara wisata sudah bahu membahu dalam manajemen bencana agar wisata mereka kembali pulih. Walaupun daerah itu termasuk rawan tsunami namun dengan kerjasama yang keras diantara semua pihak terlihat sektor wisata mendapat dukungan dan keuntungan sehingga wisatawan tidak takut untuk datang dan investor juga merasa aman dan nyaman berinvestasi disana, kenapa? Karena sudah ada rencana kontinjensi dan SOP yang jelas serta manajemen bencana yang jelas. Sebenarnya dalam UU No 24/2007 tentang Manajemen Bencana di Indonesia juga diungkapkan bahwa bukan hanya pemerintah yang bertanggung jawab dalam manajemen bencana, namun juga Badan kemanusiaan (ini sudah pasti), masyarakat, peneliti dan perguruan tinggi, serta pihak swasta. Kelima pihak ini di Indonesia sudah mulai bergeliat untuk bahu membahu dalam manajemen bencana, walaupun masih dijumpai beberapa kepala daerah tidak mau menjalankan amanat undang-undang dengan alasan “bila kita menyiapkan rencana kontinjensi bencana, SOP dan mendirikan BPBD serta menerbitkan Perda Penanggulangan Bencana maka investor dan wisatawan akan kabur”, bukankah ini pemikiran yang sangat terbalik?

Mercy Corps, di Propinsi Sumatera Barat menjalankan dua (2) program Pengurangan Risiko Bencana: 1) bertajuk P3DM (Public-Private Partnership Disaster Management) – nah dalam program inilah Mercy Corps membantu Pemda untuk menjalin kemitraan antara Masyarakat, Pemerintah dan sektor Swasta dalam Manajemen Bencana yang terintegrasi; dan 2) yang kedua (kebetulan saya Manajer Programnya) adalah Peningkatatan Kesadaran Masyarakat dan Peningkatan Kapasitas Pemerintah Daerah dalam Pengurangan Risiko, kegiatan ini menjalin kemitraan yang semakin kuat antara Masyarakat dan Pemda serta kampanye kesiapsiagaan, program ini bertajuk DRR ACGC.

Nah salah satu kegiatan yang program saya lakukan adalah membuat peta evakuasi yang nantinya akan disebarluaskan ke masyarakat Kota padang dan wisatawan lokal maupun mancanegara, peta ini haruslah peta yang mudah dibaca, difahami dan mudah dibawa. Dalam peta itu juga akan memuat pesan-pesan kesiapsiagaan.

Bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Kota Padang dan GTZ, Mercy Corps sudah memulai langkah-langkah yang diperlukan. Tim Mercy Corps dalam pembuatan peta ini adalah:
1. Ujang Dede Lasmana, DRR ACGC Program Manager
2. Ellen, Mahasiswa Canada yang sedang magang di Mercy Corps dan kebetulan ahli GIS
3. Wawan, Team Leader untuk Kampanye Peningkatan Kesadaran
4. Iwan, Pelaksana Proyek bidang Kampanye Peningkatan Kesadaran
5. Olla, Pelaksana Proyek wilayah Padang.

Mengikuti langkah BPBD dan GTZ, maka tanggal 23 & 24 Juni 2010 akan diadakan workshop pemetaan yang hasil akhirnya adalah akan dihasilkannya 2 jenis peta, yaitu 1 untuk masyarakat (peta A), dan 1 untuk pemerintah sebagai bahan penentuan RTRW (peta B). Hasil dari peta inilah yang nantinya akan digunakan sebagai bahan dasar pembuatan peta lipat evakuasi. Selanjutnya akan dilakukan Pemetaan Partisipatif untuk pembuatan peta tingkat Kelurahan.

Selanjutnya bagaimana nasib peta ini, akan dilanjutkan setelah workshop tanggal 23 & 24 Juni 2010, soalnya sup kakinya sudah datang nih.


Sup Kaki itu ternyata seperti makan kaki Chomper
Dahsyat!!!! Sup Kaki itu memang Duahsyat …
Kedatangan sup kaki membuat kepanikan kami, kepanikan yang disebabkan ukuran kaki yang besar, sup itu menyertakan tulang kaki sapi bukan hanya dagingnya. Besar-besar kaki sapinya, kuahnya melimpah. Tidak biasanya sup kaki seperti ini.

Segera saja kami masing-masing mencari wadah yang cukup untuk kuah dan kaki itu, ternyata tidak ada satupun mangkuk yang mampu menampungnya, akhirnya improvisasi berlaku. Segera saya ambil wadah plastik besar, dan panji menggunakan ceret air untuk tempat sup kakinya, yang lain menggunakan wadah yang cukup besar juga.

Sedotan (pipet) menemani makan kami, bukan untuk menyedot minuman, namun untuk menyedot sumsum kaki sapi, hmmmmmmm nikmatnya membuat lidah kami menari-nari.

Kenikmatan menyedot sumsum membuat kami semua merasakan hal yang sama dari rasa nikmat yang wuaaaaaaaaah indahnya.

Pak Wahyu sangat menikmati tulang yang dimilikinya. Ai dengan nikmatnya menarik daging dari tulang dan Panji dengan semangatnya menuang kuah sup dari ceretnya.

Akhirnya, tulang-tulang itu bersih putih dari segala yang menempel (daging, urat, sumsum).

Ternyata masih ada sesi lain setelah makan sup, Indra masih juga menyikat KFC yang dibawa oleh Dewi. Saya dan Panji juga nyobain sih, dan Yeni juga menikmati sup dari KFC. Wah wah hari itu “makan” day yah?

Puas sekali makan sup kaki yang seharga 18.000 ini, ditambah kedatangan jeruk sebagai penurun kolesterol.

Ayo datang ke Padang dan nikmati Sup Kaki


Tulisan ini sudah dimuat disini
Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih.

GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

15.2.10

Air Ambulance, MAT & Satgana PMI

PMI berencana membentuk tim udara, sebuah tim yang nantinya dapat diturunkan secepat mungkin ke daerah bencana yang sulit dijangkau sekalipun. Hal ini dikarenakan tim udara ini nantinya akan diperkuat dengan helikopter PMI. Tim ini seperti PasKhas-nya TNI AU. Bertanggung jawab menyelamatkan jiwa korban bencana dan emerjensi.

Melihat kebutuhan terhadap tanggap bencana dan emerjensi di negara kita Indonesia, negara dengan julukan Laboratorium Bencana. Maka tidaklah mengada-ada atau seperti punguk merindukan bulan atau mengkhayal saja, karena geografis kepulauan Indonesia, dan bentuk yang berbukit-bukit serta sarana transportasi yang menyedihkan membuat rencana ini seperti pucuk dicinta ulampun tiba.

PMI yang didukung ribuan sukarelawan yang siap ditugaskan kapanpun dan kemanapun seperti tulisan dr. Takashi Nagai:
Dengarlah! …
Di bawah serangan udara
yang paling hebat sekalipun
kami dengan gagah berani
keluar menolong korban yang berjatuhan.
Kami menjalankan tugas
sesuai dengan
semangat Palang Merah.
Kami bersedia pergi kemana saja
dan kapan saja
untuk memberikan pertolongan ...

juga didukung oleh staff yang handal dan pengurus dibawah kepemimpinan H.M. Jusuf Kalla yang siap berkorban dan berupaya semaksimal mungkin, mencoba melaksanakan yang terbaik bagi sesama.

Keterampilan Tim
Keterampilan dasar bagi tim udara tersebut, sudahlah bisa dikatakan sudah cukup – walaupun tetap saja perlu di tingkatkan (di atas langit masih ada langit). Terutama keterampilan menolong sesama. Namun keterampilan yang terkait dengan keangkasaan, misalnya bagaimana memberikan pertolongan di udara yang merupakan bukan habitat manusia, dan juga implikasi dari penerbangan. Dimana dituntut suatu kondisi yang sangat fit bagi tim. Bayangkan, mereka bekerja di lingkungan yang oksigennya lebih tipis daripada daratan. Nah untuk ini PMI harus bekerjasama dengan TNI AU terutama dinas kesehatannya yang berpengalaman dalam pertolongan di angkasa.

Juga diperlukan suatu keterampilan bagi tim dukungan darat (ground handling), misalnya mempersiapkan lokasi pendaratan helikopter, terutama koordinatnya.

Nah kebutuhan bagi tim darat ini adalah kemampuan menentukan koordinat dan kemampuan menginfokan koordinat kepada tim udara. Kebutuhan keterampilan dukungan darat ini haruslah diperhatikan, tidak hanya merekrut bagaimana anggota tim adalah mereka yang lulusan pelatihan Pertolongan Pertama atau Medical Action Team saja. Keberhasilan tim juga ditentukan kemana tim itu harus mengarah memberikan pertolongan, penjemputan pasien atau evakuasi udara darurat lainnya.

Salah satu alat yang sangat mudah untuk menentukan koordinat adalah alat penerima GPS.

Sudah siapkah PMI dengan tim dukungan darat ini? Jawabannya adalah siap! Karena tercatat PMI telah memiliki tidak kurang dari 200 pemeta dan 27 pelatih pemetaan yang handal mengoperasikan GPS dan sofware GIS-nya dalam segala kondisi.

Para pemeta ini sudah siap memperkuat tim udara PMI, tinggal bagaimana tim rekrutmen melihat kebutuhan keterampilan ground handling ini.

Mengirimkan komentar? Klik disini atau tulis dikotak yang telah disediakan atau kirim ke D.Astrajingga[at]gmail[dot]com.

5.2.10

PMI Boyolali: Pemetaan Risiko

Kegiatan pemetaan risiko bencana ini diadakan oleh PMI Cabang Boyolali dalam Program Pengurangan Risiko Bencana Terpadu Berbasis Masyarakat (Pertama) yang dilaksanakan di 2 desa Program, yaitu Desa Cluntang Kecamatan Musuk yang dilaksanakan pada tgl 21 – 26 Agustus 2009 dan Desa Wonodoyo Kecamatan Cepogo, pada tgl 27 – 31 Agustus 2009, yang dilaksanakan oleh Tim Sibat (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat) setempat.

Kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama PMI dan Palang Merah Denmark. Kegiatan sebelumnya yang telah dilaksanakan oleh PMI Cab. Boyolali diantaranya adalah, mulai dari survey wilayah, pelatihan Sibat, dan pengkajian risiko secara partisipatif. Pemetaan risiko tang dilaksanakan secara partisipatif ini bertujuan mendapatkan data daerah mana saja yang rawan bencana dan kapasitas apa yang dimiliki masyarakat setempat.

Guna mendapatkan gambaran dan data yang benar sesuai kenyataan yang ada, sukarelawan PMI (KSR dan Sibat) dengan dibantu koordinator Lapangan Program Pertama harus turun ke lapangan, mereka harus naik dan turun tebing dan lembah curam. Sehingga diperlukan tenaga yang banyak dan prima ditambah waktu kegiatan yang diberikan singkat sekali, terkadang sukarelawan ini memetakan sampai larut malam bahkan ada yang bermalam dilapangan.

Namun demikian kegiatan ini tidak menjadi kendala bagi Sukarelawan yang melaksanakan karena mereka tahu tugas yang dikerjakan adalah tugas kemanusiaan yang bertujuan untuk mengurangi risiko bencana.

Tulisan ini bersumber dari Warta PMI Jawa Tengah edisi Desember 2009 yang ditulis oleh Sdr. Kardie - Boyolali, dengan beberapa penyuntingan yang dianggap perlu, dengan tidak mengurangi esensi tulisan asli.

Untuk komentar Klik Disini.

30.12.09

Diklat GPS untuk PB di PMI Banjar Kalsel

PMI Banjar Martapura, Kalimantan Selatan, baru saja melakukan pelatihan yang bertajuk Pelatihan Pemetaan Risiko Pada Respon Bencana. Sebuah pelatihan yang mengintegrasikan pemanfaatan GPS dan GIS dalam manajemen bencana (khususnya respon dan upaya pengurangan risiko).

Pelatihan ini dikomandani oleh Jazuli, pada Jumat-Minggu, 25-27 Desember 2009.

Berikut laporan singkatnya:

LAPORAN KEGIATAN
Nama kegiatan : Pelatihan Pemetaan Risiko Pada Respon Bencana
Waktu : Jumat-Minggu, 25-27 Desember 2009
Tempat : Markas PMI Cabang Banjar
Peserta : KSR PMI Cabang Banjar
Jumlah Peserta : 20 orang
Fasilitator : PMI Cabang Banjar
Materi : 1. Manajemen bencana
2. Manajemen respon bencana
3. Peta dan Pemetaan
4. GPS dan Aplikasinya
5. Mapsource
6. Google Earth

Tujuan : 1. Penyegaran pelatihan pemetaan yang di dapat saat pelatihan CBRR
2. KSR PMI Cabang Banjar mampu membuat Peta risiko respon bencana
3. Peningkatan kapasitas relawan PMI Cabang Banjar

Hasil : 1. KSR PMI dapat menggunakan GPS untuk kegiatan navigasi dan pemetaan
2. KSR PMI dapat membuat Peta risiko respon bencana
3. KSR PMI dapat mengelola program map source dan google earth untuk kegiatan respon bencana.


Narasi kegiatan
1. Hari pertama kegiatan di mulai jam 08.00 pagi dengan materi manajemen bencana dan menajemen respon bencana. Sebagian dari peserta adalah anggota baru KSR PMI cabang Banjar sehingga memerlukan penekanan lagi dalam materi. Hal ini dapat di atasi dengan berbagi pengalaman dari teman-teman yang telah mendapatkan materi terdahulu. Setelah sholat jumat materi di lanjutkan dengan materi Peta dan Pemetaan . kegiatan berakhir jam 17.00.

2. Hari kedua kegiatan di awali dengan materi mengenal GPS, Map source dan google earth. Setelah makan siang dilanjutkan dengan praktek penggunaan GPS untuk navigasi. Kegiatan dilaksanakan di kecamatan Martapura

3. Hari ketiga kegiatan simulasi Pemetaan pada saat respon bencana. Kegiatan di laksanakan di daerah Lutfia Tunggal. Peserta berhasil menganalisis daerah bencana (dampak dan kapasitas yang masih ada) membuat jalus distribusi, posko PMI, lokasi Gudang, Pengungsian dan sumber air untuk pengungsian. Setelah makan siang peserta menganalisis data dalam bentuk map source dan google earth.


Hambatan :
1. Hujan pada saat praktek lapangan sehingga kesulitan dalam pengambilan data. Peserta membawa jas hujan untuk mengatasi hal ini.
2. GPS yang di gunakan hanya satu. Sehingga memperlambat proses kegiatan.i
3. Waktu hanya tiga hari sehingga tidak dapat menambah materi Arch view di pelatihan ini. Peserta sepakat untuk mempelajari arch view di bulan Januari.


Rekomendasi
1. PMI perlu menambah perlengkapan GPS untuk kelengkapan operasional. Terutama di mobil PMI.
2. Perlunya standar kurikulum untuk peta dan pemetaan.

Martapura, 29 Desember 2009
Fasilitator

M. Jazuli Rahman, S.Pd

Silahkan Klik Disini untuk memberikan komentar

Another Articles

Ready to Download

Silahkan Unduh Manual dibawah ini, bila dijadikan referensi mohon dicantumkan sumbernya.

Manual Mahir Memanfaatkan Peta Navigasi.net untuk Garmin Map 76 CSx, ETrex Vista HCx dan Nuvi Series dalam 30 Menit

Manual singkat yang berisikan langkah-langkah Instalasi dan memanfaatkan peta navigasi.net untuk GPS Garmin Map 76 CSx, ETrex Vista HCx dan Nuvi Series


Manual Mahir Garmin Map 76 CSx dalam 30 Menit

Manual singkat yang berisikan langkah-langkah penggunaan GPS Garmin Map 76 CSx


Manual Garmin HCx untuk Pemetaan Risiko Bencana

Manual yang berisikan langkah-langkah penggunaan GPS Garmin HCx untuk memetakan risiko bencana, dan juga berisi bagaimana mengolah data di MapSource setelah mendapatkan data GPS


Daftar Legenda dalam Pemetaan Risiko Bencana

Berisikan legenda-legenda yang ada dalam manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko digunakan dalam memetakan risiko bencana


Daftar Kebutuhan Pemetaan Risiko Bencana

Daftar yang berisikan keperluan-keperluan pemetaan risiko bencana yang biasa digunakan oleh PMI


Daftar Istilah dalam Pemetaan Risiko Bencana

Berisikan istilah-istilah yang ada dalam manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko digunakan dalam memetakan risiko bencana


Kamus SIGaP/ Dictionary of PGIS

Berisikan istilah-istilah yang digunakan dalam Sistem Informasi Geografis Partisipatif, keluaran PPGIS/IAPAD


Diagram Alur Pemetaan Risiko Bencana

Diagram alur pemetaan risiko bencana yang biasa digunakan oleh PMI


Formulir Hazard

Formulir Hazard/Ancaman yang biasa digunakan oleh PMI


Formulir Isian

Formulir Isian dalam pemetaan risiko yang biasa digunakan oleh PMI




Daftar di bawah ini merupakan Bab-bab yang ada dalam Buku Manual Sistem Informasi Geografis Partisipatif (SIGaP): Pemetaan Risiko yang dilakukan secara Partisipatif

Bab 2: GPS

Bab 2 dari buku Manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko, yang merupakan buku pertama dalam rangkaian buku Pemetaan Risiko. Berisikan dasar-dasar GPS dan hubungannya dengan Risiko Bencana


Bab 4: Analisa Data

Bab 4 dari buku Manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko, yang merupakan buku pertama dalam rangkaian buku Pemetaan Risiko. Berisikan bagaimana menganalisa data yang sudah didapat dalam pemetaan di lapangan oleh Sukarelawan PMI


Bab 5: Membuat Peta Tumpang Susun/Overlay, Peta Dinding, dan 3 Dimensi

Bab 5 dari buku Manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko, yang merupakan buku pertama dalam rangkaian buku Pemetaan Risiko. Berisikan bagaimana membuat peta tumpang susun, peta dinding, dan peta 3 Dimensi. Langkah ini merupakan langkah berikutnya setelah pengolahan data dengan MapSource


Bab 6: Google Earth

Bab 6 dari buku Manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko, yang merupakan buku pertama dalam rangkaian buku Pemetaan Risiko. Berisikan dasar-dasar pemanfaatan Google Earth dalam pemetaan Risiko

Ready Downloaded List: Mapping Software

Download Google Earth
Google Earth Versi 6.2

Unggah Google Earth versi terbaru



Download MapSource Mutakhir MapSource software version 6.16.3

Tingkatkan MapSource anda dengan piranti lunak MapSource terbaru dari sumber aslinya



Up Date software unit Garmin Anda Up Date Software Garmin Anda

Tingkatkan Performa GPS Receiver Garmin anda dengan piranti lunak dari sumber aslinya

Reader