PGIS in Jawa Barat, Indonesia
Pemetaan di Jawa Barat Oleh Sibat (Tim Siaga Bencana dan Upaya Pengurangan Risiko Tk. Desa). Menjadikan senior citizen sebagai sumber informasi
Blog ini dibuat sebagai tempat Ujang mengeluarkan pendapat dan ide untuk memasyarakatkan pendekatan Participatory Geographical Information System (PGIS) atau dalam bahasa Indonesianya Sistem Informasi Geografis Partisipatif (SIGaP) dalam kegiatan-kegiatan Pengurangan Risiko Bencana dan Masalah-masalah Kesehatan Berbasis Masyarakat Selain memuat pemikiran Ujang, blog ini juga memuat pemikiran orang lain yang sesuai dengan tujuan blog ini.
Daftar Koordinat PMI se-Indonesia (last edit 26/06/09)
Banyak teman-teman yang ingin berkunjung ke markas PMI dimanapun ia berada, namun ketersediaan info mengenai alamat dan lokasi persisnya masih belum tersedia.Silahkan cek apakah Markas PMI rekan-rekan sudah ada di daftar? Bila belum, dan rekan-rekan mengetahui koordinatnya, tolong infokan ke saya. Terima kasih.
Klik disini untuk melihat koordinat/please click here for coordinate
Qiblah Direction/ Arah Kiblat
Untuk kawan-kawan yang ingin mengetahui koordinat Ka'bah untuk arah Shalat yang Insya Allah Tepat silahkan klik tautan ini. Selamat Menunaikan Ibadah Shalat & Ramadhan
Qiblah Direction/Arah KiblatMungkin tulisan berikut ini yang dimuat disini dapat membantu kita memahaminya.
There is a reason why many women (not all! but many) have trouble reading maps. The brains of men and women function in markedly different ways, which means they really do think differently, according to researchers from the University of California, Irvine and the University of New Mexico.
The human brain is composed of two types of tissue--gray matter and white matter. While men and women have about the same amount of gray matter and white matter, men appear to use more gray matter, while women use more white matter. Before we proceed further, it's important to note that while the two genders may think differently, this does not affect their intellectual performance or overall intelligence.
The study: Using magnetic resonance imaging equipment, the researchers performed a series of brain scans on 26 female and 22 male volunteers, all of whom were in good health and had no history of brain injury. The average IQ scores of the two genders were similar. The brain scans occurred while the volunteers carried out tests designed to assess their general intelligence.
The results: The human brain--male or female--is composed of about 40 percent gray matter and 60 percent white matter. When given intelligence tests, men used 6.5 times more gray matter than women, while women used nine times as much white matter.
What is the difference between gray matter and white matter? Gray is central to processing information and plays a vital role in aiding skills such as mathematics, map-reading, and intellectual thought. White matter connects the brain's processing centers and is central to emotional thinking, use of language, and the ability to do more than one thing at once. Because women use less gray matter--critical to map-reading--they tend to have more difficulty with this skill than men.
"This may help explain why men tend to excel in tasks requiring more local processing, like mathematics and map-reading, while women tend to excel at integrating information from various brain regions, such as is required for language skills," co-study author and neuropsychologist Rex Jung of the University of New Mexico told the Daily Telegraph. "These two very different pathways and activity centers, however, result in equivalent overall performance on broad measures of cognitive ability, such as those found on intelligence tests."
This isn't the first study to assail women's map-reading skills. Previous research has also shown that women have weaker spatial awareness than men, which makes it more difficult for them to read maps. But women outshine men when it comes to vocabulary. In childhood, girls' vocabulary develops more quickly than that of boys; by adulthood, women can speak 20,000 to 25,000 words a day compared to a man's 7,000 to 10,000.
"These findings suggest that human evolution has created two different types of brains designed for equally intelligent behavior," co-author and psychology professor Richard Haier of the University of California, Irvine told MSNBC.
The study findings were published in the online edition of the journal NeuroImage.
Comment?/Komentar here/disini

Film ini berkisah tentang sekelompok anak muda yang tergila-gila dengan GPS dan percaya bahwa dengan GPS bisa mendatangkan uang.
Pada saat mereka tertantang untuk mencari koordinat "harta karun" mereka menemukan serangkaian foto wanita yang diculik dan disiksa.
Ada pembunuhan dalam permainan ini, demikian kesimpulan salah satu anggota. Juga ada kesimpulan foto-foto itu hanyalah bagian dari permainan.
Film yang lumayan menegangkan ini bisa menjadi pilihan tontonan lain.
Film debutan tahun 2007, dibintangi: Daniel Magill, Paul Proios. Sutradara: Eric Colley. ▲

PMI dalam Mengurangi Risiko Dampak Bencana telah melaksanakan Program Pengurangan Risiko Terpadu Berbasis Masyarakat (PERTAMA) sejak tahun 2002 di 13 provinsi yaitu di Lampung, Sumatera Barat, Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Sulawesi Utara. Program PERTAMA merupakan program berbasis masyarakat yang mendorong pemberdayaan kapasitas masyarakat untuk menyiagakan diri dalam mengurangi risiko dan dampak bencana yang terjadi di lingkungannya. Tahapan Program PERTAMA Secara kronologis, Program PERTAMA dimulai dengan seleksi area. Daerah yang dipilih adalah yang dinilai paling rawan bencana dan adanya komitmen dari masyarakat untuk mengembangkan kemampuan dan sumber dayanya. Selanjutnya PMI bersama masyarakat melakukan VCA (Vulnerability and Capacity Assessment) atau Kajian Kerentanan dan Kapasitas dengan menggunakan alat PRA (Participatory Rural Appraisal). Survei dasar (baseline) dan PSK (Pengetahuan, Sikap, dan Ketrampilan), serta pemetaan risiko (PGIS based) menjadi tahap berikutnya untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan masyarakat di lokasi-lokasi Program PERTAMA akan dilaksanakan.
Pengembangan kapasitas
Untuk meningkatkan kapasitas PMI dan masyarakat dalam menjalankan Progam PERTAMA, PMI merekrut dan melatih Korps Sukarela (KSR) serta Tim Sibat (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat) yang ada di masyarakat. Korps Sukarela dan Tim Sibat bersama masyarakat melakukan pemetaan ancaman, kerentanan, risiko, dan kapasitas, yang menjadi salah satu bahan pembuatan rencana aksi. Rencana Aksi Pengurangan Risiko dibuat secara bottom up dan melibatkan partisipasi penuh dari masyarakat, kemudian diadvokasi dan disosialisasikan kepada Pemerintah Daerah setempat untuk mendapatkan dukungan teknis dan pendanaannya. Pencapaian Program PERTAMA Penanggulangan Bencana. Masyarakat telah meningkat kemampuannya sebagai first responder dalam tanggap darurat dan melaksanakan mitigasi terhadap bencana. Berbagai upaya pendidikan, pelatihan, dan simulasi telah dilakukan untuk memperkuat ketrampilan membuat peta rawan bencana, menentukan jalur evakuasi dan sistem peringatan dini berbasis masyarakat. Pengembangan Kapasitas. Pendidikan dan pelatihan berjenjang diberikan kepada staf dan relawan PMI, sehingga mereka mampu melakukan upaya penyadaran dan mobilisasi masyarakat, melakukan sosialisasi dan advokasi, sekaligus menjalin kemitraan dengan Pemerintah Daerah dan para pemangku kepentingan. Kesehatan. Dengan fasilitasi dari KSR dan Sibat, telah dilakukan upaya penyadaran mengenai hidup bersih dan sehat, perbaikan sarana air bersih, pencegahan penyakit yang disebabkan oleh sanitasi buruk, lingkungan yang kotor, air limbah, dan lain-lain. Ekonomi. Walaupun pengentasan kemiskinan bukanlah bidang kegiatan dari PMI, akan tetapi sebagai salah satu upaya untuk mengurangi kerentanan masyarakat, maka sumber-sumber penghidupan masyarakat perlu dilindungi.
Implementasi
Program PERTAMA di PMI Cabang Jakarta Barat dan Jakarta Timur telah mendorong terbentuknya koperasi serta tabungan di masyarakat sebagai upaya pengurangan risiko di bidang ekonomi. PMI Cabang Lampung Barat mencoba mengatasi ancaman tanah longsor di Desa Suoh dengan menanami lereng dengan bambu dan pohon-pohon perdu. Dan di Kabupaten Polewali Mandar, masyarakat melakukan penanaman pohon bakau di sepanjang pantai untuk mengatasi ancaman abrasi. Sejak munculnya bencana sebagai dampak dari perubahan iklim, pada tahun 2005 Program PERTAMA mendapat dukungan Red Cross/Red Crescent (RD/RC) Climate Center berkomitmen untuk membantu masyarakat dalam mengembangkan kapasitas dalam mengintegrasikan komponen perubahan iklim melalui kegiatan penyadaran, aksi, advokasi, dan analisis. Pengarustamaan. Konsep, strategi, dan pendekatan Program PERTAMA telah diintegrasikan dalam Rencana Strategis PMI tahun 2004-2009. PMI juga telah melakukan pengembangan manual dan panduan pelatihan PERTAMA, manual dan panduan pelatihan VCA, manual dan panduan pelatihan Pemetaan, serta media KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) untuk mendukung perubahan perilaku masyarakat. (DM)▲
An interactive crime map that allows members of the public to compare offending rates in neighbourhoods across England and Wales has been launched online.The Crime Map colour-codes areas based on the level of reported crime and gives detailed information on the rate of burglaries, robberies, violent and vehicle crimes, and other anti-social behaviour.
The service is intended to boost confidence in local policing by giving the public a clearer picture of the level of offending where they live.
It was developed by the National Policing Improvement Agency (NPIA) along with forces across England and Wales on behalf of the Home Office.
Policing and crime minister David Hanson MP said: "Crime maps are a key part of delivering neighbourhood policing and giving communities access to information like this not only improves public confidence but ensures police are responding to local people's needs.
"We know the public want this information, which will allow them to hold the police to account and help create an even more responsive and effective service.
"Neighbourhood police teams already serve every community in England and Wales and the Crime Map is another example of how we are building greater links between the police and the people they serve."
The interactive map allows users to zoom in on any area of England or Wales and find out about crime levels in their village, town, city or region.
Residents can also use the map to compare one police area with another, assessing crime figures over a three-month period against the same period for the previous year.
Steve Mortimore, deputy chief executive of the NPIA, said: "The national Crime Map is a vital step forward in giving the public more information about crime in their areas to increase confidence in the service they receive from the police.
"Fear of crime is known to outstrip the reality. The Crime Map will give people the facts about local crime and what forces are doing about it.
"It is a crucial way of improving the efforts to tackle local crime, since communities that are involved in policing help reduce crime and bring more offenders to justice."
From: http://uk.news.yahoo.com/5/20091020/tuk-online-maps-let-public-compare-crime-45dbed5.html
Judul Buku: Google Earth
Penulis: Yeyep Yousman
Penyunting: Fl. Sigit Suryantoro
Penerbit: CV.Andi, Yogyakarta
Cetakan:
XII + 148 hlm,; 14X21 cm
ISBN 978-979-29-0371-3
Tapi, bagimana dengan keuangan dan waktu yang terbatas? Jangan Khawatir!
Google Inc. telah meluncurkan 2 aplikasi GIS, yakni Google Earth dan Google Maps yang memungkinkan Anda mengunjungi berbagai tempat di dunia tanpa harus beranjak dari depan komputer Anda.
Kedua aplikasi tersebut menawarkan banyak fitur menarik yang mengasyikkan untuk ditelusuri lebih jauh.
Nah buku ini siap memandu Anda mengeksplorasi berbagai tempat di dunia dengan kedua aplikasi tersebut, baik untuk sekedar menghibur diri maupun untuk tujuan lain yang lebih serius. Selamat mencoba!
Judul Buku: Menjelajah Dunia dengan Google Earth & Maps
Penulis: Efisitek.com
Penyunting: Ngadiyo
Penerbit: CV. Yrama Widya
Cetakan: pertama, Desember 2006
184 hlm,; 12,5X19,5 cm
ISBN 979-543-493-4
Semuanya bisa kita nikmati di Google Earth, sebuah software yang memetakan permukaan bumi dari berbagai posisi yang dikumpulkan dari pemetaan satelit dan foto udara dalam bentuk tiga dimensi. Melalui salah satu fiturnya,kita bisa mengelilingi bumi seolah-olah menerbangkan pesawat terbang. Bahkan, dengan software ini juga kita bisa menjelajahi ruang angkasa secara maya.
Buku ini mejelaskan berbagai fitur yang dimiliki Google Earth secara sederhana, sehingga bisa dijadikan panduan bagi Anda yang baru menggunakannya
Judul Buku: Mengoptimalkan Peta Dunia Interaktif di Internet
Penulis: Andy Krisianto
Penyunting: Sudarma S.
Penerbit: mediakita
Cetakan: pertama, 2008
VIII + 128 hlm,; 15X23 cm
ISBN 979-794-140-X▲
Komentar? Klik Disini
Sebuah gempa kuat meletup tepat pada Jumat sore, 16 Oktober 2009 pukul 16:52 WIB. Data dari USGS National Earthquake Center menyebut magnitudenya Mw 6,1 skala magnitudo dengan kedalaman sumber 50,6 km di bawah pulau Panaitan. Sebuah pulau gunung api yang telah mati dengan kaldera besarnya (yang diameternya lebih kurang 10 km) membuka ke selatan yang terletak di lepas pantai Semenanjung Ujungkulon.Gempa melepaskan energi sebesar 21 kiloton TNT atau sama dengan energi yang dihasilkan ledakan bom nuklir Hiroshima. Getaran gempa menjalar hingga sejauh 484 km dari episentrum. Atau hingga mencapai kota Cilacap di sebelah timur serta Palembang dan Bengkulu di utara. Namun, getaran yang benar-benar bisa dirasakan manusia (yakni pada intensitas 3 MMI) sebenarnya hanya menjalar hingga 230 km dari episentrum.
Dilihat dari kedalaman sumbernya gempa ini sebenarnya dihasilkan dari patahnya bagian lempeng Australia di kawasan Selat Sunda yang sudah menukik ke dalam mantel Bumi setelah melewati batas pertemuan (zona subduksi) dengan lempeng Sunda yang menjadi dasar berdirinya Kepulauan Indonesia bagian barat. Bagian yang patah itu luasnya sekitar 20 x 10 km persegi. Bukan hanya patah saja bagian tersebut kemudian bergeser naik miring ke atas sejauh 30 cm.
Nah, gempa yang 'cuma' dihasilkan dari patahnya lempeng Australia ini secara teknis disebut gempa dalam lempeng alias gempa intraplate. Kosa kata gempa intraplate melejit belakangan ini tatkala hampir 2 bulan silam kawasan Jawa Barat bagian selatan diguncang oleh gempa kuat dengan Mw 7,0 skala magnitudo. Dan, belum lepas dari ingatan kita betapa Padang dan sekitarnya diharubirukan oleh gempa kuat dengan Mw 7,6 skala magnitudo yang ternyata juga jenis gempa intraplate.
Jauh hari sebelumnya kita pun pernah dikejutkan oleh gempa intraplate yang lain. Tepatnya pada 9 Agustus 2007 dengan Mw 7,5 skala magnitudo yang bersumber pada kedalaman 290 km di Laut Jawa lepas pantai Indramayu.
Mengapa belakangan ini sering muncul gempa intraplate di Indonesia? Jawabannya belum diketahui. Jangankan sumber gempa yang cukup dalam dan tersembunyi. Sumber gempa yang nampak di permukaan bumi pun seperti zona-zona subduksi dan patahan-patahan aktif di sekujur Kepulauan Indonesia pun belum banyak diketahui meskipun 60% pusat pemukiman penduduk di negeri ini berdiri di atas daerah patahan.
Bumi ini dan lebih khusus lagi Kepulauan Indonesia memiliki dinamikanya yang tersendiri. Dan, salah satu produknya adalah gempa yang jadwal waktunya tidak berkelit berkelindan dengan jadwal waktu ala manusia. Tunggu tunggu tunggu dan tiba-tiba drrrrr.
Ilmu pergempaan sudah seabad lebih bergumul dengan teori dislokasi elastik untuk mengkaji sifat-sifat sumber gempa dan sekaligus memprediksi kapan penumpukan tekanan dalam suatu sumber gempa akan melampaui batas daya tahan batuan di tempat tersebut. Namun, sebagian seismolog belakangan mengakui bahwa waktu terjadinya gempa di satu sumber lebih sering bersifat acak (random) dan cenderung berkelompok (cluster) pada selang waktu tertentu ketimbang mengikuti jadwal waktu ala teori dislokasi elastik.
Makanya meramal waktu kejadian gempa adalah nonsense dalam pengetahuan masa kini. Bila kita sering dihebohkan dengan isu akan munculnya gempa besar dalam magnitude tertentu dalam waktu tertentu, seperti yang telah menciutkan ribuan orang di Banten, Lampung, Surabaya, dan Bantul beberapa waktu lalu, sekali lagi itu adalah nonsense.
Ketidakmungkinan manusia memprediksikan waktu kejadian sebuah gempa dengan hasil yang akurat sebagaimana kita memprediksikan cuaca membuat kesiapsiagaan terhadap gempa merupakan hal esensial yang harus dilakukan secara terus-menerus. Bukan sekedar hangat-hangat tahi ayam.
Gempa Ujungkulon lalu, secara teoritis, hanya menghasilkan guncangan maksimum sebesar 6 MMI saja, yang getarannya baru dalam taraf sanggup meretakkan bangunan. Namun, belum merubuhkannya. Dan guncangan 6 MMI ini sejatinya hanya terasakan di kawasan Taman Nasional Ujungkulon. Namun, gempa yang 'ringan' ini, semoga menjadi pembuka mata hati kita bahwa kewaspadaan terhadap gempa adalah keniscayaan. Bahwa bumi terus bergerak di dalam sana dengan segala tingkah laku yang belum sepenuhnya kita pahami. Namun, getarannya sudah terlalu sering kita rasakan▲
Ma'rufin Sudibyo
Jl Nanas C-4 Jadimulya Cirebon
marufins@yahoo.com
0817727823
Tulisan ini dimuat di www.detik.com
Komentar? Klik Disini
Disclaimer
Tulisan Saya di Blog ini tidaklah mewakili organisasi tempat saya bergabung saat ini dan juga organisasi sebelumnya.
Segala akibat (misalnya hilangnya data, ketidaktepatan koordinat, dll) terkait digunakannya tips yang ada di Blog ini adalah diluar tanggung jawab saya. Tips dibuat berdasarkan pengalaman saya.
Segala akibat (misalnya hilangnya data, ketidaktepatan koordinat, dll) terkait digunakannya tips yang ada di Blog ini adalah diluar tanggung jawab saya. Tips dibuat berdasarkan pengalaman saya.



