18.7.09

Participatory Risk (Photo) Mapping in Bengkulu (PMI CBDP Training)

PMI Daerah Bengkulu mengadakan pelatihan KBBM, ditambah praktek dua hari untuk Pemetaan Risiko Partisipatif. Saya juga memperkenalkan pendekatan yang bukan hanya mengambil data spasial namun juga mengambil foto-foto yang terkait dengan risiko (hazard, kerentanan dan kapasitas).

Dimulai pada pagi hari (tanggal 16 Juli 2009), peserta dibagi beberapa kelompok (kelompok dibagi berdasarkan asal PMI Cabang). Selanjutnya ditentukan komandan kegiatan, Faizal dari PMI Kota Bengkulu ditunjuk menjadi komandan.

Setelah diberikan pengarahan kepada Faizal, kemudian Faizal bersama dengan masyarakat setempat (Kelurahan Teluk Sepang, Kec. Kampung Melayu Kota Bengkulu) membagi tugas. Pembagian tugas ini diantaranya adalah masyarakat mana yang akan mendampingi kelompok tertentu untuk melakukan pemetaan. Pembagian masyarakat berdasarkan pada dari mana dia berasal dan daerah mana yang lebih dikuasai.

Mereka diberi tugas:
1. Memetakan peta dasar (jalan, sungai, jalur listrik, dll.)
2. Perumahan
3. Sumber penghidupan (kebun, tambak, took, bengkel dll.)
4. Risiko (hazard, kerentanan, kapasitas, batas bencana, batas hazard)
5. Jalur evakuasi

Dalam kelompok dibagi tugas:
1. Siapa yang memimpin tim, sekaligus pembawa GPS (peserta).
2. Pencatat informasi (peserta) koordinat dan lokasi.
3. Penunjuk jalan (masyarakat).
4. Pengambil gambar (foto).

Foto yang diambil tidaklah sekedar mengabadikan suatu obyek, namun mereka harus juga mencatat koordinatnya (selanjutnya foto tersebut direname dengan koordinat lokasi, misalnya 02 34 24.05S 106 24 47.5E tempat penimbunan sampah liar).

Selama sekitar 6 jam mereka berburu informasi bersama masyarakat. Kelelahan, kepanasan akibat memetakan disekitar “pegunungan” penimbunan batu bara, kelucuan akibat tindakan seorang ibu setempat yang dengan gagahnya naik ke pohon petai dan memetik petainya, basah akibat menceburkan diri di genangan air saat memetakan batas kelurahan dan RT menjadi cerita yang tidak ada habisnya, terutama saat menceritkan apa yang dialami kawan setimnya. Ditambah lagi ada satu tim yang anggotanya banyak yang latah.

Dihari kedua mereka mengolah data dan dilanjutkan dengan pembuatan peta tumpang susun dan peta display. Dimulai dengan pembagian tugas diantara anggota kelompok, mereka bekerja dengan semangat yang “masih” menyala ditambah dibawah pendampingan Muzairi yang mantan Korlap Program KBBM dari PMI Cab. Lampung Barat. Bantuan Muzairi sangat membantu saya dalam melaksanakan tugas kali ini.

Pada peta display mereka menempelkan foto-foto yang mereka ambil kemarin sesuai dengan posisinya. Sehingga lengkaplah peta terpampang, gambar kelurahan pun terpajang.

Kegiatan dilanjutkan dengan presentasi hasil kerja masing-masing tim. Diskusi berjalan meriah karena banyak informasi baru tergali, dan ini berkat adanya pendekatan penggunaan foto dalam pemetaan.

Terima kasih kawan-kawan PMI se-Daerah Bengkulu, sampai jumpa di penugasan berikutnya.

[+/-] Selengkapnya...

7.7.09

Step By Step Instal Peta dari Navigasi.Net

Peta yang bersumber dari Navigasi.Net ternyata cukup lengkap dan banyak membantu saya saat Tour of Duty di daerah dan juga disaat saya mencari lokasi-lokasi semisal rumah sakit, dan PoI (Points of Interest) lainnya. Tinggal klik menu find, tentukan PoI-nya dan silahkan meluncur.

Berikut ini saya akan berbagi langkah-langkah untuk menginstal peta dari Navigasi.Net untuk GPS Garmin dan Mapsource.

Saya asumsikan anda sudah mendownload petanya, dan anda mendownload lengkap untuk versi penuh.

1. Klik dua ikon Navigasi.Net yang berwarna oranye dengan segitiga menunjuk ke bawah.


2. Tampil jendela konfirmasi untuk mendownload peta. (Saat tulisan ini dibuat, versi 1.59).


3. Klik Next

4. Tampil jendela License Agreement, klik I accept the agreement

5. Dilanjutkan dengan tampilnya kotak Maps Instalation. Pilih Install maps for MapSource application, untuk menginstalasi peta untuk aplikasi MapSource. Bila anda memilih ini maka MapSource anda akan memuat peta Indonesia lengkap.

Pilih Create Garmin map (GMAPSUPP.IMG), untuk membuat peta GPS Garmin anda.

Atau pilih keduanya, untuk mendapatkan peta MapSource dan peta Garmin. Saya memilih keduanya.

Kemudian Klik Next



6. Tampil jendela Select Destination Location, pilihlah tempat anda akan menyimpan instalasi peta.

Pilih MapSource Custumization yang sesuai, saya memilih Full custumize.

Klik Next.

7. Jendela Select Garmin Map Data Directory

Jendela ini untuk memilih mana yang akan anda install:
• Bila anda memilih Full custumize: Support : Rino, Nuvi series, Garmin Mobile XT, 60CSX, 76CSX, eTrex Vista
Original Road: direkomendasikan hanya untuk Garmin mobile PC
Basic: direkomendasikan untuk: Garmin model lama (tidak support untuk: 3D/Bird view map display)

8. Klik next, selanjutnya anda siap untuk menginstalasi.
9. Selamat mencoba.

Untuk menampilkan peta pada GPS
Lihat hasil instalasi pada directory yang anda pilih, cari file dengan ekstensi GMAPSUPP.IMG kemudian kopikan pada kartu memori GPS anda.

Untuk lebih lengkap Klik disini

[+/-] Selengkapnya...

4.7.09

Kenapa di GPS ETrex Vista HCx-ku Tidak Tampil Petanya?


Ada tiga alasan (paling tidak), yang membuat gps anda tidak menampilkan peta., yaitu: 1) Kartu memory tidak memuat file peta, 2) File peta pada kartu memory tidak kompatibel dengan GPS anda, dan yang ke 3) ini yang paling fatal, yaitu GPS anda tidak ada kartu memorinya (walah, jelas aja ga ada, hehehe).

Untuk nomor 1) dan 2), saya bisa Bantu, kalau nomor 3)? Wah ini anda sendiri yang bisa membantu. Yaitu dengan cara membeli kartu yang berisi file peta. Kartu tersebut adalah kartu Micro SD™ yang sudah di isi dengan file peta.

OK, kita ke nomor 1), bila kartu anda tidak berisi file peta maka anda harus mengisinya terlebih dahulu. Caranya adalah, hubungi tempat anda membeli gps anda dan tanyakan mengenai file peta tersebut. Bila penjualnya bijak maka dia akan memberikan file tersebut dengan Cuma-Cuma atau paling tidak memberikan alamat tempat anda bisa mengunduh file tersebut.

Untuk yang nomor 2), terkadang saya menjumpai file peta teman-teman tidak kompatibel untuk GPS Garmin. Nah file apa yang kompatibel dengan GPS garmin? File yang kompatibel dengan GPS Garmin adalah peta yang memiliki nama file dan ekstension gmapsupp.img.

gmapsupp.img
GPS Garmin hanya bisa membaca peta yang terdapat dalam folder Garmin dan file peta tersebut bernama gmapsupp.img.

Dengan kata lain, pastikan bahwa kartu memory anda terdapat folder yang bernama Garmin dan didalamnya ada file yang bernama gmapsupp.img. Bila file gmapsupp.img ada dalam kartu namun tidak didalam folder Garmin, maka GPS anda tidak akan membacanya dan selanjutnya tidak akan menampilkan peta pada GPSnya. Sehingga anda harus membuat folder Garmin dan memindahkan file gmapsupp.img ke dalam folder tersebut.

OK, mudah-mudahan tulisan saya bisa bermanfaat. Pesan saya untuk teman-teman yang memiliki masalah karena nomor 3), pastikan anda mendapat peta Indonesia lengkap + kartu Micro SD™ pada saat anda membeli GPS Garmin, ada beberapa penjual yang bisa memberikan secara gratis bila anda membeli GPS Garmin yang memiliki kapasitas slot untuk Micro SD™. Penjual itu misalnya Toko GPS TrackNavigate (Klik Disini).


Catatan: Gambar hanyalah ilustrasi, tidak ada hubungan penulis dengan perusahaan yang gambar Micro SD™ saya tampilkan.

[+/-] Selengkapnya...

2.7.09

(GPS on ERU Team Training) American Red Cross Builds International Disaster Response Skills



Recording a shelter location on a handheld GPS, preparing a disaster operation plan of action and then sending it via satellite phone, and dining on meals-ready-to-eat were just a few day-to-day realities of disaster responders—including an American Red Cross Relief Emergency Response Unit (ERU) member—in Peru last August.

"When the Red Cross or Red Crescent in another country asks for help, it's our responsibility to send people with the right preparation, skills and personal qualities ready to give immediate support," emphasized Tracy Reines, Director of International Disaster Response at the American Red Cross. "Field-based training is a key element of that preparation."

The American Red Cross has offered Relief ERU training since 2003—when the Relief ERU tool was launched—to enhance the skills of experienced disaster workers. This year, however, a new element was added to the training.

From April 20-26, the American Red Cross hosted its first joint Relief and IT & Telecommunications ERU training in Panama City, Panama.

"The Relief and IT & Telecommunications ERUs work closely together on disaster operations," said Travis Betz, Field Operations Officer for the American Red Cross, "bringing them together for this course creates a more realistic training environment and teaches collaboration, which is essential to a successful mission."

Many participants focused on relief—such as how to conduct assessments and coordinate distributions of relief supplies—while others concentrated on setting up and maintaining computer systems and emergency communications networks in the field. All participants learned how their work supports the local Red Cross or Red Crescent.

While the ERU training includes classroom discussions and presentations, it's the integrated, hands-on activities that add real value and distinguish the course from others.

"Our goal is to give participants a taste of the field," said Colin Chaperon, Field Operations Senior Associate. "Field exercises that simulate disasters allow participants to practice response skills, while showing patience, flexibility and resourcefulness required in these complex situations."

"The training was an incredible experience," confirmed Laura Hevesi, a participant in the training. "I know the lessons learned this past week, and there were many, will serve me for a long time to come."

As part of the largest humanitarian organization in the world, the American Red Cross never works alone internationally. This training was no different. The Danish Red Cross provided the curriculum and three facilitators for IT & Telecommunications portion. Last year, when the Danish Red Cross was forming its Relief ERU, the American Red Cross sent facilitators for their training. It's a classic case of sister societies helping each other out.

But partners aren't only sister national societies. Just as the American Red Cross relies on donor support during disasters like the Peru earthquake, donors also aid in preparing to respond.

When the American Red Cross had to send equipment—satellite phones, computers, hand-held radios, GPS, tents and cots—to Panama prior to the course, FedEx Corporation shipped our goods free of charge.

Three other donors—Delta Airlines, UPS and Daimler Financial—attended the course for two days as observers to learn just how in-depth and realistic the field-based course is.

"It was obvious that the Red Cross is a remarkably well-organized, experienced and professional organization that provides invaluable help to the community worldwide," commented Alice Benitez, a manager with UPS. "Equally remarkable was the human quality, dedication and passion of the individuals, both employees and volunteers, that were part of the training. Seeing it all come together in the field exercise was very inspirational."

From: http://www2.redcross.org/article/0,1072,0_332_7736,00.html

Gina Guinta, Information Analyst, American Red Cross

Friday, May 16, 2008

As part of the world's largest humanitarian network, the American Red Cross alleviates the suffering of victims of war, disaster and other international crises, and works with other Red Cross and Red Crescent societies to improve chronic, life-threatening conditions in developing nations. We reconnect families separated by emergencies and educate the American public about international humanitarian law. This assistance is made possible through the generosity of the American public.

[+/-] Selengkapnya...

1.7.09

GPS to improve ambulance response

Ambulance response times should get shorter now that a new global-positioning system has been put in place, making it easier for emergency dispatchers to get the closest ambulance to a medical emergency.

After a year of planning and intensive testing, the automatic vehicle-location system is operating in Metro EMS. Now, dispatchers at MetroSafe Communications can see, in real time, the location of every paramedic or emergency medical technician.

The system uses GPS technology that has been placed in every ambulance and paramedic fly-car to figure out what available unit is closest to a medical call being phoned in to the 911 center.

"We're trying to make things faster," said Dr. Neal Richmond, head of Metro EMS. "But not just get there fast, but get there smart."

With the help of the GPS locators, the computer can recommend which unit is closest and available.

Previously, medical personnel had to call in their ambulance locations. But that only provided a best estimate of where an ambulance might be at any time, leaving dispatchers to make an educated guess about where the closest ambulance to a call might be.

This system eliminates the guesswork, Richmond said.

Because of the GPS, dispatchers can now see icons on their computer screens that show the locations of the ambulance or fly-cars within 10 feet of the actual location. They can see if they are traveling on an interstate or stationed at their prescribed headquarters.

The computer automatically updates the locations every six seconds.
Because of that accuracy, that could shave seconds, or even minutes, off of response time, official say.

City officials invested $435,000 in the system, which was paid for in a capital allocation to EMS.

Richmond said that is about the cost of what the city would pay to put another ambulance in the system, but by spending the money this way, response times improve across the board.

Louisville is the first community in the commonwealth, and among the first large systems in the country, to start using this system.


Reporter Jessie Halladay can be reached at (502) 582-4081.


By Jessie Halladay • jhalladay@courier-journal.com • June 4, 2009

Ambulans PMI Kapan yah dilengkapi GPS biar pelayanan makin tepat waktu dan efisien dalam penggunaan BBM

[+/-] Selengkapnya...

Track Navigate GPS Store

Toko Peta

The World's Largest Map Store!

Manual Garmin HCx untuk Pemetaan Risiko Bencana

Manual yang berisikan langkah-langkah penggunaan GPS Garmin HCx untuk memetakan risiko bencana, dan juga berisi bagaimana mengolah data di MapSource setelah mendapatkan data GPS



Maps.com - World's Largest Maps Store!

5% off all orders!

The World's Largest Map Store!

Artikel Terbaru/New Article

Komentar Terbaru/New Comment

Daftar Koordinat PMI se-Indonesia (last edit 26/06/09)

Banyak teman-teman yang ingin berkunjung ke markas PMI dimanapun ia berada, namun ketersediaan info mengenai alamat dan lokasi persisnya masih belum tersedia.

Silahkan cek apakah Markas PMI rekan-rekan sudah ada di daftar?

Klik disini untuk melihat koordinat/ please click here for coordinate

Untuk rekan-rekan saya masih butuhkan bantuannya untuk koordinat PMI-nya yah, terima kasih

Daftar Tulisan

Virtual Library/Perpustakaan Maya

Silahkan Unduh Manual dibawah ini, bila dijadikan referensi mohon dicantumkan sumbernya.

Manual Garmin HCx untuk Pemetaan Risiko Bencana

Manual yang berisikan langkah-langkah penggunaan GPS Garmin HCx untuk memetakan risiko bencana, dan juga berisi bagaimana mengolah data di MapSource setelah mendapatkan data GPS


Daftar Legenda dalam Pemetaan Risiko Bencana

Berisikan legenda-legenda yang ada dalam manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko digunakan dalam memetakan risiko bencana


Daftar Kebutuhan Pemetaan Risiko Bencana

Daftar yang berisikan keperluan-keperluan pemetaan risiko bencana yang biasa digunakan oleh PMI


Daftar Istilah dalam Pemetaan Risiko Bencana

Berisikan istilah-istilah yang ada dalam manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko digunakan dalam memetakan risiko bencana


Kamus SIGaP/ Dictionary of PGIS

Berisikan istilah-istilah yang digunakan dalam Sistem Informasi Geografis Partisipatif, keluaran PPGIS/IAPAD


Diagram Alur Pemetaan Risiko Bencana

Diagram alur pemetaan risiko bencana yang biasa digunakan oleh PMI


Formulir Hazard

Formulir Hazard/Ancaman yang biasa digunakan oleh PMI


Formulir Isian

Formulir Isian dalam pemetaan risiko yang biasa digunakan oleh PMI




Daftar di bawah ini merupakan Bab-bab yang ada dalam Buku Manual Sistem Informasi Geografis Partisipatif (SIGaP): Pemetaan Risiko yang dilakukan secara Partisipatif

Bab 2: GPS

Bab 2 dari buku Manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko, yang merupakan buku pertama dalam rangkaian buku Pemetaan Risiko. Berisikan dasar-dasar GPS dan hubungannya dengan Risiko Bencana


Bab 4: Analisa Data

Bab 4 dari buku Manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko, yang merupakan buku pertama dalam rangkaian buku Pemetaan Risiko. Berisikan bagaimana menganalisa data yang sudah didapat dalam pemetaan di lapangan oleh Sukarelawan PMI


Bab 6: Google Earth

Bab 6 dari buku Manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko, yang merupakan buku pertama dalam rangkaian buku Pemetaan Risiko. Berisikan dasar-dasar pemanfaatan Google Earth dalam pemetaan Risiko




Daftar dibawah ini Berisikan Film-film Mengenai GPS Garmin, dibuat secara amatir oleh pecinta GPS Garmin dan dimuat di YouTube

eTrex Vista HCx the Movie

Film mengenai eTrex Vista HCx dari YouTube, bermanfaat bagi pengguna eTrex Vista HCx


Garmin Oregon 300 is Waterproof the Movie

Film mengenai Garmin Oregon 300 dari YouTube, Test mengenai waterproof


Garmin Colorado 300 the Movie

Film mengenai Garmin Colorado 300 dari YouTube


Garmin Oregon 300 the Movie

Film mengenai Garmin Oregon 300 dari YouTube


Garmin Nuvi 205 the Movie

Film mengenai Garmin Nuvi 205 dari YouTube



Download Google Earth
Google Earth Versi 5.0

Unggah Google Earth versi terbaru



Download MapSource Mutakhir MapSource software version 6.15.6

Tingkatkan MapSource anda dengan piranti lunak MapSource terbaru dari sumber aslinya



Up Date software unit Garmin Anda Up Date Software Garmin Anda

Tingkatkan Performa GPS Receiver Garmin anda dengan piranti lunak dari sumber aslinya

National Geographic Indonesia

National Geographic Adventure Magazine

National Geographic Traveler

 

GPSmagazine.com

detiknews - detiknews