Slider-1-Title-Here

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor. Aenean massa. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Donec quam felis, ultricies nec, pellentesque eu, pretium quis, sem. Nulla consequat massa quis enim.

Slider-2-Title-Here

In enim justo, rhoncus ut, imperdiet a, venenatis vitae, justo. Nullam dictum felis eu pede mollis pretium. Integer tincidunt. Cras dapibus. Vivamus elementum semper nisi. Aenean vulputate eleifend tellus. Aenean leo ligula, porttitor eu, consequat vitae, eleifend ac, enim. Aliquam lorem ante, dapibus in, viverra quis, feugiat a, tellus. Phasellus viverra nulla ut metus varius laoreet.

Slider-3-Title-Here

Aenean imperdiet. Etiam ultricies nisi vel augue. Curabitur ullamcorper ultricies nisi. Nam eget dui. Etiam rhoncus. Maecenas tempus, tellus eget condimentum rhoncus, sem quam semper libero, sit amet adipiscing sem neque sed ipsum. Nam quam nunc, blandit vel, luctus pulvinar, hendrerit id, lorem.

Slider-4-Title-Here

dui quis mi consectetuer lacinia. Nam pretium turpis et arcu. Duis arcu tortor, suscipit eget, imperdiet nec, imperdiet iaculis, ipsum. Sed aliquam ultrices mauris. Integer ante arcu, accumsan a, consectetuer eget, posuere ut, mauris. Praesent adipiscing. Phasellus ullamcorper ipsum rutrum nunc. Nunc nonummy metus. Vestibulum volutpat pretium libero. Cras id dui.

Slider-5-Title-Here

Aenean tellus metus, bibendum sed, posuere ac, mattis non, nunc. Vestibulum fringilla pede sit amet augue. In turpis. Pellentesque posuere. Praesent turpis. Aenean posuere, tortor sed cursus feugiat, nunc augue blandit nunc, eu sollicitudin urna dolor sagittis lacus.

Lokasi Gempa

Gambar ini menunjukkan lokasi gempa terakhir di Indonesia

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Compass

Penunjuk Arah

GPS Constellation

A visual example of the GPS constellation in motion with the Earth rotating. Notice how the number of satellites in view from a given point on the Earth's surface, in this example at 45°N, changes with time.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Safety Training. Show all posts
Showing posts with label Safety Training. Show all posts

28.6.13

Mau Survive di Daerah Bencana? Begini Caranya

Sengaja ataupun tidak, kita bisa jadi berada di dalam situasi bencana atau kedaruratan. Beradanya kita di suatu daerah yang sedang kena bencana baik karena kita tinggal di daerah itu, bekerja di daerah itu atau sering pula kita berada di sana disaat kita sedang berwisata. Bertahan hidup merupakan kewajiban setiap insan manusia, juga fitrah dasar manusia.
Bertahan hidup atau penyintas yang dalam bahasa inggris dan umum digunakan adalah survival merupakan terus bertahan hidup atau orang yang mampu bertahan hidup (Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi tahun 2008). Banyak hal yang membuat kita tidak mampu mempertahankan kehidupan di daerah yang sedang dilanda bencana, mulai dari mengalami luka sampai gangguan kejiwaan. Oleh karenanya kita harus mengetahui bagaimana tekhnik bertahan hidup disana, dimana situasi yang ada sangat tidak dinamis dan kacau.
Survival sangat ditekankan pada keterampilan pribadi dalam menghadapi kesulitan-kesulitan yang dihadapi, bahkan ada teori yang menambahkan selain keterampilan pribadi adalah peralatan dasar untuk bertahan hidup.
Bagi para pekerja yang ditempatkan di daerah yang rawan bencana, namun bencana belum terjadi, haruslah memperhitungkan segala risiko yang ada sehingga bisa mereduksi risiko yang ada. Disini dibutuhkan keterampilan dan peralatan bertahan hidup baik individu maupun kolektif (kantor). Demikianpula bagi mereka yang tinggal di daerah rawan atau sering terjadi bencana, keterampilan dan peralatan bertahan hidup harus disiapkan di rumah tangga masing-masing, pun pada individu masing-masing. Sementara itu, bagi anda yang akan berwisata ke daerah yang memiliki kerawanan bencana atau kedaruratan, misalnya ke daerah gunung berapi atau daerah yang terpencil haruslah menyiapkan keterampilan dan peralatan sebelum pergi ke daerah tersebut. Pengetahuan pengenalan area bagi wisatawan sangatlah diperlukan. Kecakapan membaca peta dan lokasi adalah salah satu hal yang harus dimiliki oleh mereka yang ingin bertahan hidup.
Telah banyak buku teori survival di pasaran, namun umumnya buku-buku tersebut membahas bagaimana bertahan hidup di outdoor (gunung, rimba dan laut) akibat anda menjelajahi daerah atau kemping. Saya mencoba berbagi dalam tulisan ini teori bagaimana bertahan hidup di daerah bencana atau daerah yang sedang mengalami kedaruratan karena berbagai sebab.
PERSIAPAN BAGI PARA PEKERJA YANG DITUGASKAN DI DAERAH RAWAN BENCANA
Bagi Anda yang bekerja di daerah rawan bencana, kenali daerah tugas anda dari peta, sejarah kebencanaan dan topografi. Ini berguna untuk mengetahui ancaman yang pernah terjadi ataupun yang mungkin saja bisa terjadi.
Langkah berikut ini akan membantu anda dalam menyiapkan diri dan keterampilan bertahan hidup:
1. Identifikasi jenis-jenis ancaman bencana yang ada di daerah kerja Anda (misalnya Kota Jakarta : Banjir, Kota Padang: Gempa dan tsunami, dll.)
2. Siapkan mental dalam menghadapi segala jenis kedaruratan.
3. Pelajari tehnik bertahan hidup, anda bisa belajar dari anggota PMI, Pramuka, Pecinta Alam, Pekerja Kemanusiaan, dll.
4. Persiapkan peralatan dan perlengkapan survival.
5. Advokasi kantor Anda tentang pentingnya kesiapan survival bagi para pekerja, bila kantor Anda belum mempersiapkannya.
PERSIAPAN BAGI ANDA YANG TINGGAL DI DAERAH RAWAN BENCANA
Bagi Anda yang tinggal di daerah rawan bencana, persiapkanlah seluruh anggota keluarga Anda dan mereka yang tinggal di rumah Anda (kerabat keluarga, pekerja rumah tangga, pengasuh anak, dll) dengan keterampilan bertahan hidup dan peralatan atau perlengkapan survival. Menyediakan Tas Survival dan Tas P3K bagi keluarga banyak bermanfaat dan akan membantu upaya bertahan hidup Anda dan keluarga.
PERSIAPAN BAGI ANDA YANG AKAN BERWISATA ATAU BEPERGIAN KE DAERAH RAWAN BENCANA
Wisata atau perjalanan ditujukan untuk kita menikmati keindahan dan kebersamaan. Namun begitu, tidak sedikit kisah yang menceritakan mereka yang sedang wisata atau travel mengalami bencana (misalnya wisatawan di sekitar laut Andaman dan pesisir barat Aceh yang terpaksa menghadapi bencana gempa dan tsunami di tahun 2004, demikianpula disaat gempa menggoyang Yogya di tahun 2006). Bagaimana mempertahankan hidup diri dan keluarga menjadi tantangan bagi mereka.
Oleh karena itu prinsip “mengharapkan kesenangan dan bersiap dalam kondisi terburuk” haruslah diingat oleh kita yang akan berwisata atau travel.
PANDUAN UMUM BERTAHAN HIDUP
Persiapan mental
Mental yang kuat adalah kunci bertahan hidup, bagaimana caranya?
1. Asah terus semangat untuk tetap hidup, ingatlah mereka yang Anda cintai atau ingatlah pekerjaan yang belum Anda selesaikan J .
2. Kepercayaan diri dapat meningkatkan mental kita.
3. Gunakan akal sehat dalam melakukan tindakan atau berencana melakukan tindakan
4. Tetaplah bergerak, tetaplah bekerja, tetaplah melakukan aktivitas untuk menjaga mental positif Anda. Banyak yang bisa Anda lakukan: menolong sesama penyintas, mengkoordinir penyintas untuk dapat memenuhi kebutuhan dasar (misalnya menyiapkan dapur bersama dan sumber pangannya), ataupun hal-hal kecil dan ringan yang dapat membuat Anda tidak terlalu memikirkan kondisi sulit yang Anda alami.
5. Tetaplah berhubungan dengan sesama penyintas dan carilah bantuan kepada orang lain atau organisasi penolong.

Pelajari Tekhnik Bertahan Hidup
Tekhnik sederhana bertahan hidup dapat menyelamatkan Anda, misalnya:
1. Pengetahuan ekologi dan biologi, dari pengetahuan ini Anda bisa menyambung hidup dengan memenuhi kebutuhan hidup dasar, yaitu pangan dan minum.
2. Pengetahuan Pertolongan Pertama (P3K), luka merupakan pintu masuk kefatalan. Luka yang tidak tertangani dengan benar akan menyebabkan infeksi dan kemudian dapat mengganggu mental positif Anda.
3. Pengetahuan dasar cara membuat tempat perlindungan yang aman dapat menjamin keseharian.
4. Mulai saat ini bacalah buku-buku atau film tentang pengalaman orang-orang yang pernah berhasil bertahan hidup dalam situasi sulit (Google dan Youtube banyak menyediakan informasi ini).
Persiapkan peralatan dan Perlengkapan Bertahan Hidup
Peralatan dan perlengkapan sederhana dapat menyelamatka Anda. Untuk kepentingan individu, peralatan berikut yang bisa anda masukan ke dalam saku Anda bisa membantu situasi sulit:
1. Peluit
2. Senter kecil
Kenapa peluit bisa menolong Anda? Karena peluit bisa memberitahukan penolong dimana posisi Anda berada atau bisa menyelamatkan orang lain dengan menarik perhatian mereka dengan cara meniupnya. Para penolong sering berpatokan pada suara-suara yang ditimbulkan para penyintas (misalnya pada penyintas akibat bangunan runtuh dan ia terperangkap di dalam reruntuhan bangunan) demikianpula pada cahaya atau sinar yang bergoyang atau dipancarkan sedemikian rupa. Jadi peluit dan senter kecil bisa membantu Anda. Oleh karena itu perlengkapi diri Anda dan keluarga dengan dua benda kecil ini di sakunya.
Ada pedoman bagi para penolong (rescuer) bila ia melihat cahaya senter yang diarahkan ke atas atau ke jendela atau lubang menandakan bahwa disana ada orang yang sedang membutuhkan bantuan.

Untuk daftar isi tas survival dan tas P3K, nda dipersilahkan melihatnya disini.
Tulisan lain senada juga bisa dilihat disini, disini, disini, disini dan disini.
Demikian tulisan singkat saya semoga bermanfaat bagi Anda.

Picture from http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2010/01/15/article-1243540-07DCFE9B000005DC-496_964x659.jpg 



Share Me Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih. View My Profile on View ujang lasmana's profile on LinkedIn GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com



11.4.12

Pelatihan Pertolongan Pertama Kecelakaan Di Jalan Raya

PMI Kota Tangerang Selatan akan mengadakan pelatihan Pertolongan Pertama (PP) kecelakaan di jalan raya, nama resmi kegiatan ini adalah “Workshop Kegawatdaruratan Medis dan Tekhnik Pemasangan KED (Kendrick Ectrication Device)”. Pelatihan ini cocok diikuti oleh mahasiswa, bikers, polisi lalu lintas, sukarelawan penanggulangan bencana (Satgana, Tagana, dan kelompok sukarelawan lainnya), dan pekerja kemanusiaan di lembaga nasional maupun internasional.

Materi pelatihan mencakup:
1. Dasar Ilmu Urai dan Faal manusia
2. Kedaruratan Medis
3. Cidera Alat Gerak
4. Luka, Pendarahan dan Shock
5. Bantuan Hidup dasar
6. Pemindahan Penderita

Kemudian diikuti dengan simulasi laka lantas (kecelakaan lalu lintas), dengan materi:
1. Tekhnik melepaskan helm
2. Tekhnik Pemasangan Neck Collar
3. Tekhnik Pemasangan KED
4. Balut & Bidai
5. RJP (Resusitasi Jantung Paru)
6. Tekhnik Evakuasi dan Transportasi
7. Pembuatan Laporan

Instruktur pelatihan ini adalah dr. Siswo P. Santoso, Sp.F, beliau adalah rescuer dan instruktur berpengalaman dan pernah atau sedang bekerja diberbagai organisasi, misalnya Basarnas, Global Rescue, Arung Jeram Indonesia dan PMI.

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada 26 – 27 May 2012 di Tanah Tingal Adventure Camp, Jl Merpati Raya No. 32B, Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi Sdr. Rully di 0815 847 855 54.


Share Me

Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih.

View My Profile on View ujang lasmana's profile on LinkedIn

GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

23.10.11

Menset Radius Bahaya Letusan Gunung Api dengan GPS Garmin

Indonesia merupakan wilayah yang dikelilingi oleh rangkaian gunung berapi, rangkaian ini disebut dengan cincin api atau the ring of fire. Dalam sebulan bisa beberapa gunung berapi di Indonesia aktif dan mengancam masyarakat yang ada di sekitarnya. Sebut saja misalnya disaat tulisan ini dibuat, gunung Marapi di Sumatera Barat sedang menunjukkan ancamannya.

Disaat sebuah gunung berapi mengancam terjadinya bencana, ESDM melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) akan melansir jarak bahaya suatu daerah dengan pusatnya adalah kawah. Misalnya, 13 Km dari kawah adalah daerah berbahaya. Nah, para sukarelawan yang bertugas menyelamatkan jiwa para warga disekitar gunung itu harus tahu jarak ini, baik untuk keselamatan orang yang akan dibantunya, juga yang terpenting adalah keselamatan dirinya. Jangan sampai malah memasuki jarak bahaya sehingga keselamatan terancam. Bagaimana caranya? Kan sulit juga untuk mengukur jarak apakah dibawah 13 Km atau diatas 13 Km.

GPS dapat digunakan sebagai alat pemberi peringatan bila sukarelawan memasuki jarak kurang dari 13 Km ini. Saya contohkan adalah GPS Garmin keluarga Etrex dan Map.

Langkah-langkah tersebut adalah:
1. Ketahui koordinat kawah yang dilansir oleh PVMBG athttp://www.blogger.com/img/blank.gifau sumber lain yang bisa dipercaya. Menurut GeoHack Koordinat Kawah Marapi adalah: 0° 22′ 51.6″ S, 100° 28′ 22.8″ E. Dalam studi kasus berikut yang bersumber dari sini, daerah yang harus di jauhi adalah 3 Km dari kawah. Untuk daftar koordinat gunung berapi di Indonesia bisa dilihat disini sebagai acuan.

2. Masukkan koordinat gunung Marapi tersebut dengan cara:
a. Klik Mark
b. Ganti nomor di field atas dengan nama Marapi Kawah
c. Ganti Location dengan koordinat Kawah Marapi 0° 22′ 51.6″ S, 100° 28′ 22.8″ E
d. Klik OK
e. Data telah tersimpan

3. Buka halaman Main Meu > Klik Proximity, kemudian:
a. Pilih field yang masih titik-titik > klik > tampil halaman Find > klik Waypoints
b. Temukan Marapi Kawah > Klik
c. Klik Use yang terletak di kanan bawah
d. Tampil halaman Proximity Waypoints > pindahkan kursor ke field Radius pada baris Marapi Kawah > Klik
e. Ketikkan jarak bahaya yang pada studi kasus ini adalah 3 Km, bila sudah > klik OK (akan sangat arif bila anda tidak memasukkan jarak pas 3 Km, lebihkanlah, karena kondisi dilapangan bisa berubah dengan cepat)
f. Maka data sudah tersimpan
g. Hasilnya adalah bila anda mengaktifkan GPS dan anda mencapai radius yang tadi kita ketikkan maka alarm GPS akan berbunyi untuk memberitahukan anda. Mohon diingat, suara alarm ini kecil sehingga anda kami harap terus memantau GPS yang anda bawa demi keselamatan.

4. Untuk memilih bunyi alarm pada fungsi ini, klik Proximity Alarm Tones di bagian bawah halaman Proximity Waypoints. Jangan lupa beri tanda centang pada Proximity Alarms yang berada di bagian bawah halaman Proximity Alarm Tones.

5. Bila anda telah berhasil, maka pada halaman Map akan tampil garis putus-putus yang melingkari titik/waypoint(s) yang anda beri fungsi proximity.

Demikian share dari saya, semoga bermanfaat, dan jangan lupa: Utamakan Keselamatan.

http://www.blogger.com/img/blank.gif


Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih.

View My Profile on View ujang lasmana's profile on LinkedIn

GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

26.9.11

Sukarelawan Penanggulangan Bencana dan Pisau Lipat

Hampir setahun lalu, Gunung Merapi mempertunjukkan kekuatan dan ancamannya. Masyarakat di sekitar Gunung Merapi [Provinsi DIY dan Jawa Tengah] yang jumlahnya ratusan ribu harus mengungsi dari sekitar lereng Merapi tidak sedikit juga yang membawa hewan ternaknya). Demikian pula [mungkin jumlahnya hampir ribuan] mereka yang menamakan dirinya sukarelawan yang akan membantu para penyintas Gunung Merapi.

Bukanlah saat ini tulisan ini membahas tentang nasib penyintas, namun saya akan membahas nasib seorang, yah hanya seorang, yang seorang itu adalah sukarelawan yang harus ditangkap polisi dan mendekam bulanan di balik jeruji ruang tahanan kantor polisi salah satu propinsi yang terdampak. Kenapa dia sampai mengalami nasib seperti itu? Apakah ia melakukan seperti yang dilakukan oleh seseorang yang mengaku sukarelawan di Aceh namun malah mencuri barang bantuan ? bukan, ia bukan ditangkap karena itu, tapi ia ditangkap karena membawa pisau lipat, pisau lipat yang umum digunakan oleh pekerja dan sukarelawan kemanusiaan disaat menjalankan tugasnya.

Alasan penangkapan karena ia melanggar aturan mengenai negara dalam bahaya dan darurat (konflik bersenjata). Lalu apakah karena aturan itu sehingga pisau lipat yang saya yakin akan dapat menyelamatkan banyak nyawa justru tidak boleh dibawa oleh mereka yang memiliki kemampuan untuk menyelamatkan ? apakah polisi yang dilapangan bekerjasama dengan kita akan memperlakukan kita seperti itu ? Saya rasa polisi akan tetap menjadi kawan kita apakah disaat bersama-sama menjalankan tugas mulia menyelamatkan jiwa sesama atau disaat tidak dalam status bencana.

Saya dalam tulisan ini akan berbagi pengalaman bagaimana agar kita (sukarelawan penanggulagan bencana/ tim rescue atau penyelamat) akan aman membawa pisau dan justru akan dimaklumi oleh rekan kita dari anggota kepolisian.

Hargai Polisi sebagai aparat penjaga keamanan dan keselamatan rakyat Indonesia
Bila kita berjumpa polisi yang sedang bertugas melakukan razia senjata tajam atau api atau narkoba, atau yang sepele razia lalu lintas, lakukanlah hal berikut :
1. Berlakulah sopan dengan polisi bila ia memberhentikan kita dan menanyakan diri kita serta meminta menggeledah tas kita, bagaimanapun ia memang memiliki wewenang melakukan razia demi keamanan dan keselamatan rakyat Indonesia.

2. Berikan salam, kemudian anda bisa membuka pertanyaan dengan : "Selamat Malam [sesuai situasi tentunya] Pak/Bu, ada yang bisa saya bantu ?"

3. Berikan identitas diri dan surat tugas yang diminta oleh Polisi sehingga Polisi bisa mengidentifikasikan kita sebagai tim penyelamat.

4. Jawablah segala pertanyaan Polisi dengan profesional. Tim Penyelamat, dan Sukarelawan adalah orang yang terlatih untuk tidak mengutamakan emosi dalam menghadapi situasi apapun, betulkan kawan ? Emosi hanya akan membangkitkan emosi pihak lain.

Tips aman membawa pisau lipat:
Disaat bertugas dilapangan baik itu respons bencana maupun kegiatan kesiapsiagaan bencana dan pengurangan risiko bencana, saya selalu membawa pisau lipat tipe Rescue Tool, namun saya tidak "polos" dalam membawa pisau. Saya membekali diri dengan hal-hal yang bersifat administratif, berikut ini pengalaman saya disaat bertugas atas nama PMI:
1. Surat tugas dari lembaga dimana saya bertugas.

2. Kartu Pengenal dari lembaga saya bertugas atau lebih dikenal dengan ID Card.
Di belakang kartu pengenal PMI biasanya ada tulisan permohonan bantuan kepada Pihak TNI/Polri dan Pemerintahan setempat untuk membantu pemegang kartu tersebut sehingga ia mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

3. KTP

4. Buku Petunjuk Pelaksanaan Satgana PMI.
Nah untuk Kawan-kawan di PMI, buku ini penting untuk selalu dibawa disaat bertugas karena buku ini memiliki kekuatan hukum, didalamnya mencantumkan bahwa buku ini adalah panduan yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat PMI untuk dijalankan disegala jajaran dan tingkatan PMI dari Nasional sampai Desa.
Dan dibuku ini pula dicantumkan bahwa pisau lipat adalah perlengkapan perorangan dari anggota Satgana PMI [lihat Bab III, hal. 11 tentang Perlengkapan Perorangan] selain itu pisau jenis lain sebagai perlengkapan operasional [lihat juga Bab III, hal 11 tentang Perlengkapan Operasional]. Sehingga buku ini dapat membantu kawan-kawan anggota PMI yang sedang bertugas sebagai satgana bila menghadapi situasi dimana ada razia.

5. Jaga hubungan baik dengan kepolisian dimana kita ditugaskan.

Bagaimana bila organisasi tempat kita bersumbangsih belum seperti PMI?
Mungkin tips yang juga pernah saya dan beberapa teman saya lakukan bisa dilakukan teman-teman, berikut ini mungkin berguna:
Bekali diri anda dengan:
1. Surat tugas dari organisasi anda.

2. Kartu Pengenal dari organisasi anda.

3. KTP.

Bila sudah lengkap :
1. Datanglah ke Polsek atau Polres dimana Organisasi anda berada, jelaskan siapa anda dan anda menjalankan tugas dari organisasi apa dan berkantor dimana serta akan ditugaskan ke daerah bencana mana.

2. Mintalah surat jalan dari kepolisian tersebut, mintalah kepada kepolisian untuk mencantumkan bahwa anda membawa pisau [baik itu pisau lipat atau pisau P3K, atau pisau lainnya yang terkait dengan penugasan anda].

3. Bila anda sudah mendapatkan surat jalan tersebut dan juga sudah berada di daerah penugasan, segeralah melaporkan diri ke kepolisian setempat dengan menunjukkan surat jalan anda dan tunjukkan barang-barang yang tertera di surat jalan bila diminta.

4. Saya yakin, bila ini anda lakukan, pihak kepolisian pasti akan menyambut anda dengan baik bahkan akan memberikan perlindungan dan bantuan. Rekan saya bahkan sampai diberikan makan segala loh, sudah dianggap seperti kawan oleh polisi-polisi tersebut walaupun baru kenal.

Naik Pesawat
Nah ini juga momok bagi beberapa rekan yang akan bertugas dan membawa pisau lipat, mereka takut disita oleh pihak bandara. Langkah berikut ini pernah saya dan juga beberapa teman saya lakukan tanpa kehilanga pisau lipat:
1. Jangan bawa pisau kedalam kabin, masukkan saja ke dalam tas yang akan dimasukkan dalam bagasi pesawat, lebih baik lagi bila dimasukkan ke dalam sarung pisau.
2. Bisa juga pisau tidak dimasukkan kedalam bagasi, tetapi anda titipkan kepada pihak maskapai penerbangan sebagai Security Item yang artinya pisau ini nantinya akan dititipkan kepada pilot dan bisa kita ambil dibagian Lost & Found. Pada saat check in sampaikan niat anda ke petugas nanti ia akan membantu anda.
3. Jangan sampai lupa seperti yang pernah saya alami, pisau terbawa sampai pemeriksaan mau naik pesawat, hasilnya pisau V********x kesayangan saya disita, huhuhu sedihnya.

Selamat bertugas, semoga aman dan selamat.




Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih.

View My Profile on View ujang lasmana's profile on LinkedIn

GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

19.5.11

Pasca Berita Jakarta Terancam Gempa 8.7SR, Waspada atau Panik?

Pasca pesan ”waspada” dari AA (Staf Ahli Presiden RI saat ini), tetap menyisakan pertanyaan sejauh apa ancaman gempa terhadap Jakarta. Bayangkan Jakarta terancam gempa 8.7SR, namun dari pada terjebak dalam polemik saya akan berbagi bagaimana dan apa yang harus dilakukan bila terjadi gempa dan kebetulan anda ada di dalam gedung bertingkat.

Berikut ini saya sampaikan contoh prosedur penanggulangan keadaan darurat (SOP = Standar Operating Procedur) gedung bertingkat akibat gempa bumi, semoga berguna.



PROSEDUR PENANGGULANGAN KEADAAN DARURAT
GEDUNG BERTINGKAT

GEMPA BUMI

Prosedur Tanggap Darurat dibuat dan disusun mengenai KEWAJIBAN serta TANGGUNG JAWAB yang harus dilaksanakan oleh setiap penghuni gedung.

Jika terjadi GEMPA BUMI, tetaplah tenang (Gempa Bumi berpotensi meruntuhkan bangunan hanya terjadi kurang dari satu menit)
1) Guncangan Pertama
1) Hentikan semua kegiatan.
2) Lindungi Kepala.
3) Berlindung di bawah meja.
4) Jauhi kaca atau lemari.
5) Matikan semua peralatan listrik dan cabut hubungan listriknya.
6) Matikan api rokok.
7) Siaga menunggu sampai guncangan berhenti.


Bila Gempa Terasa Besar
1) Tetap tenang
2) Tetap bersembunyi di bawah meja. Berlindung atau merapat pada pilar.


Bila Gempa Sudah Berhenti
1) Segera bersiap menuju tangga darurat, sesuai dengan arahan petugas peran bencana.
2) Tetap lindungi kepala dengan menggunakan tas atau buku atau bahan yang kuat.
3) Setelah menerima perintah dari petugas peran bencana, tinggalkan tempat secepatnya dengan teratur mengikuti petunjuk petugas evakuasi.
4) Dibawah pimpinan petugas evakuasi, pekerja di lantai ganjil segera turun menggunakan tangga darurat sebelah kanan dan lantai genap melalui tangga darurat sebelah kiri menuju tempat berkumpul/berhimpun/meeting point yang telah ditentukan.
5) Jangan sekali-kali berhenti atau kembali untuk mengambil barang-barang milik pribadi yang tertinggal

Bila Bangunan Runtuh
1) Tetap tenang, tim penyelamat akan membebaskan anda.
2) Tetap dilokasi anda, sampai tim penolong datang.
3) Jangan berteriak, saat anda akan berteriak anda bisa jadi menghirup udara yang penuh debu dan membuat anda tersedak/tercekat.
4) Tiup peluit anda untuk memberitahukan kepada yang lain dan tim penyelamat/evakuasi bahwa anda ada disana.
5) Dengarkan arahan tim penyelamat, jangan bunyikan peluit, jangan berteriak.


Melaksanakan evakuasi.
1) Jangan menggunakan lift.
2) Jangan panik.
3) Berjalan dengan cepat dan teratur, tetapi tidak lari.
4) Bagi yang berkantor di lantai ganjil, segera menuju tangga darurat yang berada di sebelah kanan, dan bagi yang berkantor di lantai genap, segera menuju tangga darurat sebelah kiri.
5) Ikuti petunjuk petugas peran bencana lantai.
6) Berikan pertolongan kepada pengunjung yang kurang mengetahui seluk beluk ruangan.
7) Melepas sepatu hak tinggi
8) Mendahulukan pengunjung atau karyawan tenant yang cacat atau memiliki handicap lain.
9) Bagi karyawan tenant, segera berkumpul di tempat berhimpun/berkumpul (sesuai dengan denah).
10) Jangan berhenti atau kembali ke lantai.

Menempati kembali ruangan/lantai kantor
Instruksi untuk kembali ke tempat kerja akan diberikan oleh Koordinator Tim Darurat (Security Focal Point Mercy Corps) setelah Petugas Security Gedung selesai mengadakan penyisiran memeriksa seluruh ruangan dan dinyatakan aman.






Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih.

GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

30.4.11

Review Produk: Rescue Tool Kawan Rescuer dan Penyelamat Jiwa

Disaat terjadi kedaruratan yang mengancam jiwa, maka diperlukan tindakan cepat untuk menyelamatkan jiwa orang (atau orang-orang) yang terancam jiwanya, juga peralatan atau tool yang tepat.

Misalnya terjadi kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan orang-orang yang ada dalam kendaraan tersebut harus segera dikeluarkan namun terjadi masalah, bisa terjepit, safety belt yang tidak bisa dibuka, atau pintu yang tidak bisa terbuka. Pada saat ini kita memerlukan peralatan rescue yang handal, kecil dan mudah digunakan karena kemungkinan kita tidak bisa menunggu pemadam kebakaran atau tim Basarnas yang memiliki alat rescue. Bayangkan bila bisa terjadi ledakan dengan segera atau ancaman lainnya. Atau orang yang terjebak reruntuhan, dll.

Nah Rescue Tool keluaran Victorinox bisa membantu anda kawan-kawan rescuer untuk bisa segera bertindak. Pisau ini cocok digunakan oleh tim Rescue dari Pamadam Kebakaran, Tim Medis, Tim Rescue, Satgana PMI, Polisi, Tentara dll.

Apa sih Rescue Tool itu?
Rescue Tool adalah sebuah alat rescue yang bisa digunakan dengan hanya satu tangan untuk membebaskan orang yang terjebak atau terjepit.

Kemampuannya?
Pada tahun 2007, IWA & Outdoor Classics trade show (a show for Hunting, Shooting, Optics, Clothing, Knives, Gifts, Security and Law Enforcement) memberikan anugerah “2007 Knife of the Year” karena kemampuannya itu.


Apa bedanya dengan pisau-pisau lain baik keluaran Victorinox atau lainnya?
Rescue Tool bisa dioperasionalkan dengan satu tangan, anda bisa membuka pisau dengan satu tangan saja, jadi tangan anda yang lain bisa melakukan pertolongan lainnya. Setelah pisau terhunus maka pisau itu akan terkunci secara otomatis sehingga tidak mencelakakan pengguna.

Kata kunci dari produk ini adalah tool bisa dibuka seketika dan siap digunakan sesegera mungkin. Serta semua alat bisa dibuka walaupun si pengguna bersarung tangan dan juga bisa digunakan oleh mereka yang bertangan kidal selain yang bertangan kanan.

Pisau ini memiliki mata untuk memecahkan kaca (termasuk kaca mobil). Karena mata pisaunya yang bergerigi maka membuat pisau ini semakin tajam dan dengan mudah bisa memotong safety belt misalnya. Juga mempunyai mata pisau yang bisa digunakan untuk memotong kaca mobil.

Pisau ini saat didisain oleh Victorinox, Victorinox melakukan kolaborasi dengan organisasi-organisasi pelayanan Rescue dan Keselamatan, sehingga menghasilkan pisau dengan kualitas tinggi dan sesuai dengan kebutuhan rescue/penyelamatan dan aspek keselamatan.
Di kegelapan atau malam hari, gagang pisau ini berpendar. Terdapat juga tulisan Rescue Tool pada gagangnya.

Silahkan lihat gambarnya disini, juga bisa lihat videonya dibawah ini.



Berikut ini adalah spesifikasi Rescue Tool:

Warna: Kuning
Panjang: 122 mm
Lebar: 34.5 mm
Tinggi: 21 mm
Berat Bersih: 170 g

Komponen:
• Large Locking Blade (liner lock)
• Phillips Screwdriver
• Window Breaker (removable)
• Strong Screwdriver/Crate Opener with:
• Bottle Opener
• Wire Stripper
• Reamer, Punch
• Seat-belt Cutter
• Key Ring
• Tweezers
• Toothpick
• Disc Saw for Shatterproof Glass (removable)
• Luminescent Handles
• Nylon Cord
• Nylon Pouch

Selamat menggunakan untuk penyelamatan.


Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih.

GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

28.4.11

Simulasi Kedaruratan di Graha STK/Mercy Corps Jakarta

Bencana tidak pernah menunggu anda siap menghadapinya, oleh karena itu lakukan kesiapsiagaan sejak dini.

Ini terbukti disaat Mercy Corps dan Manajemen Graha STK sedang menyiapkan Rencana Kontinjensi dan Skenario Simulasi Kedaruratan, Jakarta digoyang gempa yang terjadi di Cilacap pada tanggal 26 April 2011 dengan kekuatan 6,3 SR. Juga disaat BPBD Kota Padang baru saja menyelesaikan satu sesi penyusunan draft SOP terjadi gempa yang cukup kuat di tahun 2007.

Hazard tidak akan pernah menunggu anda siap, justru anda harus menyiapkan diri sedini mungkin.

Mercy Corps menginisiasi penyusunan Rencana Kontinjensi dan simulasi kedaruratan di kantor Mercy Corps yang berada di Graha STK Ragunan Pasar Minggu Jakarta Selatan. Dimulai dengan pembicaraan awal pihak Mercy Corps dengan manajemen Graha STK dilanjutkan dengan saya membuat draft Re-Kon Kedaruratan di Graha STK yang konsentrasi pada dua (2) hazard, yaitu Gempa Bumi dan Kebakaran.

Langkah awal yang saya lakukan adalah menyusun form pengkajian risiko gedung Graha STK, form ini saya disain agar bisa digunakan oleh siapapun. Yah tentunya tetap ada briefing bagaimana mendapatkan datanya dan juga bagaimana mengkajinya sehingga muncul beberapa rekomendasi baik untuk Mercy Corps atau Manajemen Graha STK.

Rekomendasi yang keluar diantaranya adalah perlu adanya Rencana Kontinjensi di kantor Mercy Corps/Graha STK, pelatihan Penggunaan APAR dan prinsip pemadaman kebakaran, bila rekon sudah ada maka perlu ditest dengan simulasi/drill.

Tanggal 27 April 2011, dipilih sebagai hari uji coba rekon yang sudah saya siapkan dan didistribusikan oleh Mas Dwi serta diteruskan ke seluruh staf Mercy Corps dan karyawan penyewa lainnya.

Simulasi dimulai pukul 09:15 WIB (surat edaran menyebutkan pukul 09:00 WIB, namuan untuk menjaga kesiapan maka sengaja diundur 15 menit untuk melihat apakah setelah lewat jam 9 maka mereka tetap siaga), dimulai dengan penyalaan sirine kebakaran dan kemudian diikuti dengan role play masing-masing petugas peran yang sudah ditentukan sehari sebelumnya.

Gerombolan-gerombolan karyawan yang melakukan evakuasi mulai terlihat dan semakin banyak yang turun. Berbagai wajah terlihat dalam proses ini, ada yang mencoba serius dan adapula yang tertawa da tersenyum simpul bahkan ada yang keluar sambil mengaduk kopi panasnya. Namun dari semua itu, mereka yang serius terlihat berperan dengan sungguh-sungguh misalnya Mas Fajar membawa tas P3K yang tersedia di kantor Mercy Corps dan juga petugas peran.

Setelah semua karyawan berada di titik kumpul, maka petugas peran setiap lantai melapor ke komandan simulasi. Laporan berisi jumlah karyawan yang sudah berada di titik kumpul dan semua sudah berada disana dan juga tidak ada karyawan yang tertinggal diruangan.

Setelah kondisi dinyatakan “aman”, maka masuk ke kegiatan selanjutnya yaitu sosialisasi rekon dan juga pesan-pesan keselamatan disaat terjadi gempa bumi dan kebakaran.

Materi yang dibawakan Ujang Dede Lasmana alias saya sendiri berisi apa yang harus dilakukan disaat terjadi kedaruratan baik gempa maupun kebakaran sesuai dengan draft rekon yang sudah dibuat. Juga masukan dan tanya jawab terkait dengan bahan yang saya sampaikan.

Dalam presentasi juga saya sampaikan 7 langkah menuju keselamatan yang bisa dilakukan dirumah.

Jam 10 tepat (sesuai dengan rencana), presentasi saya selesai dan dilanjutkan dengan pelatihan penggunaan APAR dan juga mengenal perilaku api. Materi di sampaikan olek Pak Ade dkk. dari suku dinas pemadam kebakaran Jakarta selatan yang bermarkas di Lebak Bulus.

Dalam materi ini di sampaikan sifat-sifat api dan bagaimana api terbentuk dan juga seluk beluk alat pemadam api ringan atau APAR (awam banyak menyebutnya Yamato, suatu penyebutan yang salah karena sebenarnya Yamato adalah salah satu nama merk APAR).

Materi tersebut bisa diunduh disini.

Pada praktek penggunaan APAR di perhatikan factor safety-nya diantaranya posisi saat kita membuka kunci dan mentest APAR sebelum kita menyemprot api dengan APAR. Karena bila kita salah posisi selain pemadaman tidak efektif juga pada kondisi tertentu dimana APAR mengalami kegagalan teknologi akan menyebabkan cidera pada penggunanya.

Berikut ini adalah gambar-gambar staff Mercy Corps & Pegawai di Graha STK yang sedang beraksi.
























Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih.

GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

Another Articles

Ready to Download

Silahkan Unduh Manual dibawah ini, bila dijadikan referensi mohon dicantumkan sumbernya.

Manual Mahir Memanfaatkan Peta Navigasi.net untuk Garmin Map 76 CSx, ETrex Vista HCx dan Nuvi Series dalam 30 Menit

Manual singkat yang berisikan langkah-langkah Instalasi dan memanfaatkan peta navigasi.net untuk GPS Garmin Map 76 CSx, ETrex Vista HCx dan Nuvi Series


Manual Mahir Garmin Map 76 CSx dalam 30 Menit

Manual singkat yang berisikan langkah-langkah penggunaan GPS Garmin Map 76 CSx


Manual Garmin HCx untuk Pemetaan Risiko Bencana

Manual yang berisikan langkah-langkah penggunaan GPS Garmin HCx untuk memetakan risiko bencana, dan juga berisi bagaimana mengolah data di MapSource setelah mendapatkan data GPS


Daftar Legenda dalam Pemetaan Risiko Bencana

Berisikan legenda-legenda yang ada dalam manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko digunakan dalam memetakan risiko bencana


Daftar Kebutuhan Pemetaan Risiko Bencana

Daftar yang berisikan keperluan-keperluan pemetaan risiko bencana yang biasa digunakan oleh PMI


Daftar Istilah dalam Pemetaan Risiko Bencana

Berisikan istilah-istilah yang ada dalam manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko digunakan dalam memetakan risiko bencana


Kamus SIGaP/ Dictionary of PGIS

Berisikan istilah-istilah yang digunakan dalam Sistem Informasi Geografis Partisipatif, keluaran PPGIS/IAPAD


Diagram Alur Pemetaan Risiko Bencana

Diagram alur pemetaan risiko bencana yang biasa digunakan oleh PMI


Formulir Hazard

Formulir Hazard/Ancaman yang biasa digunakan oleh PMI


Formulir Isian

Formulir Isian dalam pemetaan risiko yang biasa digunakan oleh PMI




Daftar di bawah ini merupakan Bab-bab yang ada dalam Buku Manual Sistem Informasi Geografis Partisipatif (SIGaP): Pemetaan Risiko yang dilakukan secara Partisipatif

Bab 2: GPS

Bab 2 dari buku Manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko, yang merupakan buku pertama dalam rangkaian buku Pemetaan Risiko. Berisikan dasar-dasar GPS dan hubungannya dengan Risiko Bencana


Bab 4: Analisa Data

Bab 4 dari buku Manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko, yang merupakan buku pertama dalam rangkaian buku Pemetaan Risiko. Berisikan bagaimana menganalisa data yang sudah didapat dalam pemetaan di lapangan oleh Sukarelawan PMI


Bab 5: Membuat Peta Tumpang Susun/Overlay, Peta Dinding, dan 3 Dimensi

Bab 5 dari buku Manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko, yang merupakan buku pertama dalam rangkaian buku Pemetaan Risiko. Berisikan bagaimana membuat peta tumpang susun, peta dinding, dan peta 3 Dimensi. Langkah ini merupakan langkah berikutnya setelah pengolahan data dengan MapSource


Bab 6: Google Earth

Bab 6 dari buku Manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko, yang merupakan buku pertama dalam rangkaian buku Pemetaan Risiko. Berisikan dasar-dasar pemanfaatan Google Earth dalam pemetaan Risiko

Ready Downloaded List: Mapping Software

Download Google Earth
Google Earth Versi 6.2

Unggah Google Earth versi terbaru



Download MapSource Mutakhir MapSource software version 6.16.3

Tingkatkan MapSource anda dengan piranti lunak MapSource terbaru dari sumber aslinya



Up Date software unit Garmin Anda Up Date Software Garmin Anda

Tingkatkan Performa GPS Receiver Garmin anda dengan piranti lunak dari sumber aslinya

Reader