Slider-1-Title-Here

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor. Aenean massa. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Donec quam felis, ultricies nec, pellentesque eu, pretium quis, sem. Nulla consequat massa quis enim.

Slider-2-Title-Here

In enim justo, rhoncus ut, imperdiet a, venenatis vitae, justo. Nullam dictum felis eu pede mollis pretium. Integer tincidunt. Cras dapibus. Vivamus elementum semper nisi. Aenean vulputate eleifend tellus. Aenean leo ligula, porttitor eu, consequat vitae, eleifend ac, enim. Aliquam lorem ante, dapibus in, viverra quis, feugiat a, tellus. Phasellus viverra nulla ut metus varius laoreet.

Slider-3-Title-Here

Aenean imperdiet. Etiam ultricies nisi vel augue. Curabitur ullamcorper ultricies nisi. Nam eget dui. Etiam rhoncus. Maecenas tempus, tellus eget condimentum rhoncus, sem quam semper libero, sit amet adipiscing sem neque sed ipsum. Nam quam nunc, blandit vel, luctus pulvinar, hendrerit id, lorem.

Slider-4-Title-Here

dui quis mi consectetuer lacinia. Nam pretium turpis et arcu. Duis arcu tortor, suscipit eget, imperdiet nec, imperdiet iaculis, ipsum. Sed aliquam ultrices mauris. Integer ante arcu, accumsan a, consectetuer eget, posuere ut, mauris. Praesent adipiscing. Phasellus ullamcorper ipsum rutrum nunc. Nunc nonummy metus. Vestibulum volutpat pretium libero. Cras id dui.

Slider-5-Title-Here

Aenean tellus metus, bibendum sed, posuere ac, mattis non, nunc. Vestibulum fringilla pede sit amet augue. In turpis. Pellentesque posuere. Praesent turpis. Aenean posuere, tortor sed cursus feugiat, nunc augue blandit nunc, eu sollicitudin urna dolor sagittis lacus.

Lokasi Gempa

Gambar ini menunjukkan lokasi gempa terakhir di Indonesia

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Compass

Penunjuk Arah

GPS Constellation

A visual example of the GPS constellation in motion with the Earth rotating. Notice how the number of satellites in view from a given point on the Earth's surface, in this example at 45°N, changes with time.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label SOP. Show all posts
Showing posts with label SOP. Show all posts

26.9.11

Sukarelawan Penanggulangan Bencana dan Pisau Lipat

Hampir setahun lalu, Gunung Merapi mempertunjukkan kekuatan dan ancamannya. Masyarakat di sekitar Gunung Merapi [Provinsi DIY dan Jawa Tengah] yang jumlahnya ratusan ribu harus mengungsi dari sekitar lereng Merapi tidak sedikit juga yang membawa hewan ternaknya). Demikian pula [mungkin jumlahnya hampir ribuan] mereka yang menamakan dirinya sukarelawan yang akan membantu para penyintas Gunung Merapi.

Bukanlah saat ini tulisan ini membahas tentang nasib penyintas, namun saya akan membahas nasib seorang, yah hanya seorang, yang seorang itu adalah sukarelawan yang harus ditangkap polisi dan mendekam bulanan di balik jeruji ruang tahanan kantor polisi salah satu propinsi yang terdampak. Kenapa dia sampai mengalami nasib seperti itu? Apakah ia melakukan seperti yang dilakukan oleh seseorang yang mengaku sukarelawan di Aceh namun malah mencuri barang bantuan ? bukan, ia bukan ditangkap karena itu, tapi ia ditangkap karena membawa pisau lipat, pisau lipat yang umum digunakan oleh pekerja dan sukarelawan kemanusiaan disaat menjalankan tugasnya.

Alasan penangkapan karena ia melanggar aturan mengenai negara dalam bahaya dan darurat (konflik bersenjata). Lalu apakah karena aturan itu sehingga pisau lipat yang saya yakin akan dapat menyelamatkan banyak nyawa justru tidak boleh dibawa oleh mereka yang memiliki kemampuan untuk menyelamatkan ? apakah polisi yang dilapangan bekerjasama dengan kita akan memperlakukan kita seperti itu ? Saya rasa polisi akan tetap menjadi kawan kita apakah disaat bersama-sama menjalankan tugas mulia menyelamatkan jiwa sesama atau disaat tidak dalam status bencana.

Saya dalam tulisan ini akan berbagi pengalaman bagaimana agar kita (sukarelawan penanggulagan bencana/ tim rescue atau penyelamat) akan aman membawa pisau dan justru akan dimaklumi oleh rekan kita dari anggota kepolisian.

Hargai Polisi sebagai aparat penjaga keamanan dan keselamatan rakyat Indonesia
Bila kita berjumpa polisi yang sedang bertugas melakukan razia senjata tajam atau api atau narkoba, atau yang sepele razia lalu lintas, lakukanlah hal berikut :
1. Berlakulah sopan dengan polisi bila ia memberhentikan kita dan menanyakan diri kita serta meminta menggeledah tas kita, bagaimanapun ia memang memiliki wewenang melakukan razia demi keamanan dan keselamatan rakyat Indonesia.

2. Berikan salam, kemudian anda bisa membuka pertanyaan dengan : "Selamat Malam [sesuai situasi tentunya] Pak/Bu, ada yang bisa saya bantu ?"

3. Berikan identitas diri dan surat tugas yang diminta oleh Polisi sehingga Polisi bisa mengidentifikasikan kita sebagai tim penyelamat.

4. Jawablah segala pertanyaan Polisi dengan profesional. Tim Penyelamat, dan Sukarelawan adalah orang yang terlatih untuk tidak mengutamakan emosi dalam menghadapi situasi apapun, betulkan kawan ? Emosi hanya akan membangkitkan emosi pihak lain.

Tips aman membawa pisau lipat:
Disaat bertugas dilapangan baik itu respons bencana maupun kegiatan kesiapsiagaan bencana dan pengurangan risiko bencana, saya selalu membawa pisau lipat tipe Rescue Tool, namun saya tidak "polos" dalam membawa pisau. Saya membekali diri dengan hal-hal yang bersifat administratif, berikut ini pengalaman saya disaat bertugas atas nama PMI:
1. Surat tugas dari lembaga dimana saya bertugas.

2. Kartu Pengenal dari lembaga saya bertugas atau lebih dikenal dengan ID Card.
Di belakang kartu pengenal PMI biasanya ada tulisan permohonan bantuan kepada Pihak TNI/Polri dan Pemerintahan setempat untuk membantu pemegang kartu tersebut sehingga ia mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

3. KTP

4. Buku Petunjuk Pelaksanaan Satgana PMI.
Nah untuk Kawan-kawan di PMI, buku ini penting untuk selalu dibawa disaat bertugas karena buku ini memiliki kekuatan hukum, didalamnya mencantumkan bahwa buku ini adalah panduan yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat PMI untuk dijalankan disegala jajaran dan tingkatan PMI dari Nasional sampai Desa.
Dan dibuku ini pula dicantumkan bahwa pisau lipat adalah perlengkapan perorangan dari anggota Satgana PMI [lihat Bab III, hal. 11 tentang Perlengkapan Perorangan] selain itu pisau jenis lain sebagai perlengkapan operasional [lihat juga Bab III, hal 11 tentang Perlengkapan Operasional]. Sehingga buku ini dapat membantu kawan-kawan anggota PMI yang sedang bertugas sebagai satgana bila menghadapi situasi dimana ada razia.

5. Jaga hubungan baik dengan kepolisian dimana kita ditugaskan.

Bagaimana bila organisasi tempat kita bersumbangsih belum seperti PMI?
Mungkin tips yang juga pernah saya dan beberapa teman saya lakukan bisa dilakukan teman-teman, berikut ini mungkin berguna:
Bekali diri anda dengan:
1. Surat tugas dari organisasi anda.

2. Kartu Pengenal dari organisasi anda.

3. KTP.

Bila sudah lengkap :
1. Datanglah ke Polsek atau Polres dimana Organisasi anda berada, jelaskan siapa anda dan anda menjalankan tugas dari organisasi apa dan berkantor dimana serta akan ditugaskan ke daerah bencana mana.

2. Mintalah surat jalan dari kepolisian tersebut, mintalah kepada kepolisian untuk mencantumkan bahwa anda membawa pisau [baik itu pisau lipat atau pisau P3K, atau pisau lainnya yang terkait dengan penugasan anda].

3. Bila anda sudah mendapatkan surat jalan tersebut dan juga sudah berada di daerah penugasan, segeralah melaporkan diri ke kepolisian setempat dengan menunjukkan surat jalan anda dan tunjukkan barang-barang yang tertera di surat jalan bila diminta.

4. Saya yakin, bila ini anda lakukan, pihak kepolisian pasti akan menyambut anda dengan baik bahkan akan memberikan perlindungan dan bantuan. Rekan saya bahkan sampai diberikan makan segala loh, sudah dianggap seperti kawan oleh polisi-polisi tersebut walaupun baru kenal.

Naik Pesawat
Nah ini juga momok bagi beberapa rekan yang akan bertugas dan membawa pisau lipat, mereka takut disita oleh pihak bandara. Langkah berikut ini pernah saya dan juga beberapa teman saya lakukan tanpa kehilanga pisau lipat:
1. Jangan bawa pisau kedalam kabin, masukkan saja ke dalam tas yang akan dimasukkan dalam bagasi pesawat, lebih baik lagi bila dimasukkan ke dalam sarung pisau.
2. Bisa juga pisau tidak dimasukkan kedalam bagasi, tetapi anda titipkan kepada pihak maskapai penerbangan sebagai Security Item yang artinya pisau ini nantinya akan dititipkan kepada pilot dan bisa kita ambil dibagian Lost & Found. Pada saat check in sampaikan niat anda ke petugas nanti ia akan membantu anda.
3. Jangan sampai lupa seperti yang pernah saya alami, pisau terbawa sampai pemeriksaan mau naik pesawat, hasilnya pisau V********x kesayangan saya disita, huhuhu sedihnya.

Selamat bertugas, semoga aman dan selamat.




Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih.

View My Profile on View ujang lasmana's profile on LinkedIn

GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

26.5.11

Siap Siaga di Rumah

Kesiapsiagaan bencana bisa dimulai dari rumah, namun ini biasanya yang sering terlupakan. Biasanya sibuk bagaimana menyiapsiagakan kantor kita, sekolah kita dll. Namun lupa menyiapkannya dirumah.

Berikut ini ada 7 langkah kesiapsiagaan yang bisa dilakukan dirumah, semoga bermanfaat dan bisa menyelamatkan orang yang kita cintai.

7 langkah tersebut, misalnya untuk gempa adalah:
1. Identifikasikan hazard yang potensial menjadi bencana disekitar rumah kita.
2. Buatlah Rencana Kedaruratan.
3. Siapkan tas P3K dan tas darurat.
4. Identifikasi kondisi bangunan rumah anda. Kemudian perbaiki rumah sesuai dengan temuan kita, misalnya rumah kita tidak aman bila terjadi gempa.
5. Bila terjadi gempa selamatkan diri dengan melakukan: DROP, COVER & HOLD ON.
6. Setelah gempa, cek apakah anggota keluarga anda ada yang terluka dan apakah ada kerusakan dirumah anda.
7. Bila aman, lanjutkan tindakan anda sesuai dengan perencanaan darurat yang sudah anda sepakati beserta keluarga.

IDENTIFIKASI HAZARD
Kenalilah hazard yang potensial menimbulkan bencana, misalnya:
1. apakah daerah rumah anda memiliki sejarah banjir, gempa bumi, tanah longsor dll. Ini bisa berdasarkan obrolan dengan orang yang sudah lama tinggal didaerah anda atau melalui internet.
2. bila ada sejarah atau memang memiliki potensi, maka identifikasi juga tempat-tempat atau lembaga yang bisa dijadikan tempat pertolongan, misalnya klinik atau rs, markas PMI, dll.
3. identifikasikan bagian mana dirumah anda yang potensial menyebabkan cidera bila terjadi gempa.
a. Daerah yang terdapat kaca
b. Meja yang lemah
c. Lemari yang bisa jatuh
d. Pajangan yang dapat menimpa bila terjadi gempa
e. Untuk lengkapnya yang membutuhkan cek listnya boleh kontak diriku.

4. apakah ada daerah aman yang bisa dijadikan titik kumpul keluarga bila terjadi bencana?
5. lihatlah atau print peta daerah anda, anda bisa menggunakan google earth, google map dan penyedia peta lainnya.


BUATLAH RENCANA KEDARURATAN
Bila anda sudah mengenali daerah anda lanjutkan tindakan anda dengan langkah berikut:
1. kumpulkan anggota keluarga termasuk siapapun yang tinggal bersama anda (pembantu, tukang kebun supir, dll) untuk mendiskusikan ancaman yang ada disekitar rumah dan apa yang bisa dilakukan.
2. beritahukan bagian mana dirumah yang lemah dan dapat menimbulkan cidera, dan buat rencana penguatan atau perbaikan,
a. misalnya mengamankan kaca agar bila gempa dan kaca pecah tidak menciderai dengan menempelkan stiker bening di kaca
b. mengikat atau menempelkan lemari ke dinding, ini bisa pakai besi L, yang satu ke lemari yang satunya ke dinding.
c. Memperkuat cantelan lampu hias.
d. Memplester atau mengaci dinding rumah yang belum diaci
3. diskusikan lokasi titik temu yang aman, taruh dalam peta yang sudah diprin
4. buatlah daftar no telepon penting dan semua anggota keluarga memilikinya, jangan hanya mengandalkan nomor yang disimpan dalam hape, bagaimana bila hape hilang, tertinggal dll, maklum dalam kondisi darurat.
5. Bila anda memiliki balita, bisa anda buatkan dalam selembar kertas yang nantinya dilaminating sebuah data yang berisi nama anda dan pasangan, nama anak tercinta, alamat, no telpon yang mudah dihubungi. Kemudian di taruh dikantong pakaiannya, jadi buat kecil saja yang penting bisa dibaca. Ini juga bisa anda aplikasikan bila anda jalan-jalan bersama balita anda ke tempat ramai.
6. bekali anggota keluarga dengan peluit, dengan peluit anggota keluarga yang menghadapi masalah, misalnya terjebak maka bisa memberikan informasi dengan meniupkan peluit. Bawalah selalu peluit tersebut, masukkan di kantung atau di kalungi.
7. Buatlah perencanaan dari a sampai z, setelah itu bahas bersama seluruh anggota keluarga, jangan lupa ajak sikecil walaupun menurut kita mereka masih belum mengerti siapa tahu mereka bisa merekam proses dan berguna.


SIAPKAN TAS P3K DAN TAS DARURAT
Langkah berikutnya adalah siapkan dua jenis tas yang bisa menyelamatkan anda dan keluarga, yaitu tas pertolongan pertama dan tas darurat.

Isi tas pertolongan pertama bisa anda tanya pada Mbah Google dengan mengetikkannya, hehehe, paling tidak tas itu berisi:
1. Pembalut: bisa mitella atau kain segitiga dan verband
2. Verband elastis
3. Kassa steril
4. Antiseptik, misalnya dari keluarga dine: betadine, iodine povidone dan dine-dine yang lainnya.
5. plester obat, misalnya dari keluarga plast: tensoplast, hansaplast dll.
6. gunting
7. pinset
8. obat-obatan yang biasa dikonsumsi keluarga
9. senter
10. masker
11. sarung tangan latex

Sedangkan tas darurat berisikan (siapkan untuk 3 hari), diantaranya:
1. minuman dalam kemasan
2. makanan siap santap
3. selimut
4. alas tidur
5. mp3, biasanya ada radionya nah ini berfungsi untuk keep in touch dengan berita terkini
6. lampu senter
7. korek api
8. bila memungkinkan tenda doom

BUAT RUMAH ANDA AMAN
Buatlah rumah kita aman. Berdasarkan temuan dari hasil identifikasi buatlah tindak lanjutnya, misalnya penguatan bangunan, pengamanan peralatan yang ada dalam rumah (lihat poin pada pembuatan rencana darurat, no2).

Sediakan alat pemadam api ringan (APAR) dirumah dan pelajari bagaimana menggunakannya. Ingat anggota keluarga harus tahu bagaimana menggunakan APAR ini.


DROP, COVER & HOLD ON
Bila terjadi gempa ada tiga tindakan yang dapat menyelamatkan, yaitu: JANGAN PANIK, DROP, COVER & HOLD ON.
1. JANGAN PANIK, pelatihan dan kesiapan akan membuat kita tidak panik. Panik dapat membunuh dan mengacaukan perencanaan darurat yang sudah kita buat.
2. DROP, bila terjadi gempa segeralah ”menjatuhkan” tubuh anda ke lantai, meringkuklah seperti janin didalam perut, bisa anda menjatuhkan ke kolong meja, tempat tidur dll.
3. COVER, lindungi kepala anda dari reruntuhan dan kejatuhan. Gunakan bantal, tas dll yang lebut namun mampu melindungi kepala.
4. HOLD ON, berpeganganlah pada kaki-kaki meja atau tempat tidur. Berpegangan memberikan efek psikologis rasa aman.


CEK KELUARGA DAN RUMAH
Setelah gempa reda ceklah kondisi keluarga anda, apakah ada yang terluka? Bila ada segera berikan pertolongan pertama, bila tidak mampu segera bawa ke instalasi medis terdekat.
Kemudian cek kondisi rumah anda, apakah masih aman untuk ditinggali.


LANJUTKAN RENCANA ANDA
Lanjutkan segala perencanaan anda sesuai yang anda buat dan kabarkan kondisi anda ke keluarga lainnya agar mereka terus mendapat info terbaru dari anda dan keluarga.




Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih.

GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

19.5.11

Pasca Berita Jakarta Terancam Gempa 8.7SR, Waspada atau Panik?

Pasca pesan ”waspada” dari AA (Staf Ahli Presiden RI saat ini), tetap menyisakan pertanyaan sejauh apa ancaman gempa terhadap Jakarta. Bayangkan Jakarta terancam gempa 8.7SR, namun dari pada terjebak dalam polemik saya akan berbagi bagaimana dan apa yang harus dilakukan bila terjadi gempa dan kebetulan anda ada di dalam gedung bertingkat.

Berikut ini saya sampaikan contoh prosedur penanggulangan keadaan darurat (SOP = Standar Operating Procedur) gedung bertingkat akibat gempa bumi, semoga berguna.



PROSEDUR PENANGGULANGAN KEADAAN DARURAT
GEDUNG BERTINGKAT

GEMPA BUMI

Prosedur Tanggap Darurat dibuat dan disusun mengenai KEWAJIBAN serta TANGGUNG JAWAB yang harus dilaksanakan oleh setiap penghuni gedung.

Jika terjadi GEMPA BUMI, tetaplah tenang (Gempa Bumi berpotensi meruntuhkan bangunan hanya terjadi kurang dari satu menit)
1) Guncangan Pertama
1) Hentikan semua kegiatan.
2) Lindungi Kepala.
3) Berlindung di bawah meja.
4) Jauhi kaca atau lemari.
5) Matikan semua peralatan listrik dan cabut hubungan listriknya.
6) Matikan api rokok.
7) Siaga menunggu sampai guncangan berhenti.


Bila Gempa Terasa Besar
1) Tetap tenang
2) Tetap bersembunyi di bawah meja. Berlindung atau merapat pada pilar.


Bila Gempa Sudah Berhenti
1) Segera bersiap menuju tangga darurat, sesuai dengan arahan petugas peran bencana.
2) Tetap lindungi kepala dengan menggunakan tas atau buku atau bahan yang kuat.
3) Setelah menerima perintah dari petugas peran bencana, tinggalkan tempat secepatnya dengan teratur mengikuti petunjuk petugas evakuasi.
4) Dibawah pimpinan petugas evakuasi, pekerja di lantai ganjil segera turun menggunakan tangga darurat sebelah kanan dan lantai genap melalui tangga darurat sebelah kiri menuju tempat berkumpul/berhimpun/meeting point yang telah ditentukan.
5) Jangan sekali-kali berhenti atau kembali untuk mengambil barang-barang milik pribadi yang tertinggal

Bila Bangunan Runtuh
1) Tetap tenang, tim penyelamat akan membebaskan anda.
2) Tetap dilokasi anda, sampai tim penolong datang.
3) Jangan berteriak, saat anda akan berteriak anda bisa jadi menghirup udara yang penuh debu dan membuat anda tersedak/tercekat.
4) Tiup peluit anda untuk memberitahukan kepada yang lain dan tim penyelamat/evakuasi bahwa anda ada disana.
5) Dengarkan arahan tim penyelamat, jangan bunyikan peluit, jangan berteriak.


Melaksanakan evakuasi.
1) Jangan menggunakan lift.
2) Jangan panik.
3) Berjalan dengan cepat dan teratur, tetapi tidak lari.
4) Bagi yang berkantor di lantai ganjil, segera menuju tangga darurat yang berada di sebelah kanan, dan bagi yang berkantor di lantai genap, segera menuju tangga darurat sebelah kiri.
5) Ikuti petunjuk petugas peran bencana lantai.
6) Berikan pertolongan kepada pengunjung yang kurang mengetahui seluk beluk ruangan.
7) Melepas sepatu hak tinggi
8) Mendahulukan pengunjung atau karyawan tenant yang cacat atau memiliki handicap lain.
9) Bagi karyawan tenant, segera berkumpul di tempat berhimpun/berkumpul (sesuai dengan denah).
10) Jangan berhenti atau kembali ke lantai.

Menempati kembali ruangan/lantai kantor
Instruksi untuk kembali ke tempat kerja akan diberikan oleh Koordinator Tim Darurat (Security Focal Point Mercy Corps) setelah Petugas Security Gedung selesai mengadakan penyisiran memeriksa seluruh ruangan dan dinyatakan aman.






Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih.

GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

Another Articles

Ready to Download

Silahkan Unduh Manual dibawah ini, bila dijadikan referensi mohon dicantumkan sumbernya.

Manual Mahir Memanfaatkan Peta Navigasi.net untuk Garmin Map 76 CSx, ETrex Vista HCx dan Nuvi Series dalam 30 Menit

Manual singkat yang berisikan langkah-langkah Instalasi dan memanfaatkan peta navigasi.net untuk GPS Garmin Map 76 CSx, ETrex Vista HCx dan Nuvi Series


Manual Mahir Garmin Map 76 CSx dalam 30 Menit

Manual singkat yang berisikan langkah-langkah penggunaan GPS Garmin Map 76 CSx


Manual Garmin HCx untuk Pemetaan Risiko Bencana

Manual yang berisikan langkah-langkah penggunaan GPS Garmin HCx untuk memetakan risiko bencana, dan juga berisi bagaimana mengolah data di MapSource setelah mendapatkan data GPS


Daftar Legenda dalam Pemetaan Risiko Bencana

Berisikan legenda-legenda yang ada dalam manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko digunakan dalam memetakan risiko bencana


Daftar Kebutuhan Pemetaan Risiko Bencana

Daftar yang berisikan keperluan-keperluan pemetaan risiko bencana yang biasa digunakan oleh PMI


Daftar Istilah dalam Pemetaan Risiko Bencana

Berisikan istilah-istilah yang ada dalam manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko digunakan dalam memetakan risiko bencana


Kamus SIGaP/ Dictionary of PGIS

Berisikan istilah-istilah yang digunakan dalam Sistem Informasi Geografis Partisipatif, keluaran PPGIS/IAPAD


Diagram Alur Pemetaan Risiko Bencana

Diagram alur pemetaan risiko bencana yang biasa digunakan oleh PMI


Formulir Hazard

Formulir Hazard/Ancaman yang biasa digunakan oleh PMI


Formulir Isian

Formulir Isian dalam pemetaan risiko yang biasa digunakan oleh PMI




Daftar di bawah ini merupakan Bab-bab yang ada dalam Buku Manual Sistem Informasi Geografis Partisipatif (SIGaP): Pemetaan Risiko yang dilakukan secara Partisipatif

Bab 2: GPS

Bab 2 dari buku Manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko, yang merupakan buku pertama dalam rangkaian buku Pemetaan Risiko. Berisikan dasar-dasar GPS dan hubungannya dengan Risiko Bencana


Bab 4: Analisa Data

Bab 4 dari buku Manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko, yang merupakan buku pertama dalam rangkaian buku Pemetaan Risiko. Berisikan bagaimana menganalisa data yang sudah didapat dalam pemetaan di lapangan oleh Sukarelawan PMI


Bab 5: Membuat Peta Tumpang Susun/Overlay, Peta Dinding, dan 3 Dimensi

Bab 5 dari buku Manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko, yang merupakan buku pertama dalam rangkaian buku Pemetaan Risiko. Berisikan bagaimana membuat peta tumpang susun, peta dinding, dan peta 3 Dimensi. Langkah ini merupakan langkah berikutnya setelah pengolahan data dengan MapSource


Bab 6: Google Earth

Bab 6 dari buku Manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko, yang merupakan buku pertama dalam rangkaian buku Pemetaan Risiko. Berisikan dasar-dasar pemanfaatan Google Earth dalam pemetaan Risiko

Ready Downloaded List: Mapping Software

Download Google Earth
Google Earth Versi 6.2

Unggah Google Earth versi terbaru



Download MapSource Mutakhir MapSource software version 6.16.3

Tingkatkan MapSource anda dengan piranti lunak MapSource terbaru dari sumber aslinya



Up Date software unit Garmin Anda Up Date Software Garmin Anda

Tingkatkan Performa GPS Receiver Garmin anda dengan piranti lunak dari sumber aslinya

Reader