Slider-1-Title-Here

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor. Aenean massa. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Donec quam felis, ultricies nec, pellentesque eu, pretium quis, sem. Nulla consequat massa quis enim.

Slider-2-Title-Here

In enim justo, rhoncus ut, imperdiet a, venenatis vitae, justo. Nullam dictum felis eu pede mollis pretium. Integer tincidunt. Cras dapibus. Vivamus elementum semper nisi. Aenean vulputate eleifend tellus. Aenean leo ligula, porttitor eu, consequat vitae, eleifend ac, enim. Aliquam lorem ante, dapibus in, viverra quis, feugiat a, tellus. Phasellus viverra nulla ut metus varius laoreet.

Slider-3-Title-Here

Aenean imperdiet. Etiam ultricies nisi vel augue. Curabitur ullamcorper ultricies nisi. Nam eget dui. Etiam rhoncus. Maecenas tempus, tellus eget condimentum rhoncus, sem quam semper libero, sit amet adipiscing sem neque sed ipsum. Nam quam nunc, blandit vel, luctus pulvinar, hendrerit id, lorem.

Slider-4-Title-Here

dui quis mi consectetuer lacinia. Nam pretium turpis et arcu. Duis arcu tortor, suscipit eget, imperdiet nec, imperdiet iaculis, ipsum. Sed aliquam ultrices mauris. Integer ante arcu, accumsan a, consectetuer eget, posuere ut, mauris. Praesent adipiscing. Phasellus ullamcorper ipsum rutrum nunc. Nunc nonummy metus. Vestibulum volutpat pretium libero. Cras id dui.

Slider-5-Title-Here

Aenean tellus metus, bibendum sed, posuere ac, mattis non, nunc. Vestibulum fringilla pede sit amet augue. In turpis. Pellentesque posuere. Praesent turpis. Aenean posuere, tortor sed cursus feugiat, nunc augue blandit nunc, eu sollicitudin urna dolor sagittis lacus.

Lokasi Gempa

Gambar ini menunjukkan lokasi gempa terakhir di Indonesia

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Compass

Penunjuk Arah

GPS Constellation

A visual example of the GPS constellation in motion with the Earth rotating. Notice how the number of satellites in view from a given point on the Earth's surface, in this example at 45°N, changes with time.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Disaster Preparedness School. Show all posts
Showing posts with label Disaster Preparedness School. Show all posts

11.10.13

Buku: 7 Langkah Selamat Dari Gempa di Rumah



Kawan-kawan, sesuai janji saya, maka izinkan saya meluncurkan buku saya yang berjudul 7 Langkah Selamat Dari Gempa : Panduan Keselamatan Bagi Keluarga.  Berikut linknya … Silahkan di Unduh Gratis loh (seperti buku-buku saya sebelumnya)
Indonesia adalah Negara yang rawan akan gempa bumi, ini diakibatkan Indonesia terletak di sabuk gunung api pasifik (Pacific Ring Of Fire).

Kefatalan akibat kejadian gempa sesungguhnya tidak disebabkan oleh gempa bumi itu, namun bangunan yang runtuh dan isi bangunan yang terjatuhlah yang membunuh. Berangkat dari ini, maka saya menuliskan buku mengenai bagaimana menjadikan rumah anda sebagai tempat yang aman dari dampak gempa. Buku ini berjudul 7 Langkah Selamat Dari Gempa : Panduan Keselamatan Bagi Keluarga, yang juga merupakan rangkaian buku Panduan Keselamatan Bagi Keluarga lainnya seperti Banjir dan Kebakaran.

Ketujuh (7) langkah tersebut adalah:
  1. Identifikasikan hazard yang potensial menjadi bencana di rumah dan sekitar rumah kita.
  2. Buatlah Rencana Kedaruratan.
  3. Siapkan tas PP dan tas Survival serta pelajari bagaimana menggunakannya.
  4. Buat rumah kita aman & lakukan simulasi.
  5. Bila terjadi gempa selamatkan diri dengan melakukan: DROP, COVER & HOLD ON.
  6. Pertolongan darurat
  7. Pasca gempa: jaga komunikasi dengan keluarga serta kerabat dan hindari bahaya lainnya.

Selain itu buku ini juga memperkenalkan anda pada seluk beluk gempa, penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan), Pertolongan Pertama (P3K), dll. Dibuku ini juga berisi contoh mengidentifikasi risiko akibat gempa dan contoh skenario untuk simulasi bersama keluarga dan tetangga.

Buku ini bisa Anda unduh gratis dan bisa anda gunakan untuk langkah keselamatan bersama komunitas atau warga disekitar anda. Karena ketangguhan bangsa terhadap bencana dimulai dari keluarga.


Share Me Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih.
View My Profile on View ujang lasmana's profile on LinkedIn

GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

25.8.13

SURVIVAL – Teknik Bertahan Hidup Disaat & Pasca Bencana : Peluncuran Buku

Disaat seseorang menghadapi bencana atau kedaruratan, secara reflex ia pasti akan mempertahankan hidupnya. Situasi bencana dan kedaruratan sangatlah berbeda, karena situasi saat itu adalah situasi yang sangat dinamis, mudah berubah, penuh ketidakpastian dan disekeliling kita banyak orang-orang yang membutuhkan bantuan untuk tetap bertahan hidup, selain korban yang tewas dan terluka yang membuat hati terenyuh. (Tentulah kondisi ini sangat berbeda dengan survival di “alam terbuka” seperti yang dilakoni rekan-rekan pecinta alam)
Bagaimana kita menghadapi situasi seperti itu?
Untuk memenuhi ini, Ujang Dede Lasmana, menulis buku yang memberikan informasi, langkah apa yang bisa dilakukan untuk bertahan hidup dan membantu sesama penyintas. Buku ini berbeda dengan buku panduan survival yang selama ini banyak beredar karena buku ini memberikan langkah sederhana, singkat dan sistematis mengenai bagaimana bertahan hidup dalam situasi bencana.
Buku ini berisikan:
1. Pendahuluan Dan Prinsip Dasar Survival
2. Modal Dasar Survival
3. Bahaya Dan Bencana
4. Pentingnya Tetap Beraktivitas Dan Bergerak Di Pasca Bencana
5. Bagaimana Menyelamatkan Diri Disaat:
a. Gempa
b. Terperangkap Di Bangunan Runtuh
c. Terjadinya Banjir Dan Kedaruratan Di Air
d. Tsunami
e. Gunung Meletus
f. Didalam Ruangan Yang Terbakar
6. Teknik Pertolongan Pertama Medis Dan Trauma
7. Teknik Mencari Dan Menolong Korban Di Dalam Bangunan
Buku ini penting dibaca oleh masyarakat Indonesia, karena Indonesia rawan bencana. Alas kepulauan Indonesia yang terdiri atas lempeng-lempeng yang sangat aktif sehingga memberikan ancaman gempa dan tsunami. Alas itupun dipaku oleh jejeran gunung berapi yang sangat aktif, baik di daratan maupun di lautan sehingga memberikan ancaman berupa letusan gunung api. Termasuk kondisi perkotaan yang sangat cepat perkembangannya, memberikan ancaman yang khas urban (bangunan tinggi yang runtuh, banjir yang melanda ruang bawah tanah, dan kebakaran mengancam kota-kota seperti ini). You named we have it, demikian teman saya menjawab pertanyaan kawannya terhadap pertanyaan “Indonesia memiliki ancaman bencana apa saja?
Sebagai ucapan syukur kepada Allah SWT, buku ini diedarkan secara gratis melalui daring. Silahkan dipergunakan secara bijak dan bertanggungjawab.
Buku ini bisa diunduh Disini atau Copy link berikut dan Paste pada browser: http://www.mediafire.com/download/9mrgolbwav03o1d/survival_teknik_bertahan_hidup_disaat_dan_pasca_bencana4.pdf
Untuk melihat buku disini atau copy link berikut: http://www.mediafire.com/view/9mrgolbwav03o1d/survival_teknik_bertahan_hidup_disaat_dan_pasca_bencana4.pdf
Selamat membaca dan semoga bermanfaat.



Share Me Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih. View My Profile on View ujang lasmana's profile on LinkedIn GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

28.6.13

Mau Survive di Daerah Bencana? Begini Caranya

Sengaja ataupun tidak, kita bisa jadi berada di dalam situasi bencana atau kedaruratan. Beradanya kita di suatu daerah yang sedang kena bencana baik karena kita tinggal di daerah itu, bekerja di daerah itu atau sering pula kita berada di sana disaat kita sedang berwisata. Bertahan hidup merupakan kewajiban setiap insan manusia, juga fitrah dasar manusia.
Bertahan hidup atau penyintas yang dalam bahasa inggris dan umum digunakan adalah survival merupakan terus bertahan hidup atau orang yang mampu bertahan hidup (Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi tahun 2008). Banyak hal yang membuat kita tidak mampu mempertahankan kehidupan di daerah yang sedang dilanda bencana, mulai dari mengalami luka sampai gangguan kejiwaan. Oleh karenanya kita harus mengetahui bagaimana tekhnik bertahan hidup disana, dimana situasi yang ada sangat tidak dinamis dan kacau.
Survival sangat ditekankan pada keterampilan pribadi dalam menghadapi kesulitan-kesulitan yang dihadapi, bahkan ada teori yang menambahkan selain keterampilan pribadi adalah peralatan dasar untuk bertahan hidup.
Bagi para pekerja yang ditempatkan di daerah yang rawan bencana, namun bencana belum terjadi, haruslah memperhitungkan segala risiko yang ada sehingga bisa mereduksi risiko yang ada. Disini dibutuhkan keterampilan dan peralatan bertahan hidup baik individu maupun kolektif (kantor). Demikianpula bagi mereka yang tinggal di daerah rawan atau sering terjadi bencana, keterampilan dan peralatan bertahan hidup harus disiapkan di rumah tangga masing-masing, pun pada individu masing-masing. Sementara itu, bagi anda yang akan berwisata ke daerah yang memiliki kerawanan bencana atau kedaruratan, misalnya ke daerah gunung berapi atau daerah yang terpencil haruslah menyiapkan keterampilan dan peralatan sebelum pergi ke daerah tersebut. Pengetahuan pengenalan area bagi wisatawan sangatlah diperlukan. Kecakapan membaca peta dan lokasi adalah salah satu hal yang harus dimiliki oleh mereka yang ingin bertahan hidup.
Telah banyak buku teori survival di pasaran, namun umumnya buku-buku tersebut membahas bagaimana bertahan hidup di outdoor (gunung, rimba dan laut) akibat anda menjelajahi daerah atau kemping. Saya mencoba berbagi dalam tulisan ini teori bagaimana bertahan hidup di daerah bencana atau daerah yang sedang mengalami kedaruratan karena berbagai sebab.
PERSIAPAN BAGI PARA PEKERJA YANG DITUGASKAN DI DAERAH RAWAN BENCANA
Bagi Anda yang bekerja di daerah rawan bencana, kenali daerah tugas anda dari peta, sejarah kebencanaan dan topografi. Ini berguna untuk mengetahui ancaman yang pernah terjadi ataupun yang mungkin saja bisa terjadi.
Langkah berikut ini akan membantu anda dalam menyiapkan diri dan keterampilan bertahan hidup:
1. Identifikasi jenis-jenis ancaman bencana yang ada di daerah kerja Anda (misalnya Kota Jakarta : Banjir, Kota Padang: Gempa dan tsunami, dll.)
2. Siapkan mental dalam menghadapi segala jenis kedaruratan.
3. Pelajari tehnik bertahan hidup, anda bisa belajar dari anggota PMI, Pramuka, Pecinta Alam, Pekerja Kemanusiaan, dll.
4. Persiapkan peralatan dan perlengkapan survival.
5. Advokasi kantor Anda tentang pentingnya kesiapan survival bagi para pekerja, bila kantor Anda belum mempersiapkannya.
PERSIAPAN BAGI ANDA YANG TINGGAL DI DAERAH RAWAN BENCANA
Bagi Anda yang tinggal di daerah rawan bencana, persiapkanlah seluruh anggota keluarga Anda dan mereka yang tinggal di rumah Anda (kerabat keluarga, pekerja rumah tangga, pengasuh anak, dll) dengan keterampilan bertahan hidup dan peralatan atau perlengkapan survival. Menyediakan Tas Survival dan Tas P3K bagi keluarga banyak bermanfaat dan akan membantu upaya bertahan hidup Anda dan keluarga.
PERSIAPAN BAGI ANDA YANG AKAN BERWISATA ATAU BEPERGIAN KE DAERAH RAWAN BENCANA
Wisata atau perjalanan ditujukan untuk kita menikmati keindahan dan kebersamaan. Namun begitu, tidak sedikit kisah yang menceritakan mereka yang sedang wisata atau travel mengalami bencana (misalnya wisatawan di sekitar laut Andaman dan pesisir barat Aceh yang terpaksa menghadapi bencana gempa dan tsunami di tahun 2004, demikianpula disaat gempa menggoyang Yogya di tahun 2006). Bagaimana mempertahankan hidup diri dan keluarga menjadi tantangan bagi mereka.
Oleh karena itu prinsip “mengharapkan kesenangan dan bersiap dalam kondisi terburuk” haruslah diingat oleh kita yang akan berwisata atau travel.
PANDUAN UMUM BERTAHAN HIDUP
Persiapan mental
Mental yang kuat adalah kunci bertahan hidup, bagaimana caranya?
1. Asah terus semangat untuk tetap hidup, ingatlah mereka yang Anda cintai atau ingatlah pekerjaan yang belum Anda selesaikan J .
2. Kepercayaan diri dapat meningkatkan mental kita.
3. Gunakan akal sehat dalam melakukan tindakan atau berencana melakukan tindakan
4. Tetaplah bergerak, tetaplah bekerja, tetaplah melakukan aktivitas untuk menjaga mental positif Anda. Banyak yang bisa Anda lakukan: menolong sesama penyintas, mengkoordinir penyintas untuk dapat memenuhi kebutuhan dasar (misalnya menyiapkan dapur bersama dan sumber pangannya), ataupun hal-hal kecil dan ringan yang dapat membuat Anda tidak terlalu memikirkan kondisi sulit yang Anda alami.
5. Tetaplah berhubungan dengan sesama penyintas dan carilah bantuan kepada orang lain atau organisasi penolong.

Pelajari Tekhnik Bertahan Hidup
Tekhnik sederhana bertahan hidup dapat menyelamatkan Anda, misalnya:
1. Pengetahuan ekologi dan biologi, dari pengetahuan ini Anda bisa menyambung hidup dengan memenuhi kebutuhan hidup dasar, yaitu pangan dan minum.
2. Pengetahuan Pertolongan Pertama (P3K), luka merupakan pintu masuk kefatalan. Luka yang tidak tertangani dengan benar akan menyebabkan infeksi dan kemudian dapat mengganggu mental positif Anda.
3. Pengetahuan dasar cara membuat tempat perlindungan yang aman dapat menjamin keseharian.
4. Mulai saat ini bacalah buku-buku atau film tentang pengalaman orang-orang yang pernah berhasil bertahan hidup dalam situasi sulit (Google dan Youtube banyak menyediakan informasi ini).
Persiapkan peralatan dan Perlengkapan Bertahan Hidup
Peralatan dan perlengkapan sederhana dapat menyelamatka Anda. Untuk kepentingan individu, peralatan berikut yang bisa anda masukan ke dalam saku Anda bisa membantu situasi sulit:
1. Peluit
2. Senter kecil
Kenapa peluit bisa menolong Anda? Karena peluit bisa memberitahukan penolong dimana posisi Anda berada atau bisa menyelamatkan orang lain dengan menarik perhatian mereka dengan cara meniupnya. Para penolong sering berpatokan pada suara-suara yang ditimbulkan para penyintas (misalnya pada penyintas akibat bangunan runtuh dan ia terperangkap di dalam reruntuhan bangunan) demikianpula pada cahaya atau sinar yang bergoyang atau dipancarkan sedemikian rupa. Jadi peluit dan senter kecil bisa membantu Anda. Oleh karena itu perlengkapi diri Anda dan keluarga dengan dua benda kecil ini di sakunya.
Ada pedoman bagi para penolong (rescuer) bila ia melihat cahaya senter yang diarahkan ke atas atau ke jendela atau lubang menandakan bahwa disana ada orang yang sedang membutuhkan bantuan.

Untuk daftar isi tas survival dan tas P3K, nda dipersilahkan melihatnya disini.
Tulisan lain senada juga bisa dilihat disini, disini, disini, disini dan disini.
Demikian tulisan singkat saya semoga bermanfaat bagi Anda.

Picture from http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2010/01/15/article-1243540-07DCFE9B000005DC-496_964x659.jpg 



Share Me Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih. View My Profile on View ujang lasmana's profile on LinkedIn GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com



22.3.13

Ketangguhan Bangsa Terhadap Bencana: Dimulai Dari Keluarga



Kemarin, saya diminta untuk menjadi narasumber dalam workshop Penanggulangan Bencana oleh PMI Kota Tangerang Selatan. Diadakan di Markas baru yang terletak di Jalan. Cendekia – dekat SMA Insan Cendikia Serpong.
Tema yang saya sajikan adalah kesiapsiagaan bencana untuk tingkat keluarga. Dengan pertimbangan, sudah banyak organsisasi kemanusiaan, LSM dan PBB yang melaksanakan program kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat. Program tersebut mengedepankan masyarakat sebagai sebuah kelompok yang siap siaga disaat darurat, namun masih sedikit menyinggung tentang kesiapsiagaan bagi masyarakat untuk level keluarga per keluarga. Padahal, seorang penolong bagi komunitasnya belum tentu bisa menolong lingkungannya bila keluarganya belum terjamin keamanan, keselamatan dan kelangsungan hidupnya. Demikianpula bagi pekerja kemanusiaan yang selalu keluar masuk desa, mendaki dan menuruni gunung untuk membuat suatu masyarakat menjadi siaga, namun sudahkah ia menyiapkan keluarganya?
Pemerintah mencanangkan menjadi Negara yang tangguh atau resiliens terhadap bencana, namun itu tidak akan terwujud bila kesiapsiagaan dan ketangguhan tidak dimulai dari keluarga. Kesiapsiagaan keluarga adalah pondasi ketangguhan Negara terhadap bencana. Keluarga yang memiliki kelentingan atau cepat pulih pasca bencana menyumbang porsi terbesar dalam ketangguhan bangsa. Keluarga yang siaga akan mendukung kesiapsiagaan dan upaya pengurangan risiko sebagai sebuah budaya bagi peradaban Indonesia.
Pada lokakarya tersebut ada tujuh langkah sederhana yang saya ajukan untuk membuat keluarga tangguh dan survive disaat bencana atau kedaruratan terjadi. Ketujuh langkah ini dijalankan sejak masa sebelum terjadi bencana sampai setelah bencana terjadi. Langkah 1 – 4 adalah pada fase Pra-Bencana, sedangkan langkah 5 disaat terjadi bencana/kedaruratan, untuk langkah 6 – 7 dilakukan setelah bencana/kedaruratan terjadi. Tergantung jenis bencana/kedaruratannya, langkah  bisa saja masuk pada fase saat bencana, misalnya banjir. Namun begitu, persipakan ketujuh langkah tersebut sejak anda selesai membaca tulisan ini.
Ke-7 langkah tersebut adalah:

  1. Kenali Ancaman di Sekitar Rumah
  2. Buat Rencana Darurat Untuk Keluarga
  3. Siapkan Tas Darurat
  4. Amankan Rumah dan Lakukan Simulasi Bersama Seluruh Anggota Keluarga
  5. Tindakan Melindungi Diri Disaat Kedaruratan Terjadi
  6. Bagaimana Memberikan Pertolongan Darurat
  7. Jaga Komunikasi dan Waspadai Bahaya Susulan

Ketujuh langkah yang berurutan tersebut di atas saling terkait dalam pelaksanaannya.
Langkah 1: Kenali Ancaman di Sekitar Rumah
Langkah awal dalam upaya menyelamatkan dan membuat keluarga yang siaga adalah mengenali dan memahami lingkungan sekitar dimana kita tinggal. Untuk memahaminya, kita bisa melakukan observasi dan menanyakan apakah daerah tempat tinggal pernah terkena bencana (misalnya, banjir, longsor, kebakaran, gempa bumi, tsunami, dll) kepada warga yang sudah lebih lama dari anda tinggal didaerah tempat tinggal anda, atau anda bisa ke Markas PMI setempat untuk menanyakan apakah daerah anda pernah terkena bencana.
Buatlah daftar ancaman-ancaman tersebut dan kajilah apakah rumah anda sudah aman atau belum. Sebagai contoh, untuk gempa bumi, daftar berikut bisa digunakan untuk mengkaji apakah rumah anda tahan gempa.

  1. Apakah ada jalur darurat untuk keluar dari rumah selain pintu utama?
  2. Apakah berdasarkan cetak biru rumah anda sudah tahan gempa?
  3. Apakah kaca-kaca yang di rumah anda sudah terlindung apabila gempa pecahannya tidak mencelakai penghuni?
  4. Apakah lemari-lemari sudah kokoh berdiri?
  5. Apakah asesoris rumah seperti lampu gantung, hiasan foto dan lukisan sudah terpasang dengan kuat dan tidak mudah jatuh?
  6. Apakah tabung gas di rumah anda aman di tempatnya dan tidak mudah terjatuh disaat ada guncangan?

Beberapa pertanyaan tadi bisa dijadikan acuan keamanan rumah anda.

Langkah 2: Buat Rencana Darurat Untuk Keluarga
Bila anda sudah tahu ancaman-ancaman yang ada, maka selanjutnya buatlah rencana darurat untuk keluarga. Rencana darurat ini harus dibahas oleh semua anggota keluarga (termasuk pembantu rumah, tukang kebun, kerabat yang tinggal bersama anda) untuk akhirnya nantinya difahami oleh semua penghuni rumah.
Tentukan jalur evakuasi sehingga mempermudah keluarga menuju tempat aman yang telah disepakati. Gunakanlah peta interaktif untuk menentukan jalur evakuasi dan titik kumpul, misalnya menggunakan Google Earth atau Google Map, Street Map dll.
Tentukan titik kumpul disaat anda tidak bisa menjangkau rumah karena berbagai hal akibat bencana/kedaruratan. Penentuan titik kumpul yang disepakati anggota keluarga akan mereduksi kepanikan disaat keluarga tidak berkumpul karena sedang mejalankan aktivitas sehari-hari, misalnya di kantor, sekolah, pasar dll. Dengan adanya titik kumpul maka akan menghemat waktu pertemuan dan tidak ada saling mencari yang membuang waktu. Seringkali terjadi disaat adanya bencana/kedaruratan secara insting si Ibu akan menuju sekolah untuk menyelamatkan anaknya, dan si anak cepat-cepat ingin pulang karena merasa rumahlah tempat yang aman. Dalam proses ini bisa jadi tidak bertemu karena jalan yang dilalui berbeda dan akan menambah kepanikan. Apa yang terjadi bila tahu rumah sudah tak layak dihuni akibat bencana? kepanikan dan saling kehilangan niscaya terjadi.
Juga catatlah nomor-nomor darurat dalam buku khusus, jangan andalkan menyimpannya hanya di hape, BB anda semata. Kemudian taruhlah di tas darurat anda.

Langkah  3: Siapkan Tas Darurat, Peralatan Darurat dan Ketahui Cara Menggunakannya
Langkah kesiapsiagaan berikutnya adalah siapkan tas darurat dan siapkan Tas Pertolongan Pertama (First Aid) kemudian isilah tas-tas tersebut. Sediakanlah APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Kemudian pelajarilah bagaimana cara memberikan pertolongan pertama, menggunakan alat-alat darurat dan juga bagaimana menggunakan APAR. Anda bisa meminta bantuan PMI dan Pemadam Kebakaran untuk tahu bagaimana cara menggunakannya.
Tas darurat bisa diisikan dengan makanan darurat dan minuman darurat untuk sejumlah keluarga anda, untuk persiapan selama 3 hari. Juga masukkan lampu senter dan batere cadangannya. Power Bank  yang sudah terisi penuh untuk tenaga cadangan alat komunikasi anda. Masukkan pula baju cadangan, selimut, kantong tidur, perlengkapan dan keperluan kelompok rentan (kanak-kanak dan balita, lansia dan ibu hamil serta anggota keluarga yang menderita penyakit tertentu). Bagi anda yang Muslim perhatikan kehalalan pangan dan minum cadangan anda. Isi tas bisa disesuaikan dengan kebutuhan keluarga anda.
Letakkan tas darurat, tas PP dan APAR di tempat yang mudah terlihat dan mudah dijangkau namun jauh dari jangkauan anak-anak. Untuk tas darurat anda bisa menggunakan tas travel biasa atau container plastic yang banyak dijual di toko serba ada, kemudian berikan tulisan cukup besar “TAS DARURAT” dengan warna mencolok, bisa kombinasi merah dan kuning.
Untuk tas PP banyak dijual dipasaran, terutama toko outdoor, yakinkan anda menggunakan tas PP seukuran tas ransel, bukan tas PP individu (seukuran tas pinggang).

Langkah  4: Amankan Rumah dan Lakukan Simulasi Bersama Seluruh Anggota Keluarga
Langkah ke-empat ini dilakukan setelah kita tahu dan mengidentifikasi bagian-bagian yang berbahaya di rumah. Cara mengamankan yang sederhana terhadap pecahan kaca misalnya adalah melapisinya dengan plastic transparent yang banyak dijual di pasaran. Menguatkan posisi lemari agar tidak rubuh disaat ada guncangan adalah dengan mengikatnya ke dinding, cara sederhana adalah memasang engsel di sisi lemari dan sisi tembok. Untuk tabung gas adalah dengan menggunakan ban dalam bekas. Ikatkan tabung dengan ban dalam tersebut ke dinding.
Bagi anda yang akan membangun rumah, buatlah rumah tahan gempa. Silahkan melihat situs rumah aman gempa, dengan cara ketikkan rumah tahan atau aman gempa di mesin pencari Mbah Google.
Jangan lupa, setelah anda membuat rencana darurat maka saatnya anda melakukan simulasi sederhana dan menyenangkan bagi penghuni rumah. Caranya?
Setelah anda memiliki rencana darurat plus jalur evakuasi dan titik kumpul, uji cobalah di akhir pekan sambil berolah raga pagi. Fun dan bermanfaat serta menyehatkan bukan?

Langkah  5: Tindakan Melindungi Diri Disaat Kedaruratan Terjadi
Disaat bencana atau kedaruratan terjadi, anda harus bisa mengambil langkah mengamankan dan menyelamatkan diri.

  1. Misalnya untuk gempa:
  2. Lindungi kepala
  3. Sembunyi dikolong meja atau tempat tidur. Bila disekitar anda tidak ada meja atau tempat tidur: meringkuklah ditempat anda sambil tetap melindungi kepala.
  4. Jauhi kaca
  5. Setelah gempa reda segera menuju kelapangan terbuka
  6. Bila anda berada di kendaraan, segeralah berhenti dan berjongkok atau meringkuk di sisi kendaraan. Jangan di Kolong kendaraan.
  7. Jangan gunakan lift atau tangga jalan.


Langkah  6: Bagaimana Memberikan Pertolongn Darurat
Setelah terjadinya bencana atau kedaruratan sering diiringi dengan adanya kasus darurat lainnya, misalnya terluka, patah tulang atau ancaman kebakaran pasca gempa akibat putusnya atau bocornya gas dilingkungan atau rumah anda.
Pada langkah ini diharapkan anda sudah mempelajari pertolongan pertama, sehingga anda bisa memberikan bantuan hidup dasar (pijat jantung luar dan pernafasan buatan), menghentikan pendarahan, pertolongan patah tulang, luka dan evakuasi atau pemindahan korban terluka/sakit. Juga diharapkan anda sudah belajar bagaimana menggunakan APAR disaat anda menemukan kebakaran awal.

Langkah  7: Jaga Komunikasi dan Waspadai Bahaya Susulan
Jagalah komunikasi dengan kerabat anda di saat bencana dan pasca. Ikuti perkembangan terakhir terkait bencana dan ancaman lanjutan dari lembaga yang terpercaya. Hati-hati dengan rumor dan berita menyesatkan. Berita menyesatkan pasca gempa kerap terjadi dengan menginformasikan akan terjadi gempa kembali dengan kekuatan yang lebih kuat dan disebutkan waktunya. Ingat, kejadian gempa belum bisa diramalkan, carilah informasi gempa ke BMKG, baik disitusnya – www.bmkg.go.id maupun ikuti melalui media social sejak saat ini. Demikianpula anda sebaiknya memiliki nomor darurat dari lembaga terkait lainnya.

Demikian sumbang fikiran saya semoga berguna, Insya Allah saya akan kembali berbagi tips keselamatan di lain waktu.images.jpg


Share Me Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih.
View My Profile on View ujang lasmana's profile on LinkedIn

GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

25.2.13

Tsunami: Keputusan Menyelamatkan Diri Ada Pada Anda


Hai kawan pembaca, selamat bertemu lagi dengan saya. Saat ini saya akan berbagi tips menyelamatkan diri dari tsunami dan gempa.

Tidak semua gempa di lautan menyebabkan tsunami dan juga tidak semua tsunami didahului oleh gempa bumi.

Bila terjadi gempa, warga pesisir pantai kerap bertanya dan kebingungan sehingga menimbulkan kepanikan, apakah mereka harus mengungsi? Apakah akan terjadi tsunami? Kemana akan mengungsi? Apakah bukit dan perbukitan satu-satunya tempat aman mengungsi dari tsunami? Kemana saya mendapatkan info bahaya?
Berikut ini panduan yang saya gunakan untuk diri saya dan keluarga bila saat berada di pesisir pantai terjadi gempa:
  1. Sadar lokasi, maksudnya kita berada di mana? Apakah kita berada di daerah rawan tsunami? Bila iya, maka ...
  2. Bila gempa terjadi lebih dari satu menit, guncangan sangat kuat sehingga saya tidak mampu berdiri, struktur bangunan hancur – maka saya ...
  3. Setelah gempa telah berhenti, saya akan segera menuju tempat yang tinggi tanpa menunggu peringatan dari BMKG (walaupun hape saya sudah terhubung dengan BMKG – sehingga bila terjadi gempa di belahan Indonesia manapun akan mendapatkan pemberitahuan dan bila berpotensi tsunami akan mendapatkan peringatan bahaya potensi tsunami). Tempat yang tinggi tidak harus bukit, namun bangunan lebih dari 3 lantai bisa digunakan untuk tempat penyelamatan. Saya akan memilih gedung yang masih utuh tentunya secara struktur bangunan.

Sadar lokasi sangat penting untuk keselamatan (bertahan hidup) disaat terjadinya bencana. Bila anda ditugaskan di daerah rawan tsunami, carilah info atau peta daerah rawan tsunami. Ketahui dimana anda bekerja dan dimana anda tinggal, serta ketahui daerah mana yang aman. Sehingga bila terjadi gempa yang berciri dapat menimbulkan tsunami seperti yang ada pada nomor 2 diatas, anda bisa escape. Untuk peta aman tsunami di kota Padang, anda bisa mengunduh disini. Bila anda sudah mendapatkan atau memiliki peta, maka bawalah selalu peta tersebut – taruh di tas yang selalu anda bawa, dan masukkan dalam kantong plastik kedap air.

Disaat terjadi gempa, panduan keselamatan yang bisa dilakukan adalah:
  1. Lindungi Kepala, bisa dengan tangan, tas atau apapun yang bisa digunakan sebagai pelindung
  2. Bila di dalam ruangan, segera sembunyi di kolong meja, kolong tempat tidur atau disamping furniture yang kokoh (lemari besar) atau disamping kursi panjang.

Bila tidak ada tempat sembunyi segera tiarap sambil tetap melindungi kepala anda.
  1. Jauhi kaca, karena disaat gempa, kaca bisa pecah dan pecahan kaca dapat melukai anda. Luka yang disebabkan pecahan kaca bisa fatal dan letal/mematikan.
  2. Jauhi hiasan rumah yang dapat jatuh (bingkai foto/lukisan, lampu hias, TV, lemari yang tidak diamankan)
  3. Bila sudah reda gempanya, segera menuju ke lapangan terbuka dengan langkah yang aman (jangan berlari dengan panik), bila menggunakan tangga darurat disaat menggunakannya jangan lupa tetap berpegangan pada handrail –nya. Sehingga bila ada goyangan atau tertabrak orang lain, anda masih bisa mengendalikan diri agar tidak terjatuh. Karena terjatuh disaat menyelamatkan diri umumnya fatal karena ada risiko terinjak-injak.
  4. Bila ada orang yang memimpin evakuasi (misalnya staf security terlatih, atau kebetulan ada orang yang memiliki keterampilan sebagai penyelamat/rescuer), ikutilah arahannya.

Bila anda berada di jalan:
  1. Lindungi kepala anda
  2. Jatuhkan tubuh anda ke jalan, tengkurap dan tetap lindungi kepala
  3. Hindari tiang listrik, papan reklame dan pohon

Bila anda sedang berkendaraan dengan mobil:
  1. Hentikan kendaraan
  2. Matikan mesin
  3. Ajak penumpang lain segera keluar mobil
  4. Segera tengkurap di samping mobil. Jangan di kolong mobil.


Jangan pernah kembali ke bangunan walaupun gempa telah reda, apapun alasannya.

Maksud dari saya tidak menunggu info BMKG adalah bukan karena saya tidak percaya dengan BMKG dan mengajak anda juga tidak mempercayainya. Namun ini lebih dikarenakan pada saat ini jeda antara terjadinya gempa dan informasi terjadinya gempa dan peringatan potensi tsunami adalah 7 menit bahkan bisa lebih bila jalur crowded atau terganggu akibat gempa. Juga berdasarkan info dari BMKG bahwa dibeberapa daerah memiliki waktu emas yang sangat singkat yaitu 5 menit. Nah waktu emas itulah yang kita gunakan untuk menyelamatkan diri.

Jangan menunggu tanda adanya air laut surut atau bau garam yang menyengat. Karena tidak semua tsunami didahului air laut yang surut atau bau garam yang menyengat. Bila anda menunggu itu, maka anda terlambat, karena bila memang terjadi air laut surut maka tsunami sudah di depan mata dan anda tidak punya kesempatan untuk berlari – kecepatan tsunami melebihi kecepatan anda berlari atau menggunakan kendaraan.

Jadi keputusan mengungsi ada ditangan anda. Mengungsi ? atau tidak? 


Share Me Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih.

View My Profile on View ujang lasmana's profile on LinkedIn 

GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

17.4.12

Tanah Rawa, Jakarta Utara dan Barat Berpotensi Rasakan Gempa Lebih Besar

Kondisi tanah rupanya punya pengaruh besar bagi kekuatan goyangan gempa. Ahli dari ITB mengatakan tanah yang berjenis lunak bisa membuat getaran gempa terasa lebih kuat.

"Tanah lunak bisa memperbesar goyangan hingga 2-2,5 kali dari kekuatan gempa," jelas Ketua Pusat Mitigasi Bencana ITB Masyur Irsyam dalam diskusi bertajuk 'Mitigasi Gempa' di Gedung Krida Bhakti Setneg, Jl Veteran no 12, Jakarta Pusat, Selasa (17/4/2012).

Ada dua wilayah di Jakarta yang tanahnya tergolong lunak, yakni Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Kedua wilayah itu memang dekat dengan pantai dan rawa-rawa.

"Tanah lunak itu biasanya bisa berupa rawa. Kalau dipasang tiang pancang dia akan langsung jatuh. Tapi pada umumnya di dekat pantai," jelas Masyur.

Namun meskipun lunak, bukan berarti kedua wilayah ini tidak bisa berdiri bangunan bertingkat. Hanya saja spesifikasinya harus khusus.

"Bisa tetap dibangun bangunan tapi memang harus khusus, beda daripada kalau dibangun di tanah sedang atau tanah keras," katanya.

Sedangkan untuk wilayah lainnya seperti Jakarta Pusat, Timur, dan selatan tanahnya tergolong sedang. Makin jauh dari pesisir maka tanahnya semakin keras.(gah/nrl)

Sumber: detik

Share Me

Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih.

View My Profile on View ujang lasmana's profile on LinkedIn

GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

Another Articles

Ready to Download

Silahkan Unduh Manual dibawah ini, bila dijadikan referensi mohon dicantumkan sumbernya.

Manual Mahir Memanfaatkan Peta Navigasi.net untuk Garmin Map 76 CSx, ETrex Vista HCx dan Nuvi Series dalam 30 Menit

Manual singkat yang berisikan langkah-langkah Instalasi dan memanfaatkan peta navigasi.net untuk GPS Garmin Map 76 CSx, ETrex Vista HCx dan Nuvi Series


Manual Mahir Garmin Map 76 CSx dalam 30 Menit

Manual singkat yang berisikan langkah-langkah penggunaan GPS Garmin Map 76 CSx


Manual Garmin HCx untuk Pemetaan Risiko Bencana

Manual yang berisikan langkah-langkah penggunaan GPS Garmin HCx untuk memetakan risiko bencana, dan juga berisi bagaimana mengolah data di MapSource setelah mendapatkan data GPS


Daftar Legenda dalam Pemetaan Risiko Bencana

Berisikan legenda-legenda yang ada dalam manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko digunakan dalam memetakan risiko bencana


Daftar Kebutuhan Pemetaan Risiko Bencana

Daftar yang berisikan keperluan-keperluan pemetaan risiko bencana yang biasa digunakan oleh PMI


Daftar Istilah dalam Pemetaan Risiko Bencana

Berisikan istilah-istilah yang ada dalam manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko digunakan dalam memetakan risiko bencana


Kamus SIGaP/ Dictionary of PGIS

Berisikan istilah-istilah yang digunakan dalam Sistem Informasi Geografis Partisipatif, keluaran PPGIS/IAPAD


Diagram Alur Pemetaan Risiko Bencana

Diagram alur pemetaan risiko bencana yang biasa digunakan oleh PMI


Formulir Hazard

Formulir Hazard/Ancaman yang biasa digunakan oleh PMI


Formulir Isian

Formulir Isian dalam pemetaan risiko yang biasa digunakan oleh PMI




Daftar di bawah ini merupakan Bab-bab yang ada dalam Buku Manual Sistem Informasi Geografis Partisipatif (SIGaP): Pemetaan Risiko yang dilakukan secara Partisipatif

Bab 2: GPS

Bab 2 dari buku Manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko, yang merupakan buku pertama dalam rangkaian buku Pemetaan Risiko. Berisikan dasar-dasar GPS dan hubungannya dengan Risiko Bencana


Bab 4: Analisa Data

Bab 4 dari buku Manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko, yang merupakan buku pertama dalam rangkaian buku Pemetaan Risiko. Berisikan bagaimana menganalisa data yang sudah didapat dalam pemetaan di lapangan oleh Sukarelawan PMI


Bab 5: Membuat Peta Tumpang Susun/Overlay, Peta Dinding, dan 3 Dimensi

Bab 5 dari buku Manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko, yang merupakan buku pertama dalam rangkaian buku Pemetaan Risiko. Berisikan bagaimana membuat peta tumpang susun, peta dinding, dan peta 3 Dimensi. Langkah ini merupakan langkah berikutnya setelah pengolahan data dengan MapSource


Bab 6: Google Earth

Bab 6 dari buku Manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko, yang merupakan buku pertama dalam rangkaian buku Pemetaan Risiko. Berisikan dasar-dasar pemanfaatan Google Earth dalam pemetaan Risiko

Ready Downloaded List: Mapping Software

Download Google Earth
Google Earth Versi 6.2

Unggah Google Earth versi terbaru



Download MapSource Mutakhir MapSource software version 6.16.3

Tingkatkan MapSource anda dengan piranti lunak MapSource terbaru dari sumber aslinya



Up Date software unit Garmin Anda Up Date Software Garmin Anda

Tingkatkan Performa GPS Receiver Garmin anda dengan piranti lunak dari sumber aslinya

Reader