Slider-1-Title-Here

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor. Aenean massa. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Donec quam felis, ultricies nec, pellentesque eu, pretium quis, sem. Nulla consequat massa quis enim.

Slider-2-Title-Here

In enim justo, rhoncus ut, imperdiet a, venenatis vitae, justo. Nullam dictum felis eu pede mollis pretium. Integer tincidunt. Cras dapibus. Vivamus elementum semper nisi. Aenean vulputate eleifend tellus. Aenean leo ligula, porttitor eu, consequat vitae, eleifend ac, enim. Aliquam lorem ante, dapibus in, viverra quis, feugiat a, tellus. Phasellus viverra nulla ut metus varius laoreet.

Slider-3-Title-Here

Aenean imperdiet. Etiam ultricies nisi vel augue. Curabitur ullamcorper ultricies nisi. Nam eget dui. Etiam rhoncus. Maecenas tempus, tellus eget condimentum rhoncus, sem quam semper libero, sit amet adipiscing sem neque sed ipsum. Nam quam nunc, blandit vel, luctus pulvinar, hendrerit id, lorem.

Slider-4-Title-Here

dui quis mi consectetuer lacinia. Nam pretium turpis et arcu. Duis arcu tortor, suscipit eget, imperdiet nec, imperdiet iaculis, ipsum. Sed aliquam ultrices mauris. Integer ante arcu, accumsan a, consectetuer eget, posuere ut, mauris. Praesent adipiscing. Phasellus ullamcorper ipsum rutrum nunc. Nunc nonummy metus. Vestibulum volutpat pretium libero. Cras id dui.

Slider-5-Title-Here

Aenean tellus metus, bibendum sed, posuere ac, mattis non, nunc. Vestibulum fringilla pede sit amet augue. In turpis. Pellentesque posuere. Praesent turpis. Aenean posuere, tortor sed cursus feugiat, nunc augue blandit nunc, eu sollicitudin urna dolor sagittis lacus.

Lokasi Gempa

Gambar ini menunjukkan lokasi gempa terakhir di Indonesia

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Compass

Penunjuk Arah

GPS Constellation

A visual example of the GPS constellation in motion with the Earth rotating. Notice how the number of satellites in view from a given point on the Earth's surface, in this example at 45°N, changes with time.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label GPS Tracking. Show all posts
Showing posts with label GPS Tracking. Show all posts

19.7.10

GeoSetter for Fun & DRR

MINGGU LALU SAYA berkenalan dengan seorang konsultan GIS yang bekerja untuk GTZ, dialah Bapak Y. Martin Hardiono. Kebetulan saat itu saya ingin membuat peta evakuasi di Kota Padang yang ditujukan untuk masyarakat awam, dan GTZ telah memulainya untuk BPBD Kota Padang.

Pak Martin yang juga seorang Garminerz (saya menggunakan istilah ini untuk orang yang sering menggunakan GPS Garmin, terutama untuk hobby, yah walaupun sering juga akhirnya digunakan untuk pekerjaan) membuat saya banyak diskusi dan belajar dengannya mengenai GIS dan GPS.

Beliau memperkenalkan saya dengan sebuah “Boys Toy” yaitu Geosetter. Dengan geosetter kita bisa meng-geotagging foto-foto hasil jalan-jalan ataupun hasil asesmen kita.

Nah, hasil geotagging pada foto-foto kita dapat dimuat di GoogleEarth.

HASIL GEOTAGGING DAPAT kita gunakan untuk menyimpan memori perjalanan kita, dan juga untuk membantu pejalan lain untuk menapaktilasi perjalanan kita atau paling tidak mengunjungi tempat-tempat yang kita sarankan dikunjungi oleh pejalan lain.
Tempat-tempat wisata yang indah, misalnya tempat indah yang baru saya kunjungi yaitu Bukit Lengkisau di Painan Pesisir selatan yang secara kebetulan dan mungkin sulit dijumpai lagi yaitu adanya pelangi kembar di atas Painan.
Dan juga tempat-tempat kuliner yang membuat lidah kita menari-nari karena lezatnya.

Bagaimana caranya kita meng-geotagging foto-foto kita dengan menggunakan geosetter? Berikut ini tips singkatnya:
1. Buka aplikasi geosetter
2. Unggah foto-foto yang akan di-geotagging
3. Masukkan koordinat yang sudah kita dapat melalui GPS
4. Bisa juga dimasukkan info-info yang diperlukan yang nantinya akan tampil bila foto kita diklik di jendela GoogleEarth. Nah kawan-kawan bisa narsis disini dengan mengisikan info-info artist, Caption Writer, Credit, Copy writer dengan nama kawan-kawan.
5. Save hasil geotagging
6. Klik icon GoogleEarth, dan ….. tunggu sampai GoogleEarth menampilkan hasilnya.
7. Mudahkan?

Untuk langkah detilnya saya sedang menyusunnya, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa selesai. Tapi sepertinya langkah singkat di atas juga mudah dilakukan kawan-kawan.

APLIKASI INI BISA kita manfaatkan juga untuk kegiatan yang disebut dengan Participatory Photo Mapping, terutama untuk kegiatan kesiapsiagaan bencana dan juga upaya pengurangan risiko bencana atau dalam payung besar manajemen bencana.
PMI yang sudah memanfaatkan pendekatan Participatory Risk Mapping dan juga telah banyak memiliki Disaster Risk Mappers tentunya dapat memanfaatkan tekhnik ini dan juga aplikasi ini.
Untuk ditempat kerja saya yang sekarang, Mercy Corps, saya pasti akan memanfaatkannya.

Seperti yang sudah dilakukan para Mappers PMI, dimana dulunya mereka mengambil foto dan koordinat untuk program Pengurangan Risiko terpadu Berbasis Masyarakat (Pertama) dan hasilnya digunakan untuk perencanaan kontinjensi dan pengurangan risiko di desa mitra. Maka dengan aplikasi ini akan lebih mudah mengerjakannya.

Ayo para Risk Mappers kita gunakan aplikasi ini. Buktikan kita mampu dan berkembang keterampilan kita.

UNTUK RISK MAPPERS akan saya kirimkan lewat e-mail contoh hasil kerja saya, tinggal klik dan kawan-kawan lihat hasilnya di GoogleEarth, tunggu yah.

BAGAIMANA MEMANFAATKAN HASIL participatory photo mapping dalam ranah manajemen bencana? Seperti yang pernah Risk Mappers lakukan di daerah program, yaitu dengan menampilkan peta dan foto-foto terkait hazard, vulnerability dan capacity kemudian didiskusikan bersama diantara masyarakat di desa yang bersangkutan, biasanya yang memfasilitasi diskusi adalah masyarakat sudah terlatih – Sibat (kelompok siaga bencana) misalnya. Hal ini dilakukan setelah dilakukan analisa baik antara praktisi menajemen bencana maupun masyarakat lokal.

Juga bisa dilakukan dengan berbagi data antara para aktor manajemen bencana (pemerintah, masyarakat, badan kemanusiaan –LSM, peneliti dan juga dunia usaha). Data geotagging yang dilakukan dengan menggunakan geosetter sangat mudah dibagikan kepada mitra, dengan mengirimkan file yang sudah berbentuk KMZ. Selanjutnya bisa dilakukan analisa secara partisipatif walaupun tidak berada dalam ruangan atau organisasi yang sama dan juga tekhnik yang tidak sama pula, hasilnya bisa digunakan bersama.

Perubahan perilaku ke arah yang positif diharapkan dapat terfasilitasi dan akhirnya mudah diterima oleh masyarakat. Dengan mendiskusikan sesuatu yang nyata (foto-foto) dan juga pengalaman yang ada.

SECARA RINGKAS, ALUR pelaksanaan pemetaan & foto secara partisipatif adalah:
1. Buat perencanaan pemetaan risiko secara partisipatif bersama-sama dengan masyarakat
2. Pengambilan data (spasial, info dan juga foto) dilapangan
3. Kompilasi data
4. Analisa
5. Diskusikan hasil yang sudah diolah dengan masyarakat untuk mendapatkan umpan balik dan juga informasi baru/tambahan atau perbaikan
6. Buat perencanaan – juga dengan menggunakan data risiko lainnya (misalnya hasil survey awal, survey perilaku/KAP):
a. Perencanaan kontinjensi
b. Perencanaan upaya pengurangan risiko
c. Standar Operating Procedures (SOP)
7. Presentasikan hasil kepada pemangku kepentingan (stake holder) dan juga berbagi dengan mereka. Sehingga hasil-hasil perencanaan yang dibuat dimasyarakat dapat di”injeksikan” kepada kebijakan pemerintah yang sudah ada atau yang belum ada, sehingga pelaksanaan dilapangan akan terjadi komunikasi dan koordinasi yang baik. Bila kebijakan pemerintah daerah belum ada diharapkan perencanaan desa dapat menjadi bahan rangsangan agar pemda segera memiliki kebijakan (Perda, Perbup, Perwako, Rencana Kontinjensi, SOP dll).

Kegiatan itu selayaknya dilakukan dengan partisipasi penuh masyarakat.

JANGANLAH NEGERI KITA yang rawan bencana membuat kita hanya merasa takut dan pasrah tanpa upaya, mari kita siaga.

Tuhan, tidak akan merubah nasib suatu kaum bila kaum itu tidak mau merubahnya. Δ

Keterangan foto:
1. Perkebunan teh disepanjang jalan menuju Danau Atas (S1°04’25.2” E100°45’06.6”) dan Danau Bawah (S1°00’34.0” E100°43’52.2”) di Kabupaten Solok Sumatera Barat. Untuk dapat melihat kedua danau kembar sekaligus, anda dapat berkunjung ke Panorama di S1°02’39.6” E100°44’24.0”.
2. Kota painan dilihat dari lokasi evakuasi (S1°20’31.4” E100°35’12.0”) yang dibangun oleh pemerintah setempat di perbukitan.
3. Salah satu petunjuk evakuasi di Painan Kab. Pesisir Selatan (S1°20’59.1” E100°34’45.9”), disamping kediaman salah seorang pemimpin Kab. Pesisir Selatan.


Tulisan ini pernah dimuat disini

Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih.GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

22.3.10

GPS Tracking: meningkatkan pelayanan

Indogeotech meluncurkan sebuah aplikasi gratis untuk melacak kendaraan kita. Aplikasi yang mudah dalam penggunaanya ini bisa anda lihat di situsnya www.kulacak.com.

Bila kendaraan anda telah dilengkapi dengan GPS tracking maka anda tidak usah khawatir terhadap kendaraan anda. Kenapa? Karena bila ada penjahat yang mencuri kendaraan anda, anda dapat melacak dimana keberadaan kendaraan anda melalui aplikasi ini.


GPS Tracking di Dunia Bisnis dan Pelayanan Kemanusiaan

Sudah saatnya kendaraan yang digunakan dalam dunia bisnis dan pelayanan kemanusiaan dipasangkan GPS tracking. Kenapa?

Jawaban untuk dunia bisnis:

1. PENINGKATAN EFISIENSI PERUSAHAAN
Memastikan bahwa seluruh armada dan karyawan Anda bekerja secara optimal
Meminimalkan terjadinya penyimpangan rute dan pengiriman yang terlambat
Anda dapat mengetahui berapa lama waktu istirahat karyawan (supir) Anda

2. PENGHEMATAN BIAYA OPERASIONAL
Mengontrol dan mencegah terjadinya pencurian BBM (Bahan Bakar Minyak) pada kendaraan Anda.
Mengontrol pekerjaan karyawan Anda, sekaligus mencegah terjadinya pembayaran upah lembur yang tidak benar.

3. MENGHINDARI KECURIAN MOBIL
Mengontrol mobil dan armada Anda lewat SMS atau Komputer, termasuk mematikan mesin mobil via SMS, melacak pergerakan berikut posisi kendaraan Anda setiap hari, selama 24 jam penuh. Temukan fitur lengkap dari KULACAK
Mengurangi biaya Asuransi kendaraan Anda, selain Asuransi Mobil (Total Loss) hanya membayar 80% dari harga mobil baru Anda
Mengetahui Armada mana saja yang tidak efisien.

4. KEAMANAN KARYAWAN, ARMADA DAN PRODUK
Tombol SOS jika terjadi pembajakan / kecelakaan di tengah jalan.
Deteksi dan pemberitahuan ke Anda, jika Mobil Anda keluar dari daerah yang telah ditetapkan
Deteksi dan pemberitahuan ke Anda, jika Mobil berlari diatas kecepatan yang telah ditetapkan

Jawaban untuk pelayanan kemanusiaan:
Sama seperti dunia bisnis, hanya saja perlu ditekan kan bahwa keterlambatan dan ketidaktepatan membuat korban bencana semakin menderita dan mungkin jumlahnya malah akan bertambah.
Organisasi pelayanan kemanusiaan yang dapat menggunakan GPS tracking misalnya adalah PMI, Ambulans 118 dan MER-C.

1. PENINGKATAN EFISIENSI ORGANISASI
Memastikan bahwa seluruh armada dan karyawan/sukarelawan organisasi yang anda kelola dapat bekerja secara optimal. Meminimalkan terjadinya penyimpangan rute dan keterlambatan pengiriman bantuan (baik pelayanan maupun barang bantuan).

2. PENGHEMATAN BIAYA OPERASIONAL
Mengontrol penggunaan BBM pada kendaraan bantuan.
Mengontrol penggunaan kendaraan diluar kepentingan organisasi

3. MENGHINDARI KECURIAN MOBIL
Mengontrol mobil dan armada Anda lewat SMS atau Komputer, termasuk mematikan mesin mobil via SMS, melacak pergerakan berikut posisi kendaraan Anda setiap hari, selama 24 jam penuh.
Mengetahui Armada dan operator mana saja yang tidak efisien.

4. KEAMANAN DAN KESELAMATAN KARYAWAN, SUKARELAWAN, ARMADA DAN BARANG BANTUAN
Mengingat karyawan, Pengurus dan Sukarelawan organisasi kemanusiaan bekerja di lingkungan yang tidak bersahabat dan bahaya selalu mengancam maka GPS tracking mampu meningkatkan jaminan keselamatan bagi siapa saja yang terlibat dalam operasi bantuan.
Tombol SOS jika terjadi pembajakan/kecelakaan di tengah jalan.
Deteksi dan pemberitahuan ke Anda, jika Mobil Anda keluar dari daerah yang telah ditetapkan.
Deteksi dan pemberitahuan ke Anda, jika Mobil berlari diatas kecepatan yang telah ditetapkan.

Kesemua alasan diatas akan membantu meningkatkan penilaian (imej) masyarakat terhadap perusahaan atau organisasi kemanusiaan yang anda kelola.▲


Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih.

GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

24.8.09

GPS Tuntun Si Pelupa Temukan Kembali Hartanya

K ecanggihan teknologi memang banyak membantu kehidupan modern, seperti yang dialami musisi pelupa ini. Seorang pemain biola akhirnya dapat menemukan kembali biolanya yang tertinggal di dalam sebuah taksi di New York dengan bantuan global positioning system (GPS).

Salah seorang petugas di perusahaan taksi itu mengatakan, peralatan GPS di dalam taksi memungkinkan sopir taksi kembali mencari pemusik Korea, Hanh-Bhin, untuk mengembalikan biolanya, Senin (17/8). Menurut Hanh-Bihn, biola buatan abad ke-18 itu senilai 600.000 dollar AS atau sekitar Rp 6 miliar. (Klik Disini Untuk Yang Lebih Lengkap)

Pemusik Korea itu naik taksi dari Lincoln Center setelah mengisi acara di Pertunjukan Seni menuju apartemennya di Chinatown, New York, Senin dini hari. Dia meninggalkan biola dan kartu kreditnya di taksi.

Hanh-Bihn bukanlah satu-satu pemusik yang melupakan alat musik supermahal di taksi. Sebelumnya, pada 2001, pemusik Lynn Harrell juga meninggalkan sebuah selo Stradivarius berusia 328 tahun dan berharga sekitar 4 miliar dollar AS.

Pada 1999, pemain selo Yo-Yo Ma juga melupakan selo berusia 266 tahun dan berharga 2,5 juta dollar AS di taksi. Untung, sopir taksi di New York jujur dan mau menggunakan teknologi sehingga para pemusik pelupa itu dapat bersatu kembali dengan alat musik mereka yang sangat berharga. (Reuters/AP/joe)

Sumber berita : Kompas.com

31.7.09

Jangan Salah Memasukkan Nama Pada GPS Bila Tidak Ingin Tersasar

Janganlah anda sampai salah dalam memasukkan nama tujuan di GPS anda bila anda tidak ingin tersasar.

Ada pengalaman yang bisa menjadi pelajaran bagi kita pengguna GPS, yaitu pengalaman sepasang wisatawan yang tersasar di Italia.

Seperti yang di beritakan oleh detikinet pada Kamis, 30/07/2009 08:45 WIB.

Sepasang Wisatawan salah memasukkan nama daerah yang dituju pada GPS-nya. Hasilnya adalah mereka sampai tersasar sejauh 650 Km di Italia.

Kenapa bisa begitu? ternyata mereka salah mengetikkan nama daerah yang dituju, kesalahannya relatif kecil dan umum dilakukan disekitar kita. kesalahan itu adalah mereka mengetikkan nama kota Carpi, padahal tujuannya adalah Capri (sebuah pantai yang terkenal dikalangan wisatawan dunia). Hasilnya? mereka mengarah pada arah yang berbeda dan jaraknya adalah 650 Km dari Capri ke Carpi.

Hal ini juga bisa terjadi di Indonesia, apalagi banyak nama daerah yang mirip, tertukar susunannya atau namanya sama namun daerahnya berbeda. Misalnya bila anda mencari daerah pabuaran di Tangerang (Kota maupun Kabupaten) maka akan banyak nama yang sama, maka anda harus hati-hati.

Adalagi nama yang mirip yaitu Purwokerto dan Purwakarta, bagi orang yang lama di Jawa mungkin tidak bermasalah, karena tahu bahwa beda kota Purwokerto dengan purwakarta, yang satu di Jateng dan yang satu di Jabar. Namun bagi orang luar?

Contoh yang terjadi penukaran pada susunan huruf adalah Surakarta dengan Kartasura, untunglah jarak kedua kota ini berdekatan, walaupun begitu bagi orang baru? tetap saja membingungkan. Suami Isteri, sepasang kekasih bisa berantem tuh.

Jadi, kawan-kawan hati-hati yah dalam memasukkan data ke dalam GPS. OK Cheer,

30.7.09

Lacak Flu Babi, Anak SD Dibekali Ponsel Ber-GPS (GPS for Students for H1N1 surveillence)

Sebanyak 1.000 murid SD di Jepang akan dibekali ponsel ber-GPS. Rencana percobaan ini merupakan gagasan dari pemerintah Jepang dan salah satu operator mobile, Softbank.

Untuk apa anak-anak SD di sana dibekali ponsel canggih? full sory Click here Alasan kesehatan ternyata menjadi tujuan rencana tersebut.

Dengan bantuan GPS, diharapkan penyebaran flu babi bisa dilacak dan dibatasi. Dikutip detikINET dari TechRadar, Senin (8/6/2009), data dari GPS akan digunakan untuk melacak pergerakan sejumlah anak-anak yang sebelumnya telah dipantau.

Data GPS juga dipakai guna mengetahui seberapa banyak anak-anak lain yang berpotensi terkena penyakit itu.

Jika data tersebut berhasil diketahui, akan lebih mudah untuk menyampaikan peringatan kepada mereka agar tetap berada di dalam ruangan dan mengurangi kontak dengan orang lain agar penyebaran tidak meluas.

Namun meski banyak manfaat yang dituai, tetap ada kecemasan di balik rencana ini. Hal tersebut terkait dengan hukum mengenai aksi pengawasan terhadap orang secara terus-menerus.
( sha / faw )

From: detik.com
Senin, 08/06/2009 17:20 WIB
Santi Dwi Jayanti - detikinet

7.7.09

Step By Step Instal Peta dari Navigasi.Net

Peta yang bersumber dari Navigasi.Net ternyata cukup lengkap dan banyak membantu saya saat Tour of Duty di daerah dan juga disaat saya mencari lokasi-lokasi semisal rumah sakit, dan PoI (Points of Interest) lainnya. Tinggal klik menu find, tentukan PoI-nya dan silahkan meluncur.

Berikut ini saya akan berbagi langkah-langkah untuk menginstal peta dari Navigasi.Net untuk GPS Garmin dan Mapsource.

Saya asumsikan anda sudah mendownload petanya, dan anda mendownload lengkap untuk versi penuh.

1. Klik dua ikon Navigasi.Net yang berwarna oranye dengan segitiga menunjuk ke bawah.


2. Tampil jendela konfirmasi untuk mendownload peta. (Saat tulisan ini dibuat, versi 1.59).


3. Klik Next

4. Tampil jendela License Agreement, klik I accept the agreement

5. Dilanjutkan dengan tampilnya kotak Maps Instalation. Pilih Install maps for MapSource application, untuk menginstalasi peta untuk aplikasi MapSource. Bila anda memilih ini maka MapSource anda akan memuat peta Indonesia lengkap.

Pilih Create Garmin map (GMAPSUPP.IMG), untuk membuat peta GPS Garmin anda.

Atau pilih keduanya, untuk mendapatkan peta MapSource dan peta Garmin. Saya memilih keduanya.

Kemudian Klik Next



6. Tampil jendela Select Destination Location, pilihlah tempat anda akan menyimpan instalasi peta.

Pilih MapSource Custumization yang sesuai, saya memilih Full custumize.

Klik Next.

7. Jendela Select Garmin Map Data Directory

Jendela ini untuk memilih mana yang akan anda install:
• Bila anda memilih Full custumize: Support : Rino, Nuvi series, Garmin Mobile XT, 60CSX, 76CSX, eTrex Vista
Original Road: direkomendasikan hanya untuk Garmin mobile PC
Basic: direkomendasikan untuk: Garmin model lama (tidak support untuk: 3D/Bird view map display)

8. Klik next, selanjutnya anda siap untuk menginstalasi.
9. Selamat mencoba.

Untuk menampilkan peta pada GPS
Lihat hasil instalasi pada directory yang anda pilih, cari file dengan ekstensi GMAPSUPP.IMG kemudian kopikan pada kartu memori GPS anda.

Untuk lebih lengkap Klik disini

2.7.09

(GPS on ERU Team Training) American Red Cross Builds International Disaster Response Skills



Recording a shelter location on a handheld GPS, preparing a disaster operation plan of action and then sending it via satellite phone, and dining on meals-ready-to-eat were just a few day-to-day realities of disaster responders—including an American Red Cross Relief Emergency Response Unit (ERU) member—in Peru last August.

"When the Red Cross or Red Crescent in another country asks for help, it's our responsibility to send people with the right preparation, skills and personal qualities ready to give immediate support," emphasized Tracy Reines, Director of International Disaster Response at the American Red Cross. "Field-based training is a key element of that preparation."

The American Red Cross has offered Relief ERU training since 2003—when the Relief ERU tool was launched—to enhance the skills of experienced disaster workers. This year, however, a new element was added to the training.

From April 20-26, the American Red Cross hosted its first joint Relief and IT & Telecommunications ERU training in Panama City, Panama.

"The Relief and IT & Telecommunications ERUs work closely together on disaster operations," said Travis Betz, Field Operations Officer for the American Red Cross, "bringing them together for this course creates a more realistic training environment and teaches collaboration, which is essential to a successful mission."

Many participants focused on relief—such as how to conduct assessments and coordinate distributions of relief supplies—while others concentrated on setting up and maintaining computer systems and emergency communications networks in the field. All participants learned how their work supports the local Red Cross or Red Crescent.

While the ERU training includes classroom discussions and presentations, it's the integrated, hands-on activities that add real value and distinguish the course from others.

"Our goal is to give participants a taste of the field," said Colin Chaperon, Field Operations Senior Associate. "Field exercises that simulate disasters allow participants to practice response skills, while showing patience, flexibility and resourcefulness required in these complex situations."

"The training was an incredible experience," confirmed Laura Hevesi, a participant in the training. "I know the lessons learned this past week, and there were many, will serve me for a long time to come."

As part of the largest humanitarian organization in the world, the American Red Cross never works alone internationally. This training was no different. The Danish Red Cross provided the curriculum and three facilitators for IT & Telecommunications portion. Last year, when the Danish Red Cross was forming its Relief ERU, the American Red Cross sent facilitators for their training. It's a classic case of sister societies helping each other out.

But partners aren't only sister national societies. Just as the American Red Cross relies on donor support during disasters like the Peru earthquake, donors also aid in preparing to respond.

When the American Red Cross had to send equipment—satellite phones, computers, hand-held radios, GPS, tents and cots—to Panama prior to the course, FedEx Corporation shipped our goods free of charge.

Three other donors—Delta Airlines, UPS and Daimler Financial—attended the course for two days as observers to learn just how in-depth and realistic the field-based course is.

"It was obvious that the Red Cross is a remarkably well-organized, experienced and professional organization that provides invaluable help to the community worldwide," commented Alice Benitez, a manager with UPS. "Equally remarkable was the human quality, dedication and passion of the individuals, both employees and volunteers, that were part of the training. Seeing it all come together in the field exercise was very inspirational."

From: http://www2.redcross.org/article/0,1072,0_332_7736,00.html

Gina Guinta, Information Analyst, American Red Cross

Friday, May 16, 2008

As part of the world's largest humanitarian network, the American Red Cross alleviates the suffering of victims of war, disaster and other international crises, and works with other Red Cross and Red Crescent societies to improve chronic, life-threatening conditions in developing nations. We reconnect families separated by emergencies and educate the American public about international humanitarian law. This assistance is made possible through the generosity of the American public.

1.7.09

GPS to improve ambulance response

Ambulance response times should get shorter now that a new global-positioning system has been put in place, making it easier for emergency dispatchers to get the closest ambulance to a medical emergency.

After a year of planning and intensive testing, the automatic vehicle-location system is operating in Metro EMS. Now, dispatchers at MetroSafe Communications can see, in real time, the location of every paramedic or emergency medical technician.

The system uses GPS technology that has been placed in every ambulance and paramedic fly-car to figure out what available unit is closest to a medical call being phoned in to the 911 center.

"We're trying to make things faster," said Dr. Neal Richmond, head of Metro EMS. "But not just get there fast, but get there smart."

With the help of the GPS locators, the computer can recommend which unit is closest and available.

Previously, medical personnel had to call in their ambulance locations. But that only provided a best estimate of where an ambulance might be at any time, leaving dispatchers to make an educated guess about where the closest ambulance to a call might be.

This system eliminates the guesswork, Richmond said.

Because of the GPS, dispatchers can now see icons on their computer screens that show the locations of the ambulance or fly-cars within 10 feet of the actual location. They can see if they are traveling on an interstate or stationed at their prescribed headquarters.

The computer automatically updates the locations every six seconds.
Because of that accuracy, that could shave seconds, or even minutes, off of response time, official say.

City officials invested $435,000 in the system, which was paid for in a capital allocation to EMS.

Richmond said that is about the cost of what the city would pay to put another ambulance in the system, but by spending the money this way, response times improve across the board.

Louisville is the first community in the commonwealth, and among the first large systems in the country, to start using this system.


Reporter Jessie Halladay can be reached at (502) 582-4081.


By Jessie Halladay • jhalladay@courier-journal.com • June 4, 2009

Ambulans PMI Kapan yah dilengkapi GPS biar pelayanan makin tepat waktu dan efisien dalam penggunaan BBM

62 (Indonesian) police patrol cars equipped with GPS

DENPASAR: Police patrol cars were equipped with global positioning systems (GPS) on Tuesday during an event overseen by Bali Police Chief Insp. Gen. Teuku Ashikin Husein.

Bali Police spokesman Sr. Comr. Gde Sugianyar said 62 police cars had been equipped with GPS to increase coordination among officers. The new system means officers can receive instant directions from headquarters.


"The GPS will enable police to respond faster and better, as called for by President Susilo Bambang Yudhoyono," he said, adding that the 62 patrol cars outfitted with the technology were assigned to Denpasar, Badung, Gianyar and Tabanan - regencies with the highest crime rates.

Sugianyar said the patrol cars would also their gas tanks expanded by 10 to 20 liters to increase their range. - JP

From: http://www.thejakartapost.com/news/2009/02/04/62-police-patrol-cars-equipped-with-gps.html
Wed, 02/04/2009 3:56 PM | Bali

5.5.09

Bikin Tersesat, Ambulans Dilarang Pakai GPS


Wah, berita berikut ini yang dimuat di detik.com perlu dicermati kenapa bisa sampai seperti ini. GPS yang seharusnya membantu kok malah bikin susah.

Inggris - Hampir seratus kasus tersesat akibat Global Positioning System (GPS) membuat pengelola layanan ambulans kapok. Akibatnya, semua pengemudi ambulans dilarang pakai GPS.



Hal itu dialami North East Ambulance Service (NEAS) di Inggris. Pengelola layanan gawat darurat itu memberi peringatan keras pada para pegawainya untuk kembali menggunakan peta yang terbuat dari kertas.

Pasalnya, dari 254 insiden tersesat yang dialami layanan tersebut hingga Juli 2008, terdapat hampir seratus insiden yang disebabkan GPS dalam ambulans. Tepatnya, seperti dikutip detikINET dari Evening Gazette, Selasa (5/5/2009), ada 97 insiden tersesat akibat GPS.

Masalah GPS ini pun bisa berujung pada nyawa. Dikutip detikINET dari Switched, Selasa (5/5/2009), pada tahun 2008 seorang wanita meregang nyawa akibat pengemudi ambulans terlalu percaya pada GPS dan menjadi tersesat dan terlambat sampai rumah sakit. ( sha / wsh )

Santi Dwi Jayanti - detikinet
Selasa, 05/05/2009 14:21 WIB
http://www.detikinet.com/read/2009/05/05/140129/1126493/398/bikin-tersesat-ambulans-dilarang-pakai-gps

Pengalaman saya, memang jangan terlalu percaya dengan petunjuk yang ada di GPS. Karena GPS tidak update peta dasaranya, tidak mengetahui adanya portal, tidak mengetahui arah lalulintas yang berlaku di satu jalan.

Pengetahuan spasial harus ditingkatkan walaupun kita menggunakan GPS. (Ujang Dede Lasmana)

13.4.09

Majalah Mobil (Car Magazine) Perang Mengulas GPS



Setelah AutoBild dan AutoExpert mengulas GPS kini disusul majalah Audiomobil, mereka seakan perang menampilkan edisi khusus GPS. Cara uji produk yang mereka lakukan memiliki kemiripan dan juga tetap ada perbedaan.

Kali ini Audiomobil menguji 16 produk GPS model Handheld, Box, dan Handphone. Nah disini sedikit bedanya dari ulasan majalah sebelumnya.

Saya percaya mereka menampilkan ini karena ingin membantu pembacanya dalam memilih gadget yang tepat bagi kebutuhannya dan sesuai dengan kantongnya.

Betulkah sasarannya adalah wanita yang mengemudikan kendaraannya? karena saya pernah membaca sebuah buku yang judul dan penulisnya lupa, bahwa terbanyak yang membeli GPS adalah wanita. Hal ini disebabkan karena wanita lebih suka membaca peta sesuai dengan arah pandangannya, tidak seperti peta yang umumnya menampilkan utara di atas.







Terlepas dari itu, memang GPS telah menjadi kebutuhan masa kini. Bahkan saya pernah membaca beberapa kendaraan (mobil dan motor) yang menempelkan sticker yang berbunyi: Follow Me! I Have GPS. Maksudnya ikuti dia biar tidak tersesat atau ikuti dia memiliki GPS yah?





Keenambelas produk GPS yang diulas di Audiomobil itu adalah Mio C320b, My Guide 3218, Dauf Auf 3501,
My Guide 4228, Avix AXPND351, Dauf Auf 4302, Garmin Nuvi 205W, Swans Ice DVD-701, Nokia 5800 Xpress Music, Skeleton SKT-3301 GPS, Avix AX3TVD76GH, Avix AXPND71, Oris IO2770, Caska K130, AVT NV-01, dan AVT NV-02.





Belilah Gadget yang sesuai, jangan malu bertanya dengan ahlinya atau yang telah memilikinya.

6.3.09

25 Pages GPS Guide in AutoExpert Magazine


Alhamdulillah,akhirnya kebeli juga majalah AutoExpert edisi Januari-Februari 2009 setelah sampai Jakarta dari “jalan-jalan” penugasan kantor untuk asesmen daerah program PERTAMA PMI (Sulawesi Tenggara). Kenapa sih sampe-sampe saya segitu gembiranya bisa dapetin majalah itu? Padahal kan sudah edisi “basi” (edisi Jan-Feb di beli di bulan Maret). Teringat mottoku, ga ada majalah atau buku bekas – selama belon pernah dibaca berarti masih baru, hehehe.

Tertarik dengan iklannnya yang memuat panduan GPS dalam 25 halaman, jelas membuat saya tertarik dan kesengsem untuk membelinya. Pas beli, ga ngecewain Bro. Isinya bagus banget.






Halaman awal berisi sejarah GPS yang update banget, dilanjutkan dengan apa fungsi GPS, baik di dunia militer maupun sipil dan bagaimana mengoptimalkannya. Halaman berikutnya tentang bagaimana GPS bekerja? Fitur-fitur GPS tak ketinggalan pula dibahas. Juga ulasan singkat GPS-GPS keluaran produsen terkenal, yaitu: GPS MIO C320b, MyGuide m.imove4228, Garmin Oregon 300i (wah saya kesengsem banget nih sama GPS yang satu ini), Garmin Nuvi 205Wi, Garmin Nuvi 550i, dan Garmin Nuvi 710i.



Tidak ketinggalan juga mengulas merk-merk lain yang ”kurang dikenal”, dan GPS phone yang telah beredar.



Jadi beneran majalah itu bak panduan lengkap tentang GPS dan bisa dijadikan rujukan untuk kita dalam membeli GPS yang cocok buat kita. Sehingga menghindarkan kita membeli gadget hanya karena trend saja.



Memang berbeda dengan yang dimuat di majalah AutoBild Indonesia pada edisi 151 (11-17 Februari 2009, dimana Autobild mengulas dengan cara membandingkan masing-masing Navigation Personal Devices. Saya juga pernah mengulas di http://pgis-sigap.blogspot.com/2009/02/test-produk-gps-portable-di-majalah.html

5.3.09

Selintas GPS dan Aplikasi: tracking system (oleh Santosa)


Technology Global Positioning System (GPS) tumbuh pesat merambah berbagai bidang aplikasi. Masyarakatpun telah banyak mengerti dan menggunakan GPS untuk berbagai keperluan dari navigasi sampai dengan pelacakan. Nah, barangkali ada yang belum paham tentang technology GPS dan yang lagi berkembang saat ini yaitu GPS tracking device, berikut saya ulas sedikit mengenai hal tersebut.




GPS merupakan system navigasi satelit Amerika yang pada awalnya digunakan untuk keperluan militer. Namun kemudian technology ini menjadi dual syatem dimana melayani juga kepentingan public. Meskipun begitu, menurut peraturan pemerintah Amerika, penggunaan maupun tingkat akurasi dari sinyal GPS yang dipakai umum yang disebut Course Acquisition code (C/A code) dibatasi. Namun semenjak tahun 2000, policy ini di hapuskan dan hal tersebut membuat akurasi dari sinyal GPS yang untuk masyarakat meningkat hampir menyamai Precise code (P-code) milik militer. Selain itu sejak 2005, Amerika juga melaksanakan program modernisasi GPS. Kedua hal tersebut merupakan pemicu bagi pertumbuhan GPS saat ini.



Saat ini ada 29 GPS satellite yang beredar pada 6 orbit. Secara ideal, 24 satellite sudah mencukupi untuk mengkover semua tempat dipermukaan bumi. Karena, minimal ada 4 satellite yang terdeteksi oleh GPS receiver untuk dapat menentukan posisi koordinat satu tempat.



Nah kemudian kita akan membahas salah satu aplikasi GPS yaitu sebagai alat pelacak (tracking device). Technology instrumentasi dan elektronika saat ini sudah sedemikian maju sehingga dapat menciptakan GPS receiver dengen ukuran kecil. Untuk keperluan pelacakan, GPS receiver ini juga dilengkapi dengan transmitter yang dapat dapat dikoneksikan ke network melalui GPRS yang kemudian akan di process oleh server ditempat berbeda. Server bisa merupakan server indivual atau melibatkan operator (third party). Dari sini, di peroleh informasi keberadaan dari object yang sedang di lacak. Berikut ini adalah video singkat yang menggambarkan bagaimana applikasi dari GPS untuk keperluan pelacakan dari kehidupan sehari2 sampai keperluan kepolisian.



dari: http://santosa.wordpress.com/2008/10/24/selintas-gps-dan-aplikasi-tracking-system/



Terima Kasih Mas Santosa atas izinnya memuat tulisannya di blog ini. Semoga berguna.

Another Articles

Ready to Download

Silahkan Unduh Manual dibawah ini, bila dijadikan referensi mohon dicantumkan sumbernya.

Manual Mahir Memanfaatkan Peta Navigasi.net untuk Garmin Map 76 CSx, ETrex Vista HCx dan Nuvi Series dalam 30 Menit

Manual singkat yang berisikan langkah-langkah Instalasi dan memanfaatkan peta navigasi.net untuk GPS Garmin Map 76 CSx, ETrex Vista HCx dan Nuvi Series


Manual Mahir Garmin Map 76 CSx dalam 30 Menit

Manual singkat yang berisikan langkah-langkah penggunaan GPS Garmin Map 76 CSx


Manual Garmin HCx untuk Pemetaan Risiko Bencana

Manual yang berisikan langkah-langkah penggunaan GPS Garmin HCx untuk memetakan risiko bencana, dan juga berisi bagaimana mengolah data di MapSource setelah mendapatkan data GPS


Daftar Legenda dalam Pemetaan Risiko Bencana

Berisikan legenda-legenda yang ada dalam manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko digunakan dalam memetakan risiko bencana


Daftar Kebutuhan Pemetaan Risiko Bencana

Daftar yang berisikan keperluan-keperluan pemetaan risiko bencana yang biasa digunakan oleh PMI


Daftar Istilah dalam Pemetaan Risiko Bencana

Berisikan istilah-istilah yang ada dalam manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko digunakan dalam memetakan risiko bencana


Kamus SIGaP/ Dictionary of PGIS

Berisikan istilah-istilah yang digunakan dalam Sistem Informasi Geografis Partisipatif, keluaran PPGIS/IAPAD


Diagram Alur Pemetaan Risiko Bencana

Diagram alur pemetaan risiko bencana yang biasa digunakan oleh PMI


Formulir Hazard

Formulir Hazard/Ancaman yang biasa digunakan oleh PMI


Formulir Isian

Formulir Isian dalam pemetaan risiko yang biasa digunakan oleh PMI




Daftar di bawah ini merupakan Bab-bab yang ada dalam Buku Manual Sistem Informasi Geografis Partisipatif (SIGaP): Pemetaan Risiko yang dilakukan secara Partisipatif

Bab 2: GPS

Bab 2 dari buku Manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko, yang merupakan buku pertama dalam rangkaian buku Pemetaan Risiko. Berisikan dasar-dasar GPS dan hubungannya dengan Risiko Bencana


Bab 4: Analisa Data

Bab 4 dari buku Manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko, yang merupakan buku pertama dalam rangkaian buku Pemetaan Risiko. Berisikan bagaimana menganalisa data yang sudah didapat dalam pemetaan di lapangan oleh Sukarelawan PMI


Bab 5: Membuat Peta Tumpang Susun/Overlay, Peta Dinding, dan 3 Dimensi

Bab 5 dari buku Manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko, yang merupakan buku pertama dalam rangkaian buku Pemetaan Risiko. Berisikan bagaimana membuat peta tumpang susun, peta dinding, dan peta 3 Dimensi. Langkah ini merupakan langkah berikutnya setelah pengolahan data dengan MapSource


Bab 6: Google Earth

Bab 6 dari buku Manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko, yang merupakan buku pertama dalam rangkaian buku Pemetaan Risiko. Berisikan dasar-dasar pemanfaatan Google Earth dalam pemetaan Risiko

Ready Downloaded List: Mapping Software

Download Google Earth
Google Earth Versi 6.2

Unggah Google Earth versi terbaru



Download MapSource Mutakhir MapSource software version 6.16.3

Tingkatkan MapSource anda dengan piranti lunak MapSource terbaru dari sumber aslinya



Up Date software unit Garmin Anda Up Date Software Garmin Anda

Tingkatkan Performa GPS Receiver Garmin anda dengan piranti lunak dari sumber aslinya

Reader