Slider-1-Title-Here

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor. Aenean massa. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Donec quam felis, ultricies nec, pellentesque eu, pretium quis, sem. Nulla consequat massa quis enim.

Slider-2-Title-Here

In enim justo, rhoncus ut, imperdiet a, venenatis vitae, justo. Nullam dictum felis eu pede mollis pretium. Integer tincidunt. Cras dapibus. Vivamus elementum semper nisi. Aenean vulputate eleifend tellus. Aenean leo ligula, porttitor eu, consequat vitae, eleifend ac, enim. Aliquam lorem ante, dapibus in, viverra quis, feugiat a, tellus. Phasellus viverra nulla ut metus varius laoreet.

Slider-3-Title-Here

Aenean imperdiet. Etiam ultricies nisi vel augue. Curabitur ullamcorper ultricies nisi. Nam eget dui. Etiam rhoncus. Maecenas tempus, tellus eget condimentum rhoncus, sem quam semper libero, sit amet adipiscing sem neque sed ipsum. Nam quam nunc, blandit vel, luctus pulvinar, hendrerit id, lorem.

Slider-4-Title-Here

dui quis mi consectetuer lacinia. Nam pretium turpis et arcu. Duis arcu tortor, suscipit eget, imperdiet nec, imperdiet iaculis, ipsum. Sed aliquam ultrices mauris. Integer ante arcu, accumsan a, consectetuer eget, posuere ut, mauris. Praesent adipiscing. Phasellus ullamcorper ipsum rutrum nunc. Nunc nonummy metus. Vestibulum volutpat pretium libero. Cras id dui.

Slider-5-Title-Here

Aenean tellus metus, bibendum sed, posuere ac, mattis non, nunc. Vestibulum fringilla pede sit amet augue. In turpis. Pellentesque posuere. Praesent turpis. Aenean posuere, tortor sed cursus feugiat, nunc augue blandit nunc, eu sollicitudin urna dolor sagittis lacus.

Lokasi Gempa

Gambar ini menunjukkan lokasi gempa terakhir di Indonesia

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Compass

Penunjuk Arah

GPS Constellation

A visual example of the GPS constellation in motion with the Earth rotating. Notice how the number of satellites in view from a given point on the Earth's surface, in this example at 45°N, changes with time.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Anak Siaga. Show all posts
Showing posts with label Anak Siaga. Show all posts

11.10.13

Buku: 7 Langkah Selamat Dari Gempa di Rumah



Kawan-kawan, sesuai janji saya, maka izinkan saya meluncurkan buku saya yang berjudul 7 Langkah Selamat Dari Gempa : Panduan Keselamatan Bagi Keluarga.  Berikut linknya … Silahkan di Unduh Gratis loh (seperti buku-buku saya sebelumnya)
Indonesia adalah Negara yang rawan akan gempa bumi, ini diakibatkan Indonesia terletak di sabuk gunung api pasifik (Pacific Ring Of Fire).

Kefatalan akibat kejadian gempa sesungguhnya tidak disebabkan oleh gempa bumi itu, namun bangunan yang runtuh dan isi bangunan yang terjatuhlah yang membunuh. Berangkat dari ini, maka saya menuliskan buku mengenai bagaimana menjadikan rumah anda sebagai tempat yang aman dari dampak gempa. Buku ini berjudul 7 Langkah Selamat Dari Gempa : Panduan Keselamatan Bagi Keluarga, yang juga merupakan rangkaian buku Panduan Keselamatan Bagi Keluarga lainnya seperti Banjir dan Kebakaran.

Ketujuh (7) langkah tersebut adalah:
  1. Identifikasikan hazard yang potensial menjadi bencana di rumah dan sekitar rumah kita.
  2. Buatlah Rencana Kedaruratan.
  3. Siapkan tas PP dan tas Survival serta pelajari bagaimana menggunakannya.
  4. Buat rumah kita aman & lakukan simulasi.
  5. Bila terjadi gempa selamatkan diri dengan melakukan: DROP, COVER & HOLD ON.
  6. Pertolongan darurat
  7. Pasca gempa: jaga komunikasi dengan keluarga serta kerabat dan hindari bahaya lainnya.

Selain itu buku ini juga memperkenalkan anda pada seluk beluk gempa, penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan), Pertolongan Pertama (P3K), dll. Dibuku ini juga berisi contoh mengidentifikasi risiko akibat gempa dan contoh skenario untuk simulasi bersama keluarga dan tetangga.

Buku ini bisa Anda unduh gratis dan bisa anda gunakan untuk langkah keselamatan bersama komunitas atau warga disekitar anda. Karena ketangguhan bangsa terhadap bencana dimulai dari keluarga.


Share Me Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih.
View My Profile on View ujang lasmana's profile on LinkedIn

GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

25.8.13

SURVIVAL – Teknik Bertahan Hidup Disaat & Pasca Bencana : Peluncuran Buku

Disaat seseorang menghadapi bencana atau kedaruratan, secara reflex ia pasti akan mempertahankan hidupnya. Situasi bencana dan kedaruratan sangatlah berbeda, karena situasi saat itu adalah situasi yang sangat dinamis, mudah berubah, penuh ketidakpastian dan disekeliling kita banyak orang-orang yang membutuhkan bantuan untuk tetap bertahan hidup, selain korban yang tewas dan terluka yang membuat hati terenyuh. (Tentulah kondisi ini sangat berbeda dengan survival di “alam terbuka” seperti yang dilakoni rekan-rekan pecinta alam)
Bagaimana kita menghadapi situasi seperti itu?
Untuk memenuhi ini, Ujang Dede Lasmana, menulis buku yang memberikan informasi, langkah apa yang bisa dilakukan untuk bertahan hidup dan membantu sesama penyintas. Buku ini berbeda dengan buku panduan survival yang selama ini banyak beredar karena buku ini memberikan langkah sederhana, singkat dan sistematis mengenai bagaimana bertahan hidup dalam situasi bencana.
Buku ini berisikan:
1. Pendahuluan Dan Prinsip Dasar Survival
2. Modal Dasar Survival
3. Bahaya Dan Bencana
4. Pentingnya Tetap Beraktivitas Dan Bergerak Di Pasca Bencana
5. Bagaimana Menyelamatkan Diri Disaat:
a. Gempa
b. Terperangkap Di Bangunan Runtuh
c. Terjadinya Banjir Dan Kedaruratan Di Air
d. Tsunami
e. Gunung Meletus
f. Didalam Ruangan Yang Terbakar
6. Teknik Pertolongan Pertama Medis Dan Trauma
7. Teknik Mencari Dan Menolong Korban Di Dalam Bangunan
Buku ini penting dibaca oleh masyarakat Indonesia, karena Indonesia rawan bencana. Alas kepulauan Indonesia yang terdiri atas lempeng-lempeng yang sangat aktif sehingga memberikan ancaman gempa dan tsunami. Alas itupun dipaku oleh jejeran gunung berapi yang sangat aktif, baik di daratan maupun di lautan sehingga memberikan ancaman berupa letusan gunung api. Termasuk kondisi perkotaan yang sangat cepat perkembangannya, memberikan ancaman yang khas urban (bangunan tinggi yang runtuh, banjir yang melanda ruang bawah tanah, dan kebakaran mengancam kota-kota seperti ini). You named we have it, demikian teman saya menjawab pertanyaan kawannya terhadap pertanyaan “Indonesia memiliki ancaman bencana apa saja?
Sebagai ucapan syukur kepada Allah SWT, buku ini diedarkan secara gratis melalui daring. Silahkan dipergunakan secara bijak dan bertanggungjawab.
Buku ini bisa diunduh Disini atau Copy link berikut dan Paste pada browser: http://www.mediafire.com/download/9mrgolbwav03o1d/survival_teknik_bertahan_hidup_disaat_dan_pasca_bencana4.pdf
Untuk melihat buku disini atau copy link berikut: http://www.mediafire.com/view/9mrgolbwav03o1d/survival_teknik_bertahan_hidup_disaat_dan_pasca_bencana4.pdf
Selamat membaca dan semoga bermanfaat.



Share Me Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih. View My Profile on View ujang lasmana's profile on LinkedIn GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

22.3.13

Ketangguhan Bangsa Terhadap Bencana: Dimulai Dari Keluarga



Kemarin, saya diminta untuk menjadi narasumber dalam workshop Penanggulangan Bencana oleh PMI Kota Tangerang Selatan. Diadakan di Markas baru yang terletak di Jalan. Cendekia – dekat SMA Insan Cendikia Serpong.
Tema yang saya sajikan adalah kesiapsiagaan bencana untuk tingkat keluarga. Dengan pertimbangan, sudah banyak organsisasi kemanusiaan, LSM dan PBB yang melaksanakan program kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat. Program tersebut mengedepankan masyarakat sebagai sebuah kelompok yang siap siaga disaat darurat, namun masih sedikit menyinggung tentang kesiapsiagaan bagi masyarakat untuk level keluarga per keluarga. Padahal, seorang penolong bagi komunitasnya belum tentu bisa menolong lingkungannya bila keluarganya belum terjamin keamanan, keselamatan dan kelangsungan hidupnya. Demikianpula bagi pekerja kemanusiaan yang selalu keluar masuk desa, mendaki dan menuruni gunung untuk membuat suatu masyarakat menjadi siaga, namun sudahkah ia menyiapkan keluarganya?
Pemerintah mencanangkan menjadi Negara yang tangguh atau resiliens terhadap bencana, namun itu tidak akan terwujud bila kesiapsiagaan dan ketangguhan tidak dimulai dari keluarga. Kesiapsiagaan keluarga adalah pondasi ketangguhan Negara terhadap bencana. Keluarga yang memiliki kelentingan atau cepat pulih pasca bencana menyumbang porsi terbesar dalam ketangguhan bangsa. Keluarga yang siaga akan mendukung kesiapsiagaan dan upaya pengurangan risiko sebagai sebuah budaya bagi peradaban Indonesia.
Pada lokakarya tersebut ada tujuh langkah sederhana yang saya ajukan untuk membuat keluarga tangguh dan survive disaat bencana atau kedaruratan terjadi. Ketujuh langkah ini dijalankan sejak masa sebelum terjadi bencana sampai setelah bencana terjadi. Langkah 1 – 4 adalah pada fase Pra-Bencana, sedangkan langkah 5 disaat terjadi bencana/kedaruratan, untuk langkah 6 – 7 dilakukan setelah bencana/kedaruratan terjadi. Tergantung jenis bencana/kedaruratannya, langkah  bisa saja masuk pada fase saat bencana, misalnya banjir. Namun begitu, persipakan ketujuh langkah tersebut sejak anda selesai membaca tulisan ini.
Ke-7 langkah tersebut adalah:

  1. Kenali Ancaman di Sekitar Rumah
  2. Buat Rencana Darurat Untuk Keluarga
  3. Siapkan Tas Darurat
  4. Amankan Rumah dan Lakukan Simulasi Bersama Seluruh Anggota Keluarga
  5. Tindakan Melindungi Diri Disaat Kedaruratan Terjadi
  6. Bagaimana Memberikan Pertolongan Darurat
  7. Jaga Komunikasi dan Waspadai Bahaya Susulan

Ketujuh langkah yang berurutan tersebut di atas saling terkait dalam pelaksanaannya.
Langkah 1: Kenali Ancaman di Sekitar Rumah
Langkah awal dalam upaya menyelamatkan dan membuat keluarga yang siaga adalah mengenali dan memahami lingkungan sekitar dimana kita tinggal. Untuk memahaminya, kita bisa melakukan observasi dan menanyakan apakah daerah tempat tinggal pernah terkena bencana (misalnya, banjir, longsor, kebakaran, gempa bumi, tsunami, dll) kepada warga yang sudah lebih lama dari anda tinggal didaerah tempat tinggal anda, atau anda bisa ke Markas PMI setempat untuk menanyakan apakah daerah anda pernah terkena bencana.
Buatlah daftar ancaman-ancaman tersebut dan kajilah apakah rumah anda sudah aman atau belum. Sebagai contoh, untuk gempa bumi, daftar berikut bisa digunakan untuk mengkaji apakah rumah anda tahan gempa.

  1. Apakah ada jalur darurat untuk keluar dari rumah selain pintu utama?
  2. Apakah berdasarkan cetak biru rumah anda sudah tahan gempa?
  3. Apakah kaca-kaca yang di rumah anda sudah terlindung apabila gempa pecahannya tidak mencelakai penghuni?
  4. Apakah lemari-lemari sudah kokoh berdiri?
  5. Apakah asesoris rumah seperti lampu gantung, hiasan foto dan lukisan sudah terpasang dengan kuat dan tidak mudah jatuh?
  6. Apakah tabung gas di rumah anda aman di tempatnya dan tidak mudah terjatuh disaat ada guncangan?

Beberapa pertanyaan tadi bisa dijadikan acuan keamanan rumah anda.

Langkah 2: Buat Rencana Darurat Untuk Keluarga
Bila anda sudah tahu ancaman-ancaman yang ada, maka selanjutnya buatlah rencana darurat untuk keluarga. Rencana darurat ini harus dibahas oleh semua anggota keluarga (termasuk pembantu rumah, tukang kebun, kerabat yang tinggal bersama anda) untuk akhirnya nantinya difahami oleh semua penghuni rumah.
Tentukan jalur evakuasi sehingga mempermudah keluarga menuju tempat aman yang telah disepakati. Gunakanlah peta interaktif untuk menentukan jalur evakuasi dan titik kumpul, misalnya menggunakan Google Earth atau Google Map, Street Map dll.
Tentukan titik kumpul disaat anda tidak bisa menjangkau rumah karena berbagai hal akibat bencana/kedaruratan. Penentuan titik kumpul yang disepakati anggota keluarga akan mereduksi kepanikan disaat keluarga tidak berkumpul karena sedang mejalankan aktivitas sehari-hari, misalnya di kantor, sekolah, pasar dll. Dengan adanya titik kumpul maka akan menghemat waktu pertemuan dan tidak ada saling mencari yang membuang waktu. Seringkali terjadi disaat adanya bencana/kedaruratan secara insting si Ibu akan menuju sekolah untuk menyelamatkan anaknya, dan si anak cepat-cepat ingin pulang karena merasa rumahlah tempat yang aman. Dalam proses ini bisa jadi tidak bertemu karena jalan yang dilalui berbeda dan akan menambah kepanikan. Apa yang terjadi bila tahu rumah sudah tak layak dihuni akibat bencana? kepanikan dan saling kehilangan niscaya terjadi.
Juga catatlah nomor-nomor darurat dalam buku khusus, jangan andalkan menyimpannya hanya di hape, BB anda semata. Kemudian taruhlah di tas darurat anda.

Langkah  3: Siapkan Tas Darurat, Peralatan Darurat dan Ketahui Cara Menggunakannya
Langkah kesiapsiagaan berikutnya adalah siapkan tas darurat dan siapkan Tas Pertolongan Pertama (First Aid) kemudian isilah tas-tas tersebut. Sediakanlah APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Kemudian pelajarilah bagaimana cara memberikan pertolongan pertama, menggunakan alat-alat darurat dan juga bagaimana menggunakan APAR. Anda bisa meminta bantuan PMI dan Pemadam Kebakaran untuk tahu bagaimana cara menggunakannya.
Tas darurat bisa diisikan dengan makanan darurat dan minuman darurat untuk sejumlah keluarga anda, untuk persiapan selama 3 hari. Juga masukkan lampu senter dan batere cadangannya. Power Bank  yang sudah terisi penuh untuk tenaga cadangan alat komunikasi anda. Masukkan pula baju cadangan, selimut, kantong tidur, perlengkapan dan keperluan kelompok rentan (kanak-kanak dan balita, lansia dan ibu hamil serta anggota keluarga yang menderita penyakit tertentu). Bagi anda yang Muslim perhatikan kehalalan pangan dan minum cadangan anda. Isi tas bisa disesuaikan dengan kebutuhan keluarga anda.
Letakkan tas darurat, tas PP dan APAR di tempat yang mudah terlihat dan mudah dijangkau namun jauh dari jangkauan anak-anak. Untuk tas darurat anda bisa menggunakan tas travel biasa atau container plastic yang banyak dijual di toko serba ada, kemudian berikan tulisan cukup besar “TAS DARURAT” dengan warna mencolok, bisa kombinasi merah dan kuning.
Untuk tas PP banyak dijual dipasaran, terutama toko outdoor, yakinkan anda menggunakan tas PP seukuran tas ransel, bukan tas PP individu (seukuran tas pinggang).

Langkah  4: Amankan Rumah dan Lakukan Simulasi Bersama Seluruh Anggota Keluarga
Langkah ke-empat ini dilakukan setelah kita tahu dan mengidentifikasi bagian-bagian yang berbahaya di rumah. Cara mengamankan yang sederhana terhadap pecahan kaca misalnya adalah melapisinya dengan plastic transparent yang banyak dijual di pasaran. Menguatkan posisi lemari agar tidak rubuh disaat ada guncangan adalah dengan mengikatnya ke dinding, cara sederhana adalah memasang engsel di sisi lemari dan sisi tembok. Untuk tabung gas adalah dengan menggunakan ban dalam bekas. Ikatkan tabung dengan ban dalam tersebut ke dinding.
Bagi anda yang akan membangun rumah, buatlah rumah tahan gempa. Silahkan melihat situs rumah aman gempa, dengan cara ketikkan rumah tahan atau aman gempa di mesin pencari Mbah Google.
Jangan lupa, setelah anda membuat rencana darurat maka saatnya anda melakukan simulasi sederhana dan menyenangkan bagi penghuni rumah. Caranya?
Setelah anda memiliki rencana darurat plus jalur evakuasi dan titik kumpul, uji cobalah di akhir pekan sambil berolah raga pagi. Fun dan bermanfaat serta menyehatkan bukan?

Langkah  5: Tindakan Melindungi Diri Disaat Kedaruratan Terjadi
Disaat bencana atau kedaruratan terjadi, anda harus bisa mengambil langkah mengamankan dan menyelamatkan diri.

  1. Misalnya untuk gempa:
  2. Lindungi kepala
  3. Sembunyi dikolong meja atau tempat tidur. Bila disekitar anda tidak ada meja atau tempat tidur: meringkuklah ditempat anda sambil tetap melindungi kepala.
  4. Jauhi kaca
  5. Setelah gempa reda segera menuju kelapangan terbuka
  6. Bila anda berada di kendaraan, segeralah berhenti dan berjongkok atau meringkuk di sisi kendaraan. Jangan di Kolong kendaraan.
  7. Jangan gunakan lift atau tangga jalan.


Langkah  6: Bagaimana Memberikan Pertolongn Darurat
Setelah terjadinya bencana atau kedaruratan sering diiringi dengan adanya kasus darurat lainnya, misalnya terluka, patah tulang atau ancaman kebakaran pasca gempa akibat putusnya atau bocornya gas dilingkungan atau rumah anda.
Pada langkah ini diharapkan anda sudah mempelajari pertolongan pertama, sehingga anda bisa memberikan bantuan hidup dasar (pijat jantung luar dan pernafasan buatan), menghentikan pendarahan, pertolongan patah tulang, luka dan evakuasi atau pemindahan korban terluka/sakit. Juga diharapkan anda sudah belajar bagaimana menggunakan APAR disaat anda menemukan kebakaran awal.

Langkah  7: Jaga Komunikasi dan Waspadai Bahaya Susulan
Jagalah komunikasi dengan kerabat anda di saat bencana dan pasca. Ikuti perkembangan terakhir terkait bencana dan ancaman lanjutan dari lembaga yang terpercaya. Hati-hati dengan rumor dan berita menyesatkan. Berita menyesatkan pasca gempa kerap terjadi dengan menginformasikan akan terjadi gempa kembali dengan kekuatan yang lebih kuat dan disebutkan waktunya. Ingat, kejadian gempa belum bisa diramalkan, carilah informasi gempa ke BMKG, baik disitusnya – www.bmkg.go.id maupun ikuti melalui media social sejak saat ini. Demikianpula anda sebaiknya memiliki nomor darurat dari lembaga terkait lainnya.

Demikian sumbang fikiran saya semoga berguna, Insya Allah saya akan kembali berbagi tips keselamatan di lain waktu.images.jpg


Share Me Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih.
View My Profile on View ujang lasmana's profile on LinkedIn

GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

13.8.10

Anak-anak Lebih Siaga

Mercy Corps melaksanakan lomba poster di tiga daerah secara simultan di Pesisir Selatan, Padang Pariaman dan Padang. Uniknya bukan hanya lomba poster yang digawein oleh staf Mercy Corps, namun juga beberapa permainan dan kuis yang berhadiah.

Menanamkan rasa siaga dan memperkenalkan upaya pengurangan risiko sejak dini terhadap anak-anak memang sudah menjadi cara yang efektif. Inovasi dibutuhkan untuk bisa menjangkau pemahaman dan logika anak-anak. metode klasikal dimana guru menyampaikan materi satu arah mungkin hanya cocok untuk mencapai tujuan menambah pengetahuan, namun untuk mengembangkan nalar dan daya analitik untuk menyikapi upaya kesiapsiagaan dan pengurangan risiko membutuhkan tekhnik khusus apalagi bila kita menginginkan mereka dapat mempraktekkan dalam kehidupannya sebagai bagian dari hidupnya.

Pelatihan partisipatif yang dikemas dalam permainan dan kuis diyakini dapat menambah pengetahuan si anak didik, apalagi diikuti dengan diskusi yang tidak mengutamakan kebenaran atau kesalahan dari pendapat si anak akan dapat meningkatkan penalaran dan daya analitik si anak (apalagi bila mengutamakan kebetulan, salah kan walaupun akar katanya dekat: betul dan benar, karena tidak pernah ada pahlawan pembela kebetulan yang ada adalah pahlawan pembela kebenaran, hihihi) untuk bisa menyikapi suatu masalah dengan harapan mereka dapat melakukan/mempraktekan baik secara sadar maupun tidak sadar.

Permainan ular dan tangga kesiapsiagaan bencana yang dikembangkan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) digunakan oleh Mercy Corps sebagai salah satu inovasi dalam menanamkan kesiapsiagaan dan upaya pengurangan risiko bencana.

Dalam Permainan ini peserta diminta untuk memberikan pendapatnya mengenai kesiapsiagaan dan upaya pengurangan risiko bencana sesuai dengan pernyataan yang ada pada kotak-kotak ular tangga. Pion dalam permainan ini adalah si anak itu sendiri sedangkan dadu yang digunakan adalah dadu segede gaban (menyontek istilah kawanku di PMI Pusat, Mas Dwi Haryadi, yang merujuk sesuatu yang besar, hehehe apa kabar Mas Dwi?).

Saat, sebut saja saat si Upik atau si Ujang (wah ternyata nama Ujang itu di budaya Minang adalah nama panggilan untuk anak laki-laki yah sama donk sama di Sunda) melempar dadu kemudian dadu menunjukkan sejumlah titik tertentu maka ia harus melangkah sesuai jumlah titik itu (wah ini mah sama atuh dengan ular tangga yang biasa, yah emang pada dasarnya sama Tong), selanjutnya si Upik atau si Ujang harus membaca kalimat yang ada dikotaknya yang baru dan kemudian memberikan tanggapan, jawaban atau pendapatnya. Tidak ada jawaban yang akan disalahkan loh dalam permainan ini, bila salahpun maka fasilitator akan melemparkan diskusi ke peserta lain atau penonton lain dengan kalimat yang halus sehingga si anak tidak merasa dihakimi.

Hukuman dalam permainan ini sama dengan ular tangga yang biasa yaitu dia akan turun ke kotak sebelumnya, namun dalam permainan ini dibuat suatu kondisi sehingga mengapa si anak harus turun atau naik sebagai penghargaan. Misalnya begitu sampai di suatu kotak maka tertulis: Kamu lupa membawa tas siaga maka kamu harus turun, nah seperti sebelumnya maka si anak yang bersangkutan harus memberikan alasan kenapa ia harus turun dan apa manfaat tas siaga dan apa saja yang ada dalam tas siaga. Demikian pula sebaliknya untuk penghargaan, misalanya: Kamu telah menanam pohon bakau maka kamu naik.


Pertunjukkan boneka juga dilakukan oleh staf Mercy Corps. Dalam pertunjukan ini diramu sedemikian rupa sehingga anak-anak tertawa, sedih, mencekam dll lain-lain perasaan, komunikasi dua arah juga dibangun dalam pertunjukkan ini. Tanya jawab antara dua boneka atau boneka dengan penonton atau sebaliknya bisa terbangun.

Kisah yang mengusik hati adalah disaat anak-anak diminta untuk bernyanyi maka sebagian besar anak dari ketiga daerah justru menyanyikan lagu-lagu dewasa, semisal lagu yang dinyanyikan oleh Luna Maya (salah satu katanya adalah Ku menunggu, lanjutannya saya ga hapal tapi yang saya tahu itu lagu pernah dinyanyikan Luna Maya, saya tahunya lagu Ridho Irama wakakakakak) dan juga lagunya wali Mencari jodoh, tidak ada anak-anak yang menyanyikan lagu anak-anak. Nah pas para gurunya diminta bernyanyi maka lagu yang paling dinyanyikan para guru adalah: disana senang, disini senang (wah memang jauh yah jarak masa antara murid dan guru).

yang membuat sedih lagi adalah disaat ada pertanyaan tentang dimana ibu kota Indonesia dan nama presiden RI banyak yang salah menjawab. Disaat diminta menyanyikan lagu Indonesia Raya banyak juga anak-anak yang menyanyi dengan salah baik lirik maupun irama, waduh.

Namun dibalik itu semua yang membuat saya bangga adalah ternyata anak-anak lebih siaga dibandingkan guru mereka (saya menulis dengan senyum dikulum nih).

Lagu Bila ada gempa sangat familiar diantara anak-anak.

Kalau ada gempa Lindungi Kepala
Kalau ada gempa sembunyi di kolong meja

Kalau ada gempa menjauh dari kaca

Kalau ada gempa lari ke tempat terbuka
. Δ






Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih.GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

Another Articles

Ready to Download

Silahkan Unduh Manual dibawah ini, bila dijadikan referensi mohon dicantumkan sumbernya.

Manual Mahir Memanfaatkan Peta Navigasi.net untuk Garmin Map 76 CSx, ETrex Vista HCx dan Nuvi Series dalam 30 Menit

Manual singkat yang berisikan langkah-langkah Instalasi dan memanfaatkan peta navigasi.net untuk GPS Garmin Map 76 CSx, ETrex Vista HCx dan Nuvi Series


Manual Mahir Garmin Map 76 CSx dalam 30 Menit

Manual singkat yang berisikan langkah-langkah penggunaan GPS Garmin Map 76 CSx


Manual Garmin HCx untuk Pemetaan Risiko Bencana

Manual yang berisikan langkah-langkah penggunaan GPS Garmin HCx untuk memetakan risiko bencana, dan juga berisi bagaimana mengolah data di MapSource setelah mendapatkan data GPS


Daftar Legenda dalam Pemetaan Risiko Bencana

Berisikan legenda-legenda yang ada dalam manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko digunakan dalam memetakan risiko bencana


Daftar Kebutuhan Pemetaan Risiko Bencana

Daftar yang berisikan keperluan-keperluan pemetaan risiko bencana yang biasa digunakan oleh PMI


Daftar Istilah dalam Pemetaan Risiko Bencana

Berisikan istilah-istilah yang ada dalam manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko digunakan dalam memetakan risiko bencana


Kamus SIGaP/ Dictionary of PGIS

Berisikan istilah-istilah yang digunakan dalam Sistem Informasi Geografis Partisipatif, keluaran PPGIS/IAPAD


Diagram Alur Pemetaan Risiko Bencana

Diagram alur pemetaan risiko bencana yang biasa digunakan oleh PMI


Formulir Hazard

Formulir Hazard/Ancaman yang biasa digunakan oleh PMI


Formulir Isian

Formulir Isian dalam pemetaan risiko yang biasa digunakan oleh PMI




Daftar di bawah ini merupakan Bab-bab yang ada dalam Buku Manual Sistem Informasi Geografis Partisipatif (SIGaP): Pemetaan Risiko yang dilakukan secara Partisipatif

Bab 2: GPS

Bab 2 dari buku Manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko, yang merupakan buku pertama dalam rangkaian buku Pemetaan Risiko. Berisikan dasar-dasar GPS dan hubungannya dengan Risiko Bencana


Bab 4: Analisa Data

Bab 4 dari buku Manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko, yang merupakan buku pertama dalam rangkaian buku Pemetaan Risiko. Berisikan bagaimana menganalisa data yang sudah didapat dalam pemetaan di lapangan oleh Sukarelawan PMI


Bab 5: Membuat Peta Tumpang Susun/Overlay, Peta Dinding, dan 3 Dimensi

Bab 5 dari buku Manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko, yang merupakan buku pertama dalam rangkaian buku Pemetaan Risiko. Berisikan bagaimana membuat peta tumpang susun, peta dinding, dan peta 3 Dimensi. Langkah ini merupakan langkah berikutnya setelah pengolahan data dengan MapSource


Bab 6: Google Earth

Bab 6 dari buku Manual SIGaP untuk Pemetaan Risiko, yang merupakan buku pertama dalam rangkaian buku Pemetaan Risiko. Berisikan dasar-dasar pemanfaatan Google Earth dalam pemetaan Risiko

Ready Downloaded List: Mapping Software

Download Google Earth
Google Earth Versi 6.2

Unggah Google Earth versi terbaru



Download MapSource Mutakhir MapSource software version 6.16.3

Tingkatkan MapSource anda dengan piranti lunak MapSource terbaru dari sumber aslinya



Up Date software unit Garmin Anda Up Date Software Garmin Anda

Tingkatkan Performa GPS Receiver Garmin anda dengan piranti lunak dari sumber aslinya

Reader