
Luka merupakan dampak yang umum terjadi disaat bencana terjadi. Bila luka tersebut tidak segera ditangani dengan benar maka kefatalan bisa saja terjadi.
Bertolak dari kondisi ini, diharapkan masyarakat Indonesia dibekali dengan keterampilan Pertolongan Pertama. Memang pemerintah sudah memiliki cukup banyak tenaga terlatih siaga bencana (bila saya hanya berpatokan pada kuantitas atau jumlah saja), namun kondisi geografis pulalah yang terkadang menyebabkan suatu daerah terisolasi akibat terputusnya akses menuju dan keluar dari daerah bencana. Bidan desa yang merupakan ujung tombak (dan memang ini terbukti) biasanya langsung bertindak memberikan pertolongan pertama, namun tetap saja waktu menjadi taruhannya.
Kondisi tertentu, menyebabkan korban bencana membutuhkan pertolongan yang segera, bila tidak adanya tenaga terlatih awam maka penyelamatan jiwa menjadi semakin jauh dari harapan.
Dengan diberikannya masyarakat pelatihan pertolongan pertama yang adekwat dan memenuhi persyaratan atau standar maka risiko kematian, kecacatan atau semakin bertambahnya keparahan menjadi berkurang.
Pelatihan Pertolongan Pertama bagi Masyarakat merupakan sebuah kebutuhan di daerah yang rawan bencana, living with risk harus diperkuat dengan keterampilan pertolongan pertama.▲
Silahkan memberikan komentar anda mengenai tulisan ini disini, atau di boks dibawah tulisan ini, terima kasih.
GPS murah di sini, kontak: tracknavigate[at]yahoo[dot]com

0 komentar:
Post a Comment