
Tulisan dari http://www.detiknews.com/read/2008/11/14/143948/1036998/10/giant-tsunami-pernah-terjadi-di-indonesia-400-tahun-lalu
Penduduk kawasan pantai diingatkan agar mewaspadai munculnya giant tsunami (tsunami raksasa). Fenomen alam tersebut biasanya muncul dalam periode ulangan lebih dari 400 tahun.
Hal tersebut diungkapkan pakar geolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr Hendra Amijaya, di sela-sela persiapan "Workshop on the Application of Paleotsunami Science to Tsunami Mitigation in Indonesia" di kampus UGM Bulaksumur, Yogyakarta, Jumat (14/11/2008).
Jumat, 14/11/2008 14:39 WIB
Bagus Kurniawan - detikNews
Yogyakarta - Penduduk kawasan pantai diingatkan agar mewaspadai munculnya giant tsunami (tsunami raksasa). Fenomen alam tersebut biasanya muncul dalam periode ulangan lebih dari 400 tahun.
Hal tersebut diungkapkan pakar geolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr Hendra Amijaya, di sela-sela persiapan "Workshop on the Application of Paleotsunami Science to Tsunami Mitigation in Indonesia" di kampus UGM Bulaksumur, Yogyakarta, Jumat (14/11/2008).
"Berdasarkan catatan sejarah kejadian tsunami di Indonesia hanya mencakup rentang waktu yang sangat pendek, yakni baru dimulai sekitar 400 tahun yang lalu. Padahal kejadian tsunami besar merupakan periode perulangan lebih dari 400 ratus tahun silam," kata Hendra kepada wartawan
Menurut Hendra, sampai saat ini masih sedikit jumlahnya peneliti Indonesia yang terjun dalam bidang penelitian tsunami dan paleotsunami (tsunami purba). Padahal Indonesia adalah kawasan rawan bencana dan sering terjadi tsunami.
Hendra menjelaskan, penelitian paleotsunami di Meulaboh, Aceh dan Thailand selatan telah menghasilkan temuan yang mengejutkan. Giant tsunami seperti yang terjadi tahun 2004, ternyata pernah terjadi beberapa ratus tahun yang lalu. "Temuan ini sudah dipublikasikan secara bersamaan dalam terbitan terbaru Jurnal Internasional Nature," katanya.
Seandainya temuan-temuan ini sudah terungkap sebelum tahun 2004 kata staf pengajar teknik Geologi UGM itu, usaha- usaha untuk menekan jumlah korban jiwa dan kerugian mungkin telah dapat dilakukan pemerintah dan masyarakat sebelum terjadinya tsunami.
"Temuan-temuan penelitian itu bisa menjadi bahan pelajaran dan peringatan dini yang lain selain sistem peringatan dini yang berbasis teknologi seperti sekarang ini," ungkap dia.
Menurut dia, workshop yang akan digelar oleh UGM bersama LIPI, ITB dan Geoscience Australia itu juga akan melibatkan perguruan tinggi lain seperti Unhas, Unsoed dan Undip. saat ini para peneliti terlibat dalam penelitian yang menghasilkan bukti-bukti adanya tsunami raksasa ratusan tahun lalu di Aceh-Andaman.
"Bukti-bukti yang ditemukan dan apa implikasi dari hasil temuan terbaru penelitian paleotsunami di selatan Jawa diantaranya tentang terjadinya tsunami raksasa 400 tahun yang lalu, di Lombok, Biak dan Pulau Simeulue," pungkas dia.
(bgs/djo)
0 komentar:
Post a Comment