Mohon maaf, laporan pelatihan ini baru bisa dimuat.
Step by Step
1. tim Satgana PMI spesialis Pemetaan (Mappers) di himpun untuk penugasan ke suatu daerah yang terkena bencana
2. Briefing mengenai tugas dan pemberian koordinat lokasi yang harus diberikan bantuan.
a. Dalam briefing diberikan tugas: tim Mappers dibagi dua, satu bagian sebagai tim asesmen dan yang lainnya bertugas di posko sebagai dispatcher.
b. Tim asesmen: bertugas segera ke lokasi bencana, memetakan juga mengambil foto-foto lokasi bencana, besaran dampak, sebaran pengungsi, rencana titik-titik penampungan pengungsi, jalur distribusi dan titik-titik distribusi, termasuk juga dimana pos-pos pertolongan pertama sehingga akan memudahkan tim Pertolongan Pertama untuk menjangkau korban. Tim ini dilengkapi GPS, laptop, HP, kamera dan radio komunikasi (HT) untuk berhubungan dengan posko dan pihak lain.
c. Tim Posko: bertugas :
ii. mengevaluasi bila ada kesalahan titik (kemungkinan ini bisa saja terjadi, misalnya tim Mappers salah memasukkan koordinat daerah bencana di Desa A, ternyata yang diinput adalah koordinat desa G yang jaraknya berjauhan dan tidak terkena bencana. Untuk spasial, petugas posko memanfaatkan Google Earth sebagai alat monitoring.
iii. Menghimpun data koordinat untuk dilanjutkan kepada tim Satgana PMI lainnya (PP, Relief, dll)
3. Dilapangan, tim mengumpulkan informasi yang penting (sesuai dengan format laporan
4. Pengolahan data baik dilapangan maupun diposko, untuk nantinya bias disebarluaskan ke tim lain dan pihak lain.
Dari latihan lapangan ini dapat disimpulkan bahwa:
1. Tim Mappers sangat berperan dalam operasi tanggap darurat bencana
2. Tim Mappers dapat dimasukkan dalam tim asesmen, relief, PP, ambulans, maupun IT untuk mendukung operasi
3. Tim Mappers dalam struktur Satgana tidak harus berdiri sendiri namun dapat dimasukkan ke dalam setiap unit.
4. Petugas Posko PMI harus dibekali kemampuan memanfaatkan Google Earth, Google Map dan MapSource.
Silahkan tulis komentar disini. ▲
0 komentar:
Post a Comment